Sukses

Waspada, Heatstroke Rentan Menyerang di 3 Kondisi Ini!

Heatstroke bisa membuat suhu tubuh mencapai 40 derajat Celsius. Jadi, kenali kondisi-kondisi yang rentan membuat Anda alami heatstroke!

Klikdokter.com, Jakarta Sebagai orang yang tinggal di negara tropis, cuaca panas mungkin sudah menjadi “makanan” sehari-hari. Namun terkadang, panas yang dirasakan bisa melebihi batas. Saat tubuh Anda sedang lemah, heatstroke atau sengatan panas pun jadi mudah terjadi.

Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, heatstroke merupakan hilangnya kemampuan tubuh untuk menurunkan suhu akibat sengatan panas yang sudah di luar batas. Biasanya, heatstroke disebabkan oleh paparan suhu panas dalam jangka waktu yang lama ditambah dengan aktivitas yang melelahkan.

Heatstroke membutuhkan pertolongan medis sesegera mungkin. Jika penderitanya tidak ditangani dengan cepat dan tepat, komplikasi heatstroke, seperti kerusakan organ vital otak dan jantung, bisa terjadi. Kalau sudah begitu, bukan tak mungkin komplikasi tersebut dapat berujung pada kematian.

Dilansir dari Reader’s Digest, sebuah studi di Injury Epidemiology menyatakan bahwa setiap tahun setidaknya ada 4.100 kunjungan gawat darurat untuk heatstroke di Amerika Serikat. Tidak seperti kelelahan dan kepanasan biasa yang dapat diobati dengan berteduh dan minum air, heatstroke tidak boleh dirawat di rumah.

Gejala heatstroke dan faktor risikonya selain cuaca panas

Saat terkena heatstroke, gejala yang timbul, antara lain menurunnya kesadaran, sakit kepala, frekuensi napas menjadi cepat (napas pendek), denyut nadi meningkat, kulit memerah, panas, dan terasa kering. Penderita juga dapat merasa mual dan ingin muntah, bicara menjadi agak kacau, hingga kejang.

Dikatakan dr. Andika, gejala tersebut akan semakin mudah timbul bila sedari awal Anda memiliki beberapa faktor risiko di bawah ini.

  • Faktor usia. Pada usia anak-anak dan lanjut usia (lansia), risiko untuk mengalami heatstroke lebih besar. “Itu karena adanya pengaruh dari sistem saraf pusat. Pada anak-anak, sistem saraf pusat juga belum terbentuk secara sempurna, sedangkan pada lansia, sudah terjadi penurunan fungsi,” tutur dr. Andika.
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan, seperti obat untuk mempersempit pembuluh darah, obat untuk menghambat kerja hormon adrenalin, obat untuk meningkatkan pengeluaran air dan garam dari tubuh, obat antidepresan, dan antipsikotik. 
  • Sedari awal sudah memiliki penyakit, seperti penyakit jantung, penyakit paru, gastroenteritis, dan riwayat heatstroke di masa lampau.
1 dari 2 halaman

Kondisi ini berpotensi timbulkan heatstroke

Selain beberapa faktor risiko di atas, ada pula tiga kondisi yang lebih memungkinkan Anda terserang heatstroke, yaitu terlalu memaksakan diri untuk berolahraga, bekerja di luar ruangan, serta dehidrasi. Masing-masing detailnya akan dijelaskan di bawah ini.

  • Memaksakan diri saat berolahraga

Kombinasi cuaca panas dan berolahraga terlalu keras bisa membuat Anda mengalami serangan heatstroke. Umumnya, atlet yang kerap mendapat serangan panas karena berlatih selama berbulan-bulan, tak peduli meski cuaca sedang panas-panasnya.

Sementara itu, peristiwa heatstroke saat olahraga biasanya terjadi pada Juli dan Agustus. Pada dua bulan itu, tingkat panas dan kelembapan sangat tinggi.

  • Bekerja di luar ruangan 

Jika Anda mesti bekerja di luar ruangan, tetaplah ingat untuk beristirahat dan minum air dingin. Siapa pun yang melakukan aktivitas fisik yang melelahkan di luar ruangan sangat rentan terkena serangan panas. Minimal, mereka akan mudah merasa kesal (sensitif) karena suhu tubuh meningkat.

  • Kurang minum

Penderita penyakit jantung dan penyakit organ hati lebih mudah mengalami dehidrasi ketimbang yang lain. Jadi, mereka perlu selalu membawa botol minum berisi air dan tidak boleh kekurangan minum.

Dehidrasi akibat kurang minum bisa membuat kondisi fisik mereka semakin menurun. Begitu pula dengan mereka yang tak punya riwayat penyakit, ketika Anda kurang minum, heatstroke lebih mudah menyerang. 

Heatstroke umumnya memang terjadi saat cuaca panas dikombinasikan oleh ketiga kondisi di atas. Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi kemungkinan terkena heatstroke antara lain kenakan pakaian longgar berwarna terang, pakai tabir surya (minimal SPF 30), serta perbanyak asupan cairan.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar