Sukses

Kenali Penyebabnya Agar Dapat Meredakan Nyeri Sendi

Nyeri sendi dapat menyerang siapa saja. Oleh sebab itu, untuk bisa meredakannya, kenali dulu penyebabnya.

Klikdokter.com, Jakarta Orang tua, terutama lanjut usia, sering kali disebut lebih mudah mengalami nyeri sendi. Padahal, siapa saja, tak mengenal usia dan jenis kelamin, dapat terserang masalah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari ini. Untuk meredakannya, ada baiknya Anda juga mengenal beberapa penyebabnya.

Sendi merupakan penghubung antar tulang. Selain itu, sendi juga dapat berfungsi dalam membantu pergerakan tulang.

Apabila terjadi cedera atau penyakit pada sendi, tentu dapat menyebabkan nyeri dan mengganggu pergerakan. Nyeri sendi dapat berlangsung singkat, tapi di beberapa kasus juga dapat bertahan hingga tahunan.

Penyebab tersering nyeri sendi

Berikut adalah beberapa hal yang paling sering jadi penyebab nyeri sendi:

1. Arthritis

Arthritis adalah istilah umum untuk peradangan yang terjadi pada sendi. Arthritis terdiri dari tiga tipe, yaitu:

  • Osteoarthritis (OA)

Osteoarthritis adalah peradangan yang disebabkan oleh penuaan, cedera, dan obesitas. Peradangan ini menimbulkan gejala nyeri dan kekakuan sendi.

Awalnya, nyeri terjadi cukup ringan dan akan semakin memberat. Nyeri biasanya diperberat oleh aktivitas dan menghilang setelah beristirahat. Jika sudah parah, dapat menyebabkan terbatasnya gerakan dan disertai bunyi gemeretak setiap sendi bergerak.

Osteoarthritis dapat terjadi pada sendi di seluruh tubuh, tapi paling sering menyerang tangan, pergelangan tangan, punggung, lutut, dan pinggang. Biasanya, OA menyerang orang tua sekitar usia 40-50 tahun.

Jika penderita memiliki berat badan berlebih, menurunkan berat badan dapat menjadi solusi untuk mengurangi gejala OA.

  • Rheumatoid arthritis (RA)

Rheumatoid arthritis adalah penyakit peradangan sendi yang disebabkan oleh autoimun. Sementara autoimun sendiri adalah penyakit yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang berbalik menyerang bagian tubuh sendiri.

Sendi yang paling sering diserang Rheumatoid arthritis adalah tangan, pergelangan tangan, dan lutut. Biasanya, RA menyerang kedua sisi tubuh. Kesimetrisan inilah yang membedakan Rheumatoid arthritis dengan tipe arthritis lainnya.

Selain menyerang sendi, Rheumatoid arthritis juga dapat menyerang jaringan sekitar sendi dan organ tubuh, seperti kulit, mata, paru, jantung, dan saraf.

Gejala awal Rheumatoid arthritis biasanya tidak terlalu terasa menggangu. Namun semakin lama, nyeri sendi akan dirasakan pada lebih banyak bagian tubuh karena peradangan semakin menyebar dan makin hebat.

Faktor risiko terjadinya RA adalah wanita, usia 40-60 tahun, memiliki riwayat dalam keluarga, dan merokok atau perokok pasif.

  • Gout arthritis

Gout sering juga disebut sebagai penyakit asam urat. Gout adalah peradangan sendi yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat akibat kadar asam urat berlebih pada tubuh yang berlangsung cukup lama.

Biasanya, penumpukan terjadi pada sendi-sendi jari tangan dan kaki, terutama pada jempol kaki. Akibatnya, sendi jari tersebut dapat menjadi bengkak dan timbul benjolan yang disebut sebagai tofus.

Gout adalah penyebab peradangan sendi tersering yang terjadi pada pria di atas usia 30 tahun.

2. Bursitis

Bursitis adalah peradangan yang terjadi pada bursa, yang merupakan kantong berisi cairan pelumas antar jaringan seperti tulang, otot, tendon, dan kulit. Hal itu membuat nyeri sendi bisa terjadi secara mendadak atau makin nyeri seiring dengan waktu.

Bursitis biasanya disebabkan oleh cedera kecil terjadi berulang atau cedera besar yang mendadak. Seiring dengan penuaan, toleransi dan elastisitas tendon juga berkurang, sehingga mudah terjadi robekan.

3.Sprain

Sprain adalah cedera pada ligamen yang merupakan jaringan sekitar sendi penghubung antar tulang. Sprain dikenal juga dengan istilah keseleo.

Keseleo juga memberikan gejala nyeri sendi, yang biasanya terjadi setelah cedera baru terjadi. Nyeri dapat semakin menurun atau justru memberat dan menyebabkan bengkak.

Sering kali keseleo terjadi saat berolahraga, melakukan pergerakan berubah arah dengan cepat dan tiba-tiba, atau saat jatuh. Keseleo biasanya terjadi pada pergelangan kaki, tangan, lutut, dan jari jempol.

4. Infeksi

Virus juga dapat menyebabkan peradangan sendi. Selain nyeri sendi, biasanya timbul juga gejala demam.

Penyakit infeksi virus yang juga menyebabkan nyeri sendi adalah demam berdarah, chikungunya, dan rubella. Nyeri sendi yang timbul dapat menyerang sendi di seluruh tubuh dan menyerupai rasa pegal-pegal.

Nyeri sendi tentunya membuat penderita sangat tidak nyaman, apalagi jika sampai menyebabkan terbatasnya gerak. Penting untuk mengetahui penyebab-penyebabnya, sehingga Anda pun dapat mengambil tindakan untuk mencegah atau meredakan nyeri sendi.

[MS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar