Sukses

Cara Memperlancar ASI yang Ampuh dan Mudah Dilakukan

ASI yang tidak lancar atau produksinya kurang dapat menghambat proses menyusui. Bagaimana cara memperlancar ASI? Simak penjelasan selengkapnya di sini.

Sebuah kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi seorang ibu saat mampu menyusui buah hatinya setelah melahirkan. Pasalnya, air susu ibu atau ASI adalah makanan terbaik bagi bayi, khususnya selama enam bulan pertama kehidupan.

Selain itu, proses menyusui adalah salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan ikatan kasih sayang (bonding) antara ibu dan anak. Tidak heran, bila banyak ibu berjuang untuk menyusui bayinya.

Akan tetapi, keinginan ini kerap terhambat oleh berbagai tantangan. Banyak ibu merasa produksi ASI-nya cenderung sedikit dan tidak lancar, ibu pun jadi khawatir bila bayinya tidak mendapatkan nutrisi yang cukup.

Alasan inilah yang membuat 75 persen ibu berhenti menyusui dalam beberapa bulan pertama. Lantas, bagaimana cara memperlancar ASI? Usaha apa saja yang dapat dilakukan untuk memperbanyak ASI?

Berikut beberapa cara melancarkan dan meningkatkan produksi ASI yang dapat Ibu lakukan di rumah.

Artikel Lainnya: Memahami Proses Keluarnya ASI pada Ibu Menyusui

1 dari 12 halaman

1. Menyusui Lebih Sering

Prinsip dasar pemberian ASI adalah supply dan demand. Ketika bayi menyusui secara langsung di payudara ibu, ada impuls yang dikirimkan ke otak dan memicu pengeluaran dua hormon, yakni prolaktin dan oksitosin.

Kedua hormon ini penting dalam hal produksi dan pengeluaran ASI. Semakin sering Anda menyusui bayi secara langsung, semakin tinggi pula demand yang ditangkap oleh otak sehingga respons tubuh akan memproduksi lebih banyak ASI.

Menyusui sebanyak 8 hingga 12 kali sehari dapat membantu memperlancar ASI, bahkan meningkatkan produksi ASI.

2 dari 12 halaman

2. Perhatikan Perlekatan dan Posisi Menyusui

Menyusui yang tidak efektif sering menyebabkan aliran ASI tidak lancar. Akibatnya, saluran ASI dapat tersumbat, payudara terasa nyeri serta bengkak, dan akhirnya produksi ASI perlahan akan terdampak.

Untuk mengatasinya, Anda perlu memastikan si kecil menyusui dengan perlekatan (latch on) dan posisi yang benar. Pastikan posisi tubuh bayi dalam kondisi lurus, perut bayi menghadap perut ibu, dan kepala bayi menghadap payudara.

Sementara itu, perlekatan (latch on) yang tepat adalah dagu bayi menempel ke payudara ibu, mulut bayi terbuka lebar dan menutupi sebagian besar areola (area gelap di sekitar puting).

Pastikan juga bibir bayi terlipat ke luar, tidak ada bunyi decak melainkan bunyi menelan, ibu tidak merasa sakit, dan si kecil tampak tenang saat menyusui.

Dengan posisi dan perlekatan yang tepat, aliran ASI akan lancar, pengosongan payudara akan efektif, sehingga akan memberikan sinyal ke otak untuk memproduksi ASI untuk sesi menyusui berikutnya.

3 dari 12 halaman

3. Menyusui dari Kedua Payudara

Tawarkan bayi untuk menyusui dari kedua payudara. Anda dapat membiarkan bayi menyusui dari salah satu payudara terlebih dahulu sampai payudara benar-benar kosong. Payudara kosong biasanya ditandai dengan payudara yang terasa lebih kendur.

Kemudian, coba tawarkan si kecil untuk menyusui di sisi payudara lainnya. Hal ini akan meningkatkan produksi ASI di kedua payudara sehingga menyusui akan lebih lancar.

4 dari 12 halaman

4. Memerah ASI

Cara memperlancar ASI berikutnya adalah dengan memerah ASI secara rutin. Anda dapat memerahnya segera setelah menyusui, di antara jadwal menyusui, dan saat Anda tidak sedang bersama bayi.

Pengosongan payudara secara rutin dapat membantu menjaga kuantitas ASI yang diproduksi.

Artikel Lainnya: Berapa Lama Waktu yang Aman Menyimpan ASI Perah?

5 dari 12 halaman

5. Hindari Penggunaan Pacifiers dan Dot

Penggunaan pacifiers (empeng) dan dot dapat membuat pola menyusui atau perlekatan bayi menjadi sedikit berbeda serta berubah.

Hal tersebut sering membuat bayi lebih sulit untuk menyusui secara langsung dan tentunya akan berdampak terhadap produksi ASI.

Sebagai alternatif, Anda dapat menggunakan sendok, cangkir, atau cup feeder untuk memberikan ASI perah kepada bayi.

6 dari 12 halaman

6. Cukup Minum Air Putih

Ibu menyusui rentan mengalami dehidrasi atau kurang cairan. Hal ini dapat mengurangi produksi ASI.

Oleh karena itu, pastikan ibu mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup, yaitu sekitar dua hingga tiga liter per hari.

7 dari 12 halaman

7. Konsumsi Makanan Bernutrisi

Mengonsumsi makanan bergizi seimbang amat penting untuk melancarkan ASI. Ibu menyusui memerlukan tambahan jumlah kalori lebih banyak, yakni 300 hingga 500 kalori lebih tinggi dari biasanya.

Hal ini dapat dicapai dengan konsumsi makanan bernutrisi, tinggi protein, tinggi lemak baik, tinggi serat. Perbanyak konsumsi biji-bijian utuh (whole grain), protein nabati maupun hewani, buah, serta sayur.

8 dari 12 halaman

8. Istirahat Cukup

Harus diakui, menyusui adalah proses yang melelahkan. Tidak jarang ibu harus bangun tengah malam demi menyusui bayi. Hal ini rentan membuat ibu merasa kelelahan dan kurang istirahat.

Apabila dibiarkan, kondisi ini dapat membuat produksi ASI menurun dan ASI menjadi kurang lancar. Untuk menyiasatinya, cobalah istirahat saat bayi tertidur.

Minta bantuan pasangan atau kerabat untuk membantu menjaga bayi supaya Anda punya lebih banyak waktu untuk beristirahat.

9 dari 12 halaman

9. Hindari Stres

Hormon yang berperan dalam produksi ASI berhubungan dengan kondisi psikologis seorang ibu.

Ibu yang stres atau dalam kondisi suasana hati (mood) tidak baik, akan memengaruhi produksi ASI-nya.

Oleh sebab itu, sebisa mungkin hindari stres dan beban pikiran yang menumpuk. Anda dapat melakukan hobi, berolahraga, meditasi, atau sekadar bercerita dengan pasangan dan sahabat.

10 dari 12 halaman

10. Pijat

Sebagai cara memperbanyak air ASI, ibu dapat melakukan pijat, baik pijat di punggung maupun pijat payudara. Pijat dapat membantu meringankan perasaan tegang dan stres serta membantu melancarkan ASI.

Sebelum melakukan pijat, khususnya pijat payudara, ibu dapat mandi air hangat terlebih dahulu. Ibu juga dapat mengompres payudara menggunakan kain yang dibasahi air hangat. Cara tersebut bertujuan membuka saluran ASI agar lebih lancar.

Artikel Lainnya: Bahaya Pompa ASI Elektrik yang Mesti Diwaspadai Ibu Menyusui

11 dari 12 halaman

11. Kontak Kulit (Skin-to-Skin Contact) dengan Bayi

Kontak langsung kulit ke kulit dengan bayi dapat menjadi salah satu cara melancarkan ASI yang tak kalah efektif.

Skin to skin dapat meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi, membuat ibu dan bayi lebih rileks, mengurangi stres pada ibu, membantu bayi menyusui lebih lama dan lebih efektif.

Biarkan bayi telanjang atau hanya memakai popok dan topi saja. Kemudian, letakkan si kecil dalam posisi tengkurap di dada ibu, selimuti bayi dan ibu, dan biarkan ada kontak kulit antara ibu dan bayi.

Itu dia beberapa cara memperlancar ASI yang dapat ibu lakukan di rumah. Apabila setelah melakukan hal-hal di atas produksi ASI masih sedikit, bayi tidak mengalami kenaikan berat badan, masih tetap tidak ingin menyusu, tidak ada salahnya berkonsultasi kepada tenaga medis.

Anda dapat berkonsultasi ke konselor laktasi atau ke dokter anak untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Kini konsultasi langsung dengan dokter juga bisa lebih mudah dilakukan melalui fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/JKT)

Referensi:

NCBI-World Health Organization. Diakses 2021. Infant and Young Child Feeding: Model Chapter for Textbooks for Medical Students and Allied Health Professionals.

NCBI-Book. Diakses 2021. Physiology, Lactation

Center for Disease Control and Prevention. Diakses 2021. Breastfeeding Report Card-United States, 2010

0 Komentar

Belum ada komentar