Sukses

Ini Bahaya Memakai Sabu Setiap Pagi seperti Nunung

Komedian Nunung ditangkap polisi terkait sabu. Kenali bahaya memakai sabu agar tak terjerumus dalam jerat narkoba.

Klikdokter.com, Jakarta Ditangkapnya komedian Nunung dan suaminya oleh polisi pada Jumat (19/7) lalu terkait narkoba jenis sabu, mengejutkan masyarakat. Selama ini ia dikenal jauh dari  isu semacam itu. Untuk mencegah penyalahgunaan zat ini masyarakat perlu tahu sederet bahaya memakai sabu. 

Sabu bikin ketergantungan

Sabu atau yang juga dikenal crystal, ice, meth adalah salah satu jenis narkoba golongan metamphetamine. Narkotika jenis ini merupakan stimulan di sistem saraf pusat (otak) dan bersifat membuat ketergantungan (adiktif). 

Sabu memiliki bentuk yang beragam, ada yang seperti kristal, bubuk, pil, atau cairan. Penggunaannya pun beragam, berdasarkan bentuknya. Bisa dengan cara diisap seperti rokok, dihirup melalui hidung, diminum, dan ada juga yang disuntik.

Sabu bekerja secara drastis meningkatkan zat kimiawi alami di otak (neurotransmitter) jenis dopamin. Senyawa tersebut mempunyai efek terhadap gerakan, motivasi, dan perilaku yang memunculkan kepuasan seperti konsumsi gula, seks, dan alkohol. 

Kemampuan sabu untuk meningkatkan neurotransmitter dopamin secara drastis akan membuat penggunanya merasa puas dan ingin mengulang kembali perasaan tersebut. Inilah alasan mengapa pengguna sabu akan merasa sangat ketergantungan dengan barang terlarang tersebut.

Efek buruk sabu pada kesehatan

Dilansir Liputan6.com, Nunung mengaku mengonsumsi sabu setiap pagi. Menurutnya cara itu bisa memberinya stamina lebih untuk menjalani aktivitas yang padat. Efek jangka pendek dari sabu memang dapat membuat melek, meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Selain itu, sabu juga membuat penggunanya jauh dari rasa lelah dan kehilangan nafsu makan. 

Dalam jangka panjang, sabu bisa memberikan efek samping yang sangat mengerikan. Beberapa efek yang dimaksud, antara lain:

  • Kecanduan 

Perasaan puas yang timbul akibat penyalahgunaan sabu membuat seseorang tidak bisa lepas dari zat ini. Tetapi, pada penggunaan jangka panjang, sabu dalam jumlah sedikit tak lagi memberikan respons yang sama. Alhasil, untuk merasakan efek yang diinginkan, penggunanya butuh dosis sabu yang lebih tinggi.

Ketika seorang pecandu tidak lagi mengonsumsi sabu karena berbagai alasan, orang tersebut akan resah, gelisah, lemas, merasa “hancur” dan down. Inilah yang biasa disebut dengan reaksi sakau.

  • Berat badan turun

Stamina berlebih dan hilangnya nafsu makan pada pecandu sabu akan menurunkan berat badan secara drastis. Bukan hanya bobot yang menyusut, fungsi tubuh secara keseluruhan juga mengalami penurunan. 

  • Gangguan perilaku

Efek yang paling jelas ditimbulkan oleh sabu adalah gangguan perilaku. Orang yang mengonsumsi sabu akan merasa cemas setiap saat, gelisah jika tidak mengonsumsi sabu, curiga dan berpikir negatif kepada semua orang (paranoid), halusinasi, mudah marah, serta bisa bertindak kasar atau agresif.

  • Gangguan tidur

Dengan stimulasi yang ditimbulkan di otak sehingga meningkatkan stamina, melek dan konsentrasi, pecandu sabu akan sulit untuk tidur. Gangguan tidur yang dirasakan bukan hanya 1–2 jam, tetapi benar-benar tidak tidur sama sekali dalam hitungan hari hingga minggu. Hal ini akan merusak seluruh organ dan sistem yang ada di dalam tubuh.

  • Perubahan fungsi dan struktur otak

Penggunaan sabu dalam jangka waktu lama akan memengaruhi zat kimiawi alami yang ada di otak. Sebagai akibatnya struktur otak akan mengalami perubahan sehingga menyebabkan merosotnya fungsi kognitif, seperti gangguan motivasi, memori dan cara berpikir secara permanen.

Berkaca pada kasus yang menimpa komedian Nunung, Anda sebaiknya benar-benar menjauhkan diri dari sabu dan narkoba jenis lainnya. Dengan menyimak beragam bahaya memakai sabu yang dipaparkan di atas, Anda bisa melindungi diri dan keluarga Anda dari ancaman zat terlarang tersebut. 

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar