Sukses

Jefri Nichol Ditangkap Polisi Akibat Narkoba Jenis Ganja

Setelah komedian Nunung, kini giliran aktor Jefri Nichol ditangkap polisi karena narkoba jenis ganja. Apa efek ganja pada tubuh seseorang?

Klikdokter.com, Jakarta Masih segar dalam ingatan Anda tentang kasus penangkapan Nunung akibat narkoba, beberapa hari lalu. Kini aktor Jefri Nichol ditangkap polisi pada Senin (22/7) malam karena kedapatan menyimpan ganja seberat 6,01 gram di atas lemari pendingin. Aktor yang membintangi film “Dear Nathan” itu diciduk polisi di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti mengapa barang haram tersebut ada di kediamannya dan apa alasan penggunaannya jika tes urinenya terbukti menunjukkan hasil positif. Pasalnya, dilansir dari Liputan6.com, hasil tes urine Jefri masih diproses dan pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan serta pengembangan terhadap pria kelahiran 1999 tersebut. 

Bisa bikin “halu”, senang, sekaligus picu nafsu makan

Ganja merupakan psikotropika golongan halusinogen yang berasal dari tanaman Cannabis sativa dan dapat membuat pemakainya kecanduan. Nah, karena termasuk golongan halusinogen, penggunanya dapat menciptakan delusi atau khayalan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Tapi, itu hanya terjadi bila digunakan dalam kadar yang tinggi. 

Ganja juga mengandung dua zat aktif, yakni tetrahidrokanabinol (THC) dan kanabidiol (CBD). Lalu, THC dalam ganja akan memicu peningkatan produksi dopamin, sehingga penggunanya akan merasa senang, nyaman, tidak merasakan nyeri, dan dapat tidur nyenyak. 

Uniknya, CBD memiliki efek yang berlawanan dengan THC. Dikatakan oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, CBD justru membuat pemakainya merasa panik, bingung, hingga depresi. Tak seperti sabu yang dapat menurunkan nafsu makan, ganja malah mampu meningkatkan nafsu makan, terutama pada pasien kanker. 

Selain itu, ada pula yang memanfaatkan ganja bukan dengan cara diisap, melainkan dicampurkan bersama makanan atau dimakan langsung. Jika ganja dimakan, efeknya akan lebih ringan karena ganja mesti dicerna dulu oleh saluran cerna sehingga tak langsung masuk ke dalam aliran darah. 

1 dari 2 halaman

Berapa lama efek ganja bertahan dalam tubuh?

Setiap pengguna narkoba – jenis apa pun – biasanya memiliki alasannya masing-masing, entah itu untuk menurunkan berat badan atau untuk meningkatkan stamina.  Bahkan ada pula yang beralasan bahwa memakai ganja bisa meningkatkan proses kreatif. Selain itu, ada pula alasan-alasan lain yang sering dipakai para pengguna narkoba. 

Mengenai kasus Jefri Nichol, hingga artikel ini diturunkan belum ada keterangan resmi yang bisa memastikan apa motif aktor muda ini mengonsumsi ganja. Namun yang pasti, apa pun alasannya, efek ganja bisa bertahan lama dalam tubuh.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, efek ganja dapat bertahan di dalam tubuh manusia jauh lebih lama ketimbang zat narkotika lainnya. Itu karena, ganja termasuk golongan lipophilic yang memiliki sifat larut dalam lemak dan bertahan di dalam lapisan lemak.

Kendati demikian, efek bertahan lama itu juga dipengaruhi oleh banyaknya jumlah ganja yang digunakan. Semakin banyak dan semakin sering Anda mengisapnya seperti rokok, maka zatnya semakin sulit dihilangkan dari dalam tubuh. 

Agar lebih jelas, berikut ini penjelasan mengenai jangka waktu efek penggunaan ganja:

  • Dalam 1 kali pemakaian, ganja akan bertahan di dalam cairan tubuh selama 5-8 hari, bertahan selama 24 jam di dalam darah, 24 jam di dalam air liur, dan 90 hari di dalam rambut. 
  • Jika ganja digunakan setiap hari, maka ganja akan bertahan di dalam tubuh setidaknya 49-63 hari serta bertahan di dalam darah dan air liur selama 1 minggu. 

Memakai ganja dalam waktu yang lama tentu saja bisa memberikan efek buruk pada kesehatan. Cepat atau lambat. pemakai ganja akan kesulitan dalam memproses informasi dengan baik akibat terganggunya sambungan antar sel saraf di otak.  Selain itu, mereka juga mudah menjadi paranoid, mengalami gangguan cemas, hingga merasakan depresi. 

Ada banyak efek negatif yang disebabkan ganja pada tubuh penderitanya, bahkan bisa berakibat fatal. Hal inilah yang perlu diwaspadai masyarakat.

Kasus aktor muda Jefri Nichol ditangkap polisi akibat narkoba jenis ganja, perlu menjadi pelajaran bagi kaum muda untuk menjauhi barang haram tersebut. Selain itu, orang tua juga perlu lebih waspada karena kaum muda bisa dengan mudah terpengaruh oleh pergaulan yang tidak sehat.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar