Sukses

Labu Siam, Sayuran Aman untuk Penderita Asam Urat

Tahukah Anda, labu siam aman untuk penderita asam urat, lo. Masukkan sayuran ini dalam menu harian Anda untuk merasakan manfaatnya.

Klikdokter.com, Jakarta Anda penderita asam urat dan bingung mau makan apa, kini bisa menambahkan labu siam dalam menu harian Anda. Hal ini jelas menggembirakan karena biasanya penderita penyakit asam urat memang harus menghindari dan mengurangi beberapa jenis makanan tertentu yang mengandung tinggi purin untuk mencegah agar penyakit asam urat tidak kambuh lagi.

Jika biasanya penderita asam urat menghindari beragam sayuran karena mengandung tinggi purin, kini labu siam bisa menjadi pilihan.

Asam urat, momok bagi banyak orang

Penyakit asam urat, atau disebut juga dengan gout adalah salah satu jenis radang sendi yang banyak menyerang laki-laki usia 30 tahun ke atas. Gout paling sering mengenai jempol kaki. 

Penyakit ini dapat sering kambuh jika penderita tidak menjaga pola makan dengan benar. Gejala penyakit asam urat dapat timbul tiba-tiba setelah bangun tidur, bahkan malam hari saat tidur. 

Nyeri yang dirasakan sangat hebat, hingga dapat membangunkan penderita dari tidurnya. Selain nyeri, sendi yang terkena juga menjadi bengkak, merah, hangat, dan menyebabkan sulit untuk berjalan.

Penyakit asam urat disebabkan karena tingginya kadar asam urat di dalam darah, sehingga akhirnya mengkristal dan menumpuk di sendi-sendi, terutama sendi jempol kaki. Penumpukan kristal asam urat yang seharusnya dibuang melalui urine tersebut dapat menyebabkan peradangan pada sendi, sehingga akhirnya timbullah gejala asam urat yang dirasakan penderita.

Banyak makanan pantangan

Asam urat merupakan produk yang terbentuk dari pemecahan purin. Purin banyak terkandung di beberapa jenis makanan, seperti daging merah, jeroan, ikan, cumi, udang, minuman beralkohol, minuman manis kemasan, dan beberapa jenis sayuran seperti tauge, melinjo, bayam, dan kangkung, serta kacang-kacangan.

Apabila kadarnya tidak berlebihan, asam urat akan dibuang keluar dari tubuh oleh ginjal melalui urine. Namun apabila kadar asam urat di dalam tubuh berlebihan, maka asam urat tersebut akan menumpuk menjadi kristal di sendi, terutama sendi ibu jari kaki. 

Selain banyak mengonsumsi makanan tinggi purin, seseorang dapat mengalami gout atau penyakit asam urat apabila ia kelebihan berat badan atau obesitas. Penyakit ini juga bisa muncul jika Anda memiliki penyakit tertentu seperti diabetes, sindrom metabolik, dan penurunan fungsi ginjal. Mengonsumsi obat hipertensi jenis tiazid, atau memiliki keturunan penyakit asam urat di dalam keluarga juga bisa memunculkan penyakit tersebut.

Gout menjadi momok bagi banyak orang. Hal ini karena penyakit ini bisa sering kambuh. Apalagi jika Anda tidak menjaga kadar asam urat dalam batas normal dengan mengatur pola makan dan mengurangi makanan yang tinggi purin. 

Penumpukan kristal asam urat yang berlebihan di sendi juga dapat mengakibatkan perubahan bentuk sendi jari-jari kaki. Kondisi ini terjadi karena kristal tersebut dapat membentuk benjolan yang disebut tophus.

Selain itu, penumpukan kristal asam urat di ginjal juga dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal. Apabila tidak segera diatasi, hal tersebut dapat mengganggu fungsi ginjal, bahkan dapat menyebabkan gagal ginjal.

1 dari 2 halaman

Labu siam, sayuran kaya nutrisi dari Amerika Selatan

Rata-rata penderita gout mengalami kesulitan dalam memilih menu makanan sehari-hari, terutama yang berhubungan dengan sayur-sayuran. Beruntung, labu siam adalah salah satu sayuran yang aman dikonsumsi oleh penderita asam urat, karena hanya mengandung sedikit purin.

Labu siam terkenal sebagai sayuran yang kerap digunakan dalam masakan Indonesia sehari-hari. Namun sebenarnya labu siam berasal dari Amerika Selatan, dan menyebar ke Asia. Tidak hanya Indonesia, banyak negara seperti Filipina, Thailand, Myanmar, Cina, Taiwan, dan India telah banyak mengonsumsi labu siam dalam menu makanan sehari-harinya.

Satu buah labu siam berukuran sedang (berat sekitar 200 gram) mengandung tinggi serat – dapat memenuhi 14% kebutuhan serat harian, mengandung vitamin C, asam folat, vitamin K, vitamin B6, mangan, zink, potasium, dan magnesium. Selain itu, labu siam pun rendah kalori, lemak, sodium, dan karbohidrat.

Dengan demikian, labu siam cocok untuk dijadikan menu makanan sehat siapapun, termasuk Anda yang sedang menjalankan program diet.

Selain vitamin C, labu siam juga mengandung antioksidan lain seperti quercetin dan myricetin yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari pengaruh buruk radikal bebas yang dapat merusak dan menyebabkan penyakit. 

Menurut penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Davao Medical School Foundation, labu siam dapat membantu menurunkan kadar asam urat pada hewan percobaan. Dr. Herminia, kepala peneliti, menyebutkan bahwa ekstrak labu siam yang diberikan kepada kelinci yang kadar asam uratnya tinggi dapat menurunkan kadar asam urat tubuh sebanyak 25%. 

Meskipun terlihat menjanjikan, penelitian tersebut tetap harus diuji lebih lanjut. Apabila benar terbukti, maka labu siam dapat menjadi makanan yang tepat bagi penderita asam urat.

Bagi Anda penderita asam urat, tidak ada salahnya mengonsumsi labu siam sebagai alternatif sayuran dalam menu harian Anda. Meski pendapat yang mengatakan sayuran ini bisa menurunkan kadar asam urat masih perlu penelitian lebih lanjut, namun khasiatnya tetap bisa Anda andalkan.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar