Sukses

Risiko di Balik Sedot Lemak yang Perlu Anda Tahu

Sedot lemak tampak menjanjikan untuk memperbaiki penampilan. Tapi, ada risiko-risiko di balik sedot lemak yang perlu Anda tahu.

Sedot lemak (liposuction) merupakan prosedur bedah dengan teknik penyedotan untuk membuang lemak dari area tertentu di tubuh. Beberapa area yang paling sering menjalani sedot lemak adalah perut, panggul, paha, bokong, lengan, leher, dan dagu. 

Beberapa orang melakukan sedot lemak untuk memperbaiki penampilan tubuh. Tidak mengherankan, karena sedot lemak bisa membuat jaringan lemak menipis dalam waktu singkat. 

Dengan demikian, tampilan area tubuh yang gemuk, berlipat, dan longgar menjadi hilang seketika. Selain itu, prosedur liposuction juga mampu membentuk kontur area tubuh menjadi lebih sempurna. 

Sayangnya, seperti berbagai tindakan medis lain, sedot lemak juga memiliki kemungkinan risiko. Beberapa efek samping sedot lemak adalah sebagai berikut:

Artikel Lainnya: Tubuh Kekurangan Lemak, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

1 dari 13 halaman

1. Lebam

Dalam prosedur sedot lemak, akan dibuat sedikit sayatan di bagian kulit untuk memasukkan alat liposuction. Alat tersebut akan menyedot jaringan lemak di bawah kulit. 

Tindakan ini dapat memicu perlukaan di bawah kulit, yang pada akhirnya menyebabkan lebam kebiruan.

2 dari 13 halaman

2. Nyeri

Penyayatan area kulit untuk sedot lemak dapat menimbulkan luka yang membekas. 

Luka ini dapat menyebabkan rasa nyeri yang cukup mengganggu kenyamanan untuk beraktivitas.

3 dari 13 halaman

3. Perdarahan

Jaringan lemak berada di lapisan kulit yang cukup dalam. Untuk itu, prosedur ini melewati lapisan kulit yang memiliki banyak pembuluh darah. 

Maka, akan ada risiko kehilangan darah yang cukup banyak ketika prosedur sedot lemak dilakukan. 

4 dari 13 halaman

4. Alergi

Penggunaan obat-obatan selama prosedur bisa menimbulkan risiko alergi. Efek samping sedot lemak yang satu ini tidak dapat diprediksi. 

Namun, kewaspadaan dan kecekatan tenaga kesehatan akan memperkecil bahaya dari kondisi tersebut.

Artikel Lainnya: Makanan yang Mengandung Lemak Baik

5 dari 13 halaman

5. Kontur Tubuh Tidak Beraturan

Setelah jaringan lemak disedot, kulit di bagian atasnya bisa mengalami perubahan kontur sesuai dengan kadar elastisitas dan ketebalan kulit. 

Bila elastisitas kulit baik, kulit di atasnya akan menempel dengan rata dan halus seperti kondisi awalnya.

Namun, jika kulit Anda tipis dan elastisitasnya kurang baik, kulit di area yang disedot lemak bisa tampak longgar dan bergelambir. Kondisi ini juga bisa terjadi ketika jumlah lemak yang disedot cukup banyak.

Selain itu, proses penyembuhan yang kurang baik bisa menyebabkan gangguan kontur kulit setelah tindakan, misalnya kulit menjadi tampak bergelombang.

6 dari 13 halaman

6. Mati Rasa

Ada kemungkinan Anda akan merasakan sedikit rasa kebas atau mati rasa di area tubuh yang menjadi sasaran prosedur sedot lemak. 

Gangguan saraf ini umumnya bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya. 

7 dari 13 halaman

7. Infeksi

Meski jarang, infeksi pada area kulit yang mengalami sedot lemak bisa saja terjadi. Infeksi kulit bisa memperlambat, bahkan mengganggu penyembuhan. 

Salah satu penyebab infeksi kulit adalah karena masuknya kuman pada luka sayatan.

8 dari 13 halaman

8. Terbentuknya Kantung Berisi Air

Bahaya sedot lemak yang berikutnya, yaitu terbentuknya kantung berisi cairan (serum) pada area dimasukkannya alat liposuction

Cairan tersebut harus dikeluarkan dengan tindakan medis lain, seperti penusukan dengan jarum.

Artikel Lainnya: Fakta di Balik Mitos tentang Lemak yang Populer di Masyarakat

9 dari 13 halaman

9. Emboli Lemak

Sedikit bagian lemak bisa terlepas dan masuk ke pembuluh darah. Ketika ikut mengalir bersama darah, lemak bisa terperangkap di pembuluh yang ukurannya lebih kecil (umumnya di otak atau paru-paru).

Hal tersebut dapat menghentikan aliran darah, sehingga mematikan jaringan di sekitarnya. Kondisi ini membutuhkan tindakan gawat darurat. 

10 dari 13 halaman

10. Luka Cedera pada Organ Sekitar

Ketika alat penyedot dimasukkan ke bawah kulit, ada risiko cedera (tertusuk atau terbentur) pada organ sekitarnya. 

Hal ini utamanya terjadi apabila petugas yang menangani Anda belum berpengalaman melakukan tindakan sedot lemak.

11 dari 13 halaman

11. Luka Bakar

Meski minimal, tetap ada kemungkinan munculnya risiko luka bakar akibat probe ultrasound  yang digunakan untuk sedot lemak. 

Efek samping sedot lemak pada kulit umumnya menyebabkan luka bakar derajat 1 atau 2 ringan.

12 dari 13 halaman

12. Terbentuknya Jaringan Parut

Pada orang-orang yang sensitif, bekas luka operasi penyedotan lemak mungkin saja tidak akan sembuh seperti semula.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut (penebalan area kulit bekas luka) atau jaringan hipertrofik (penebalan yang berwarna merah keunguan). 

Demikianlah beberapa efek samping sedot lemak yang mungkin terjadi selama dan setelah tindakan. Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum melakukan sedot lemak. 

Anda pun mesti melakukan tindakan tersebut di fasilitas dengan tenaga profesional dan bersertifikat. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko efek samping sedot lemak, sehingga manfaatnya bisa Anda rasakan dengan lebih optimal.

Punya pertanyaan seputar prosedur sedot lemak? Ingin tahu fakta tentang prosedur medis lainnya? Anda bisa berkonsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar