Sukses

Bayi Melintang, Ini Tips agar Posisinya Kembali Normal

Posisi bayi dalam kandungan menentukan kelancaran proses persalinan normal. Lakukan ini agar posisi bayi melintang bisa kembali normal.

Klikdokter.com, Jakarta Posisi bayi dalam kandungan dapat berubah-ubah selama kehamilan. Posisi kepala bayi biasanya berada di bawah, agar persalinan normal dan dapat berjalan lancar. Namun pada beberapa kasus, posisi ditemukan bayi melintang atau sungsang sehingga malah menyulitkan proses persalinan.

Faktanya, sekitar 4% ibu hamil akan melahirkan dengan posisi bayi tidak normal. Sebagian mengalami kepala bayi berada di atas sekitar dada dan bokong jalan lahir atau sungsang (breech). Sedangkan sebagian lainnya mengalami kepala bayi di samping atau melintang (transverse lie).

Penyebab kondisi tersebut masih belum diketahui hingga saat ini. Para pakar kesehatan menduga bahwa posisi bayi sungsang atau melintang dipengaruhi oleh bentuk rahim ibu atau pergerakan bayi itu sendiri.

Mengatasi posisi bayi melintang

Ketika posisi bayi sungsang atau melintang, persalinan normal akan sulit dilakukan. Oleh karena itu, ketika bayi berada di posisi yang tidak seharusnya, ibu hamil wajib berupaya mengatasinya.

Beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk menormalkan posisi bayi melintang, yaitu:

  1. Lakukan posisi knee chest

Knee chest dilakukan dengan memosisikan kepala di bawah dan bokong di atas, seperti sedang bersujud. Posisi ini dapat dilakukan selama 15 menit, sebanyak tiga kali dalam sehari.

Jika sudah hamil besar, posisi ini cukup sulit dilakukan dalam waktu lama. Anda dapat membagi 15 menit tersebut menjadi 3 bagian, yaitu per lima menit.

  1. Lakukan posisi forward-leaning inversion

Posisi forward-leaning inversion agak mirip dengan knee chest. Posisi ini dilakukan di atas sofa atau kasur dengan tangan berada di lantai. Setelah itu, secara perlahan ubah posisi tangan menjadi menyiku sehingga kepala mendekati lantai.

Posisi forward-leaning inversion diharapkan dapat membuat “ruangan” pada rahim bagian bawah agar kepala bayi bisa bergerak turun. Anda dapat melakukan posisi ini selama 30–45 detik sebanyak tujuh kali sehari.

  1. External cephalic version (ECV)

Teknik ini dilakukan oleh dokter spesialis yang ahli. ECV adalah memutar bayi dengan cara mengangkat pantat dan mendorong untuk melakukan “jungkir balik” supaya posisinya kembali normal.

Teknik ECV memiliki tingkat keberhasilan 50%. Keberhasilan teknik ini bisa meningkat jika Anda sudah memiliki anak sebelumnya, terdapat banyak air ketuban, bokong bayi belum masuk ke panggul, otot rahim berada dalam keadaan relaks.

Teknik ECV cukup aman untuk dilakukan. Hanya sekitar 1% dari kasus ECV yang membuat wanita harus melakukan persalinan gawat darurat.

Apakah Anda hamil dengan posisi bayi melintang atau sungsang? Jangan dulu menyerah! Coba lakukan posisi atau teknik di atas untuk mengubah posisi si Kecil menjadi normal agar persalinan lancar. Agar semuanya berlangsung sesuai harapan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang biasa merawat Anda.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar