Sukses

Benarkah Heatstroke Bisa Sebabkan Stroke pada Jemaah Haji?

Ada yang bilang, heatstroke pada jemaah haji yang tak segera diatasi bisa menyebabkan stroke. Benarkah demikian?

Klikdokter.com, Jakarta Kondisi heatstroke yang parah sering dikhawatirkan bisa memicu terjadinya stroke. Cuaca terik di Tanah Suci tentu harus diantisipasi para jemaah haji agar tidak terkena serangan panas tersebut.

Heatstroke sendiri merupakan kondisi di mana darah tidak dapat mengalir sampai ke kepala lantaran tubuh tak mampu menoleransi paparan suhu panas matahari. Selama beribadah di Tanah Suci, para jemaah haji asal Indonesia wajib menjaga kondisi tubuhnya agar tidak terserang heatstroke.

Sebagaimana dikatakan oleh dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter. Menurutnya, heatstroke kerap terjadi di negara-negara bercuaca ekstrem, seperti India dan Arab Saudi.

“Suhu di Makkah pada pagi hari adalah 38 derajat Celsius dan diperkirakan meningkat pada sore hari mencapai 43 derajat Celsius,” jelas dr. There.

Karena terjadi peningkatan suhu yang cukup signifikan di negara tersebut, dikhawatirkan bahwa komplikasi heatstroke yang dialami jemaah haji bisa berujung pada stroke.

Heatstroke dan stroke

Menurut dr. Dejandra Rasnaya dari KlikDokter, meski namanya sama-sama ada “stroke”-nya, antara heatstroke dengan stroke sebenarnya tidak saling berhubungan.

Heatstroke dipicu oleh kelelahan, dehidrasi, dan suhu panas. Sedangkan stroke dipicu oleh penyumbatan pembuluh darah dari beragam faktor tanpa harus dipicu udara panas. Jadi, seharusnya heatstroke tidak akan sampai menimbulkan stroke,” tutur dr. Deri.

Dari pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa cuaca panas ekstrem tidak akan menimbulkan terjadinya stroke. Namun, kondisi tersebut dapat membuat suhu tubuh menjadi sangat tinggi sehingga metabolisme menjadi terganggu. 

Padahal, agar metabolisme tubuh berjalan lancar, dibutuhkan beberapa jenis enzim. Nah, enzim-enzim di dalam tubuh hanya akan bekerja di suhu tubuh yang tepat alias normal.

Ketika suhu tubuh terlalu rendah ataupun tinggi, enzim tidak mampu bekerja dan metabolisme tubuh juga tidak akan berjalan baik. Ini artinya, orang yang suhu tubuhnya tidak normal lebih mungkin mengalami suatu penyakit.

Oleh karena itu, meski tidak menimbulkan stroke, terjadinya heatstroke yang tidak segera ditangani dengan baik tetap bisa menimbulkan suatu komplikasi. Misalnya, kerusakan organ vital seperti otak dan jantung.

Cara terbaik atasi heatstroke

Saat terkena heatstroke dan mulai kehilangan kesadaran, penderita memang harus segera mendapatkan pertolongan medis di rumah sakit untuk mencegah terjadinya komplikasi. Namun, sambil menunggu bantuan medis datang, ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika melihat kerabat terkena heatstroke. Beberapa hal tersebut, antara lain:

  • Lepaskan pakaian penderita.
  • Turunkan suhu inti tubuh penderita dengan cara membungkus tubuhnya dengan kain agak tebal yang telah direndam air dingin. 
  • Untuk melancarkan sirkulasi darah, berikan pijatan pada tubuh penderita. 
  • Jika ada yang membawa termometer, ukur suhu tubuh penderita. Jika setelah dibungkus dengan kain dingin suhu tubuhnya sudah turun menjadi kurang dari 38 derajat Celcius, maka ganti kain tersebut dengan selimut yang kering. 

Meski tidak memiliki hubungan dengan stroke, heatstroke adalah kondisi yang tetap harus diwaspadai. Oleh karena itu, selama di Tanah Suci, jemaah haji disarankan untuk selalu membawa botol berisi air minum agar tubuh selalu terhidrasi. Pastikan bahwa Anda benar-benar fit untuk beraktivitas. 

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar