Sukses

Makanan Sisa Seminggu Lalu, Masih Amankah untuk Dimakan?

Masak kebanyakan, akhirnya makanan sisa disimpan di kulkas. Sudah dari seminggu lalu, bolehkah makanan sisa dimakan?

Klikdokter.com, Jakarta Saat membuka kulkas, Anda melihat ada dua potong piza, makanan sisa seminggu lalu. Ketika dikeluarkan dari bungkusnya, kondisi makanan masih tampak baik. Namun sebetulnya, apakah makanan sisa tersebut masih aman untuk dimakan?

Tanda jelas makanan tak lagi layak makan adalah adanya perubahan fisik, misalnya adanya cairan, tampak noda hitam (jamur), atau berbau busuk. Namun, makanan sisa di kulkas yang sudah disimpan berhari-hari bisa saja tampilannya masih bagus, tetapi sebenarnya sudah basi dan tidak aman lagi dikonsumsi.

Berapa lama makanan sisa bisa bertahan?

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), makanan sisa bisa disimpan di kulkas maksimal 4 hari. Namun, Randy Worobo ,Ph.D., profesor mikrobiologi dari Universitas Cornell, Amerika Serikat (AS), mengatakan kepada Self, makanan sisa bisa bertahan hingga seminggu, tergantung bagaimana makanan tersebut ditangani.

Kalau Anda pernah mengonsumsi makanan sisa yang tersimpan di kulkas entah sudah berapa lama dan tidak mengalami keluhan apa pun, anggap saja Anda sedang beruntung. Pasalnya, makanan yang disimpan di kulkas terlalu lama bisa menyimpan bakteri, umumnya adalah E.coli dan listeria.

Jika Anda mengonsumsi makanan sisa yang usianya lebih dari seminggu dan tidak mengalami sakit misalnya keracunan makanan, bukannya makanan tersebut tidak mengandung bakteri atau kalaupun ada jumlahnya sedikit. Profesor Randy menjelaskan, jumlah mikroorganisme yang bisa membuat Anda sakit bisa berbeda-beda secara drastis. Sebagai contoh, norovirus butuh 1 hingga 10 mikroorganisme, sedangkan salmonela butuh 100.000 mikroorganisme untuk infeksi bisa terjadi.

Risiko jatuh sakit akibat makan makanan sisa juga tergolong kecil, asalkan Anda mempersiapkan makanan dengan benar.

Selama Anda menghindari kontaminasi silang dan menangani makanan dengan benar sehingga patogen (yang mungkin sudah ada) tidak berkembang biak, beberapa makanan sisa seminggu lalu masih aman dikonsumsi.

Lebih dari itu, risikonya tak lagi sebanding, terutama untuk anak-anak, lansia, orang-orang dengan gangguan imun, wanita hamil, orang-orang dengan kondisi seperti diabetes dan HIV/AIDS, serta mereka yang sedang menjalani terapi kanker. Pasalnya, kondisi-kondisi tersebut rentan sakit meski terpapar sejumlah kecil bakteri.

1 dari 3 halaman

Tidak berlaku pada seafood

Jadi, untuk beberapa jenis makanan, disimpan seminggu di kulkas masih aman. Namun, aturan tersebut tidak berlaku pada seafood. Menurut Philip Tierno, PhD., profesor klinis di departemen mikrobiologi dan patologi dari NYU Langone Medical Center, AS, makanan yang paling terkontaminasi serta gampang dan cepat rusak adalah seafood.

FDA sendiri tidak merekomendasikan untuk menyimpan makanan berbahan seafood lebih dari 2 hari (kecuali ikan asap atau smoked fish, yang tidak apa-apa disimpan selama 14 hari di dalam wadah kedap udara).

Jika Anda bertanya-tanya mengapa makanan sisa tidak bertahan lebih lama daripada bahan makanan segar, itu karena bakteri berkembang lebih cepat dalam makanan yang telah dimasak.

“Mikroorganisme butuh air, suhu yang tepat, serta keasaman yang tepat untuk berkembang biak,” kata Prof. Randy, “jadi jika Anda mencampurkan bahan-bahan kue dengan air dan telur, itu sama saja Anda menyuplai nutrisi untuk patogen.

Tips menyimpan makanan sisa

Makan malam dengan menghangatkan makanan sisa dari kulkas memang praktis, ringkas, dan enak. Karenanya, ikuti tips di bawah ini agar makanan sisa yang Anda simpan di kulkas tetap aman.

1. Tidak membiarkan makanan sisa ada di suhu ruang selama lebih dari 2 jam

Lebih dari itu, makanan bisa masuk zona suhu berbahaya, yaitu 40-140 derajat Fahrenheit (setara dengan 4,4-60 derajat Celcius). Lingkungan tersebut memungkinkan mikroba tumbuh lebih cepat.

Jika Anda berada di tempat yang panas, jangan tinggalkan makanan sisa lebih dari 1 jam sebelum meletakkannya di dalam kulkas, dan pastikan susu kulkas di bawah 4,4 derajat Celcius. Kalau makanan sudah lebih dari 1 jam berada di lingkungan yang panas, amannya masukkan saja ke tong sampah.

2. Tak apa-apa menaruh makanan sisa saat masih kondisinya hangat

Umumnya, banyak orang yang meletakkan makanan yang hangat di suhu ruangan sampai suhunya turun sebelum menyimpannya di kulkas. Namun kata Prof. Philip, itu tidak benar. Katanya, semakin lama makanan ditinggal di suhu ruangan, semakin banyak kesempatan bagi bakteri untuk tumbuh.

Jadi, tak apa memindahkan makanan sisa yang masih hangat. Suhu makanan akan turun lebih cepat dengan cara ini, umumnya sekitar 1 jam. Menaruh makanan panas di dalam kulkas memang bisa meningkatkan suhu kulkas sementara, tetapi akan kembali normal dalam waktu singkat, dan tak akan ‘mengganggu’ makanan lainnya. Beri jarak di antara wadah makanan, dan jika mungkin, tingkatkan sirkulasi udara dingin kulkas.

Selain itu, dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, menganjurkan Anda untuk memperhatikan kondisi kulkas, apakah penuh sesak atau tidak.

“Kulkas yang terlalu penuh akan menyebabkan makanan tidak tersimpan di suhu dingin secara merata dan optimal, sehingga daya tahannya akan menurun,” katanya.

3. Waspadai kontaminasi silang

Kontaminasi silang adalah salah satu kesalahan terbesar konsumen ketika mengemas makanan sisa. Pastikan Anda tidak menyendok makanan dengan sendok bekas yang berkontak dengan makanan mentah yang berpotensi terkontaminasi (seperti daging unggas).

“Pisahkan tempat penyimpanan makanan mentah dan matang untuk mencegah kontaminasi silang,” kata dr. Reza. Selain itu, pastikan wadah penyimpanan dan alat makanan selalu bersih untuk menjamin tak ada patogen yang berpindah ke makanan yang telah dimasak.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

4. Beri label tanggal semua makanan sisa yang masuk ke kulkas

Ini penting supaya Anda tahu sudah berapa lama makanan masuk ke kulkas. Banyak mikroba yang tak terlihat mata, sehingga makanan yang tampak oke-oke saja bisa jadi sarang mikroba berbahaya.

5. Mengatur suhu kulkas dengan tepat

Atur suhu kulkas dengan tepat. Menurut Prof. Randy, anjurannya adalah 4,4-7,2 derajat Celcius.

“Pada suhu kulkas yang berkisar antara 1-5 derajat Celcius, pertumbuhan bakteri sangat lambat. Sedangkan pada suhu freezer (di bawah -18 derajat Celcius), makanan bisa disimpan lebih lama karena pertumbuhan bakteri umumnya berhenti pada suhu tersebut. Meski begitu, kualitas makanan akan semakin menurun,” kata dr. Reza menjelaskan.

6. Panaskan makanan sisa dengan teknik yang tepat

Dikatakan oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, ketika memanaskan makanan sisa, pastikan suhu makanan mencapai 73,8 derajat Celsius, untuk memastikan bakteri dan kuman lainnya tidak dapat berkembang.

“Anda juga bisa merebus atau mengukus makanan. Agar kadar nutrisinya tak banyak yang hilang, tutup wadah saat dipanaskan. Bila memungkinkan, gunakan microwave, karena alat tersebut unggul dalam menjaga nutrisi dan kandungan air dalam makanan,” papar dr. Sepriani.

Pastikan juga makanan panas secara menyeluruh, misalnya dengan cara diaduk atau diputar.

7. Jaga kebersihan

BPOM menganjurkan Anda untuk menjaga kebersihan sebagai salah satu kunci keamanan pangan, yaitu:

  • Mencuci tangan sebelum mengolah pangan dan sesering mungkin selama pengolahan pangan.
  • Cuci tangan setelah menggunakan toilet.
  • Cuci dan sanitasi seluruh permukaan yang berkontak dengan pangan dan alat untuk mengolah pangan.
  • Jagalah area dapur dan pangan dari serangga, hama, dan binatang lainnya.

Umumnya, makanan yang sudah dimasak bisa bertahan selama 3-4 hari di kulkas. Namun jika disimpan dengan cara yang benar, makanan sisa seminggu lalu pun masih boleh dan tergolong aman untuk dimakan. Sayangnya, aturan tersebut tak berlaku untuk seafood yang batas waktu penyimpanan maksimalnya adalah 2 hari, atau makanan yang sudah terlihat berubah warna, tekstur, bentuk, serta berbau tak sedap.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar