Sukses

4 Cara Memperbanyak ASI yang Bisa Dilakukan Ibu di Rumah

Bagi beberapa ibu menyusui, produksi ASI bisa tak lancar. Coba, deh, ikuti cara memperbanyak ASI ini yang bisa dilakukan di rumah.

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu kebahagiaan dan kebangganan menjadi seorang ibu adalah mampu menyusui buah hati dengan baik. Meski begitu, beberapa wanita bisa mengadapi kendala produksi ASI tak lancar. Jika Anda mengalaminya, ada beberapa cara memperbanyak ASI yang bisa dilakukan di rumah.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan untuk memberikan bayi ASI ekslusif selama 6 bulan, lalu dilanjutkan hingga usia 2 tahun dengan didampingi oleh makanan pendamping ASI (MPASI). Meski begitu, tak sedikit wanita yang menghadapi kendala dalam menyusui buah hatinya, salah satunya adalah akibat kurangnya kuantitas ASI.

Cara memperbanyak ASI

Masalah soal sedikit atau kurang lancarnya produksi ASI sebetulnya sangat kompleks. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Meski begitu, ibu menyusui tetap harus tenang. Beberapa langkah berikut bisa dilakukan untuk memperbanyak ASI.

1. Harus seimbang

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, ASI itu prinsipnya permintaan dan seberapa banyak menghasilkannya, dalam artian harus seimbang. Makanya, cara mudah memperbanyak ASI adalah dengan "mengeluarkannya".

"Sebenarnya, ASI itu prinsipnya supply and demand, tergantung seberapa banyak konsumsi ASI bayi. Artinya, semakin sering Anda menyusui, maka akan semakin banyak produksi ASI-nya,” jelas dr. Dyan.

“Mau sebanyak apa pun makan daun katuk atau pemacu ASI lainnya, tetapi kalau tidak sering menyusui atau tidak sering pompa ASI, produknya bisa turun,” lanjutnya.

Selain itu, dr. Dyan juga mengingatkan apabila ada yang bilang terlalu sering menyusui atau memompa bisa bikin ASI kering, itu mitos.

2. Cukup istirahat dan asupan nutrisi

Ibu menyusui perlu istirahat cukup untuk membantu produksi ASI lancar.  Selain itu untuk bisa memproduksi ASI dengan baik, diperlukan energi yang didapat dari makanan.

Menurut dr. Sara Elise Wijono dari KlikDokter, ibu menyusui butuh tambahan sekitar 500 kalori tiap harinya.

“Usahakan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi zat besi (daging, sayuran hijau, brokoli) dan tinggi serat (buah dan sayur) agar tetap sehat selama menyusui,” jelas dr. Sara.

Selain itu, produksi ASI juga butuh cairan, karena 90 persennya terdiri dari cairan. Perhatikan kecukupan cairan Anda selama menyusui. Keluhan pusing, mulut kering, haus, dan sakit kepala dapat menjadi penanda bahwa Anda kurang minum.

3. Hindari stres

“Faktor emosional ibu, seperti kecemasan, stres, rasa tidak percaya diri, rasa malu, termasuk kekhawatiran berlebihan akan produksi ASI dapat menyebabkan penurunan produksi ASI,” ujar dr. Sara.

4. Usahakan skin-to-skin contact

Kontak langsung dari kulit ke kulit dengan bayi juga bisa membantu produksi ASI. Untuk ibu menyusui, cara ini dapat membantu ikatan dengan bayi dan meningkatkan produksi ASI. Sedangkan untuk bayi, kegiatan ini mengurangi stres pada bayi, membantu regulasi suhu tubuh bayi, memperbaiki pernapasan, dan membantu bayi menyusui lebih lama.

“Cara melakukannya, biarkan bayi telanjang (boleh memakai popok dan topi) lalu diletakkan di dada ibu, sehingga ada kontak kulit antara Anda dan bayi. Tutupi bayi dengan selimut selama melakukan ini agar ia tidak kedinginan,” papar dr. Sara.

1 dari 2 halaman

Apa saja yang harus dihindari?

Ada pula beberapa hal yang harus Anda hentikan atau hindari untuk menjaga kelancaran produksi ASI Anda. Apa saja hal-hal tersebut?

  • Batasi asupan gula, garam, lemak dan makanan olahan. Sangat tidak bijaksana menggantungkan asupan makanan dari junk food saat menyusui. Terapkanlah pola diet yang rendah lemak dan tinggi serat.
  • Hindari asap rokok karena kebiasaan ini bisa mengurangi produksi ASI. Pastikan juga untuk menghindari asap rokok karena bisa mengganggu perkembangan paru-paru bayi.
  • Jauhi alkohol, karena konsumsinya bisa menghambat pertumbuhan buah si Kecil.
  • Pastikan berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat-obatan apa pun.
  • Hindari penurunan berat badan drastis selama masa menyusui. Banyak ibu baru melahirkan yang ingin cepat-cepat menurunkan berat badan karena ingin bentuk tubuh sebelumnya. Sayangnya, diet ketat bisa mengurangi produksi ASI.

Wanita dengan berat badan normal sebelum hamil dianjurkan untuk menurunkan berat badan tak lebih dari 1 kg per bulan setelah bulan pertama menyusui. Sedangkan pada wanita yang sudah kelebihan sebelum hamil, bisa menurunkan hingga 2 kg per bulan.

  • Jangan melewatkan waktu menyusui atau mengganti asupan ASI dengan susu formula. Kedua hal ini dapat mengganggu pengosongan payudara Anda, sehingga mengurangi demand untuk produksi ASI. Akibatnya, produksi ASI jadi semakin menurun,” kata dr. Sara mengingatkan.

Memperbanyak ASI bisa Anda lakukan dengan cara-cara yang disarankan di atas. Namun jika hal tersebut pun tidak bisa membuat produksi ASI Anda bertambah, ada baiknya Anda segera berkonsultasi dengan konsultan laktasi atau menemui dokter untuk memeriksa kondisi Anda dan mendapatkan solusi yang tepat.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar