Sukses

Lakukan 8 Hal Ini untuk Mencegah Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi adalah salah satu silent killer yang banyak dialami masyarakat Indonesia. Lakukan ini untuk mencegahnya!

Klikdokter.com, Jakarta Saat cek tekanan darah dan hasilnya melebihi angka normal, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan supaya kondisi tersebut tidak berkembang menjadi tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Hipertensi sering terjadi pada masyarakat Indonesia, khususnya yang sudah berusia tua. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI tahun 2018, tercatat 34,1 persen atau sepertiga populasi mengalami hipertensi. Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan dengan data dari Riskesdas lima tahun lalu.

Seseorang dikatakan punya hipertensi jika tekanan darahnya ≥140 untuk tekanan sistolik dan ≥90 untuk tekanan diastolik. Sementara tekanan darah yang normal seharusnya ada di angka 120/80 mmHg.

Meski banyak dialami masyarakat, tetapi sayangnya tekanan darah tinggi sering kali diabaikan karena tak menimbulkan gejala. Mereka yang terdiagnosis umumnya baru mengetahuinya setelah dilakukan pemeriksaan. Padahal, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol akan menimbulkan masalah serius pada organ lain, misalnya gagal ginjal, kebutaan, masalah jantung, dan stroke.

Langkah-langkah untuk mencegah tekanan darah tinggi

Dengan angka kejadian yang tinggi dan tren yang meningkat, ditambah dengan ancaman komplikasi yang serius, sudah seharusnya hipertensi diwaspadai. Untuk mencegahnya, Anda dianjurkan untuk melakukan hal-hal di bawah ini:

  1. Olahraga rutin

Sebagai pencegahan tekanan darah tinggi, olahraga yang disarankan adalah jenis aerobik seperti joging, berenang, bersepeda, atau senam. Lakukan olahraga secara teratur, minimal 30 menit, sebanyak 3-5 kali dalam seminggu. Dengan begitu, jantung akan lebih terlatih dan sehat, sehingga hipertensi dapat dicegah.

  1. Kurangi dan batasi konsumsi makanan tinggi garam

Garam bersifat menahan cairan. Jika kandungannya di dalam tubuh tinggi, maka cairan akan tertahan di pembuluh darah, sehingga akan meningkatkan tekanan darah dan membebani kerja jantung.

Makanan cepat saji, makanan beku, dan makanan ber-MSG adalah sumber garam yang tinggi dan sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.

  1. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran

Hipertensi juga bisa dicegah dengan menerapkan pola makan sehat, salah satunya adalah dengan memperbanyak asupan sayur dan buah. Buah yang diketahui dapat membantu mengontrol tekanan darah adalah buah berry, jambu biji, buah naga, pisang, delima, kiwi, persik, dan alpukat.

Untuk sayuran, Anda bisa memanfaatkan seledri. Seledri mengandung senyawa kemarin yang membantu menurunkan tekanan darah dan membantu keseimbangan air dalam tubuh. Kandungan phtalides dan antikoagulan dalam seledri juga mengurangi risiko pembekuan darah dan stroke, serta menurunkan kadar hormon stres.

Jika tidak suka mengonsumsi seledri secara langsung, Anda tetap bisa mendapatkan manfaatnya lewat suplemen. Carilah suplemen berbahan seledri yang mengandung apigenin, yang dapat meringankan gejala hipertensi.

Kandungan tersebut mampu membuat pembuluh darah besar relaks, dengan cara meningkatkan produksi natrium oksida dan berfungsi sebagai calcium channel blocker. Sebelum mengonsumsinya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda.

  1. Jaga berat badan ideal

Berdasarkan penelitian, seseorang dengan berat badan berlebih dan obesitas memiliki risiko tinggi mengalami tekanan darah tinggi. Hal ini berhubungan dengan masalah metabolisme, yang juga berkaitan dengan diabetes dan kolesterol.

  1. Istirahat cukup

Tanpa Anda sadari, kurang tidur bisa menjadikan tubuh mengalami stres. Tubuh pun akan memproduksi kortisol (hormon stres). Hormon tersebut memiliki efek meningkatkan tekanan darah, produksi gula di tubuh, produksi kolesterol, serta produksi asam lambung. Semua efek tersebut akan meningkatkan tekanan darah Anda.

  1. Manajemen stres yang baik

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya, stres bisa bikin tekanan darah naik. Kalau ini terjadi terus-menerus, efek tersebut nantinya akan bersifat permanen, sehingga bukan tak mungkin Anda akan terdiagnosis hipertensi ketika melakukan cek kesehatan.

Setiap manusia tak akan bisa lepas dari stres akibat pekerjaan, kehidupan, masalah keluarga, atau hal lainnya. Namun, Anda harus mampu mengelola stres tersebut dengan baik agar tidak berdampak buruk pada kesehatan.

Hindari merenungkan masalah berulang-ulang. Sebaiknya cari tahu akar permasalahan dan solusinya. Carilah kesenangan, misalnya dengan berolahraga, melakukan hobi, atau sekadar ngopi bersama teman-teman sambil berbagi cerita.

  1. Hindari rokok dan alkohol

Rokok dan alkohol akan meningkatkan risiko penumpukan plak di dinding pembuluh darah, sehingga menyebabkan penyempitan. Akibatnya, tekanan darah bisa meningkat.

  1. Periksa kesehatan rutin

Hipertensi dikatakan diam-diam bisa membunuh (silent killer) karena sering tidak menimbulkan gejala. Karenanya, Anda sangat disarankan untuk melakukan cek kesehatan rutin ketika sudah memasuki usia 30 tahun sebagai deteksi penyakit, salah satunya adalah tekanan darah tinggi. Jika terdeteksi dini, maka Anda bisa melakukan tata laksana lebih awal, sehingga mencegah risiko komplikasi yang mungkin terjadi.

Tekanan darah tinggi sering diabaikan karena seringnya tidak menampakkan gejala. Namun dengan deteksi dini serta pengobatan yang tepat, penyakit ini bisa dicegah. Jadikan tujuh langkah di atas sebagai panduan untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat. Jika itu semua dilakukan secara konsisten, tak cuma hipertensi, Anda pun akan terlindungi dari banyak penyakit lainnya.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar