Sukses

Menahan Kencing Saat Ibadah Haji Bisa Picu 5 Penyakit Ini

Saat sedang ibadah haji, orang cenderung menahan kencing karena beragam alasan. Jika Anda juga melakukannya, waspadai penyakit ini.

Klikdokter.com, Jakarta Seseorang mungkin rela untuk menahan kencing akibat suatu alasan, seperti menonton film, terjebak macet ataupun tidak menemukan toilet terdekat. Namun, siapa sangka bahwa para jemaah yang sedang melakukan ibadah haji di Tanah Suci ternyata juga sering menahan kencing.

Ya, karena ingin menjalankan ibadah yang khusyuk, beberapa jemaah haji mungkin sengaja menahan kencing. Terlepas dari keperluan yang dilakukan, menahan kencing sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering. Sebab, perilaku tersebut bisa mencetuskan berbagai masalah kesehatan pada tubuh.

Penyakit akibat menahan kencing

Dalam sehari, seseorang normalnya bisa buang air kecil sebanyak 5 hingga 8 kali, dengan jumlah urine berkisar antara 500–2000 mililiter. Frekuensi ini bisa berubah, tergantung pada seberapa banyak asupan cairan dan faktor lain, seperti usia, kehamilan dan jenis minuman yang dikonsumsi. 

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, jika para jemaah haji sudah kebelet kencing, sebaiknya segera cari toilet dan jangan menundanya. 

“Kalau sudah kebelet, lebih baik langsung dikeluarkan dan jangan ditahan. Ini karena menahan kencing, apalagi bisa terlalu sering dilakukan, bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan pada tubuh,” ujar dr. Dyah Novita.

Adapun beberapa masalah kesehatan yang dimaksud dr. Dyah Novita, yaitu:

  1. Infeksi kandung kemih

Menunda buang air kecil menyebabkan penumpukan dan perkembangan bakteri di dalam saluran kemih. Kondisi ini dapat menyebabkan infeksi, yang gejalanya berupa rasa nyeri atau tidak nyaman saat berkemih, urine berwarna keruh, rasa tidak tuntas saat berkemih, dan tubuh pegal-pegal atau mudah lelah.

  1. Otot kandung kemih melemah

Ketika Anda ingin buang air kecil dan berusaha untuk menahannya, otot yang ada di kandung kemih berperan dalam proses ini. Otot kandung kemih itu sendiri akan berulang kali melakukan kontraksi mengikuti perintah dari otak untuk membendung urine yang seharusnya dikeluarkan. 

Jika hal tersebut sering terjadi, otot kandung kemih bisa melemah dan kemampuan Anda untuk menahan urine yang akan keluar akan hilang. Akibatnya, Anda menjadi lebih mudah untuk mengompol (inkontinensia urine). 

  1. Batu ginjal

Batu ginjal atau nefrolitiasis adalah kondisi menumpuknya endapan mineral di dalam organ ginjal. Apabila tidak dikeluarkan secara teratur, tumbukan tersebut akan semakin banyak dan membentuk kristal keras menyerupai batu. 

Seseorang yang mengalami penyakit batu ginjal biasanya akan merasakan nyeri dan mengeluarkan darah saat buang air kecil. 

  1. Pembengkakan kandung kemih

Kandung kemih adalah tempat penampungan urine untuk dikeluarkan dari tubuh. Organ ini memiliki otot yang elastis, dan reseptor di dalam otak akan mengirimkan sinyal saat kandung kemih sudah terisi penuh dengan air kencing. Sebagai catatan, kandung kemih biasanya hanya bisa menampung sekitar tiga gelas air yang Anda minum.

Jika kandung kemih penuh dan Anda memutuskan untuk menahan urine, kandung kemih akan meregang guna menahan sinyal yang diberikan otak. Jika sudah begini, pembengkakan kandung kemih sangat mungkin terjadi.

  1. Kerusakan ginjal 

Selain menimbulkan infeksi kandung kemih, menahan kencing terlalu lama juga bisa berakibat pada kerusakan ginjal. Sebab, saat Anda menahan buang air kecil, aliran urine dapat berbalik ke dalam ginjal dan memperbesar risiko terjadinya infeksi bahkan mengganggu fungsi ginjal itu sendiri. 

Bagi para jemaah ibadah haji dan masyarakat pada umumnya, Anda sebaiknya tidak lagi menahan kencing, apalagi sampai terlalu lama dan dilakukan berlulang kali. Meski terkesan sepele, perilaku ini bisa membuat tubuh bagian dalam menderita. Oleh karena itu, lebih baik “lepaskan” di toilet dan jangan lagi ditahan-tahan.

(NB/ RVS) 

0 Komentar

Belum ada komentar