Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Seks Bisa Ringankan Gejala Parkinson?

Gejala Parkinson bisa diringankan lewat beberapa cara. Tapi, apakah seks termasuk salah satunya?

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit Parkinson adalah kondisi yang berlangsung seumur hidup alias tidak bisa disembuhkan. Meski demikian, gejala penyakit ini bisa diringankan dengan konsumsi obat-obatan yang diberikan dokter, terapi dan pembedahan. Namun ternyata ada yang percaya bahwa seks juga mampu meringankan gejala penyakit tersebut.

Jika benar demikian, seberapa efektifkah seks bisa meringanan gejala Parkinson?

Mengenal penyakit Parkinson

Dikatakan dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, Parkinson adalah penyakit degeneratif sistem saraf yang terjadi pada orang usia lanjut (lansia). Penyakit ini disebabkan oleh adanya kerusakan bagian otak bernama subtansia nigra yang menghasilkan dopamin.

Seseorang yang mengalami Parkinson akan mengalami beberapa gejala khas, yaitu:

  • Kesulitan berjalan
  • Kehilangan kemampuan menghidu (sulit membedakan aroma)
  • Gangguan tidur
  • Gangguan keseimbangan
  • Pergerakan lambat
  • Kesulitan membuat ekspresi di wajah
  • Perubahan vokal
  • Postur bungkuk
  • Mikrografia atau menulis dengan huruf yang sangat kecil.

Hingga saat ini, cara penyembuhan Parkinson hingga tuntas masih belum diketahui. Pengobatan yang ada hanya bertujuan untuk mengurangi keparahan gejala, dan seks disebut-sebut sebagai salah satu metode yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut.

Seks untuk ringankan gejala Parkinson

Sebuah penemuan mengungkap bahwa seks bisa meringankan gejala penyakit Parkinson, terutama pada penderita yang masih tahap awal.

Menurut sebuah studi, perilaku seksual ada hubungannya dengan perkembangan penyakit di antara 355 pasien Parkinson. Sayangnya, temuan ini hanya berlaku untuk pasien berjenis kelamin pria.

"Temuan ini sejalan dengan data yang menunjukkan adanya sebuah hubungan erat antara faktor seksual dan kesehatan umum, baik pada individu yang sehat maupun pada pasien yang mengalami penyakit kronis," kata asisten profesor di University of Salerno's Center for Neurodegenerative Diseases in Salerno, Italia, Dr. Marina Picillo.

Picillo dan rekan-rekan menyimpulkan bahwa pria yang mengalami Parkinson tahap awal dan aktif secara seksual tidak mengalami perkembangan penyakit menjadi lebih parah. Penelitian ini juga mengatakan bahwa pria yang mengalami Parkinson tahap awal dan aktif secara seksual tidak kehilangan keterampilan motorik.

Para peneliti masih belum menemukan alasan mengapa hanya pria yang bisa merasakan manfaat tersebut. Dugaan sementara adalah bahwa penelitian yang dilakukan lebih banyak diikuti oleh pasien pria (238 partisipan) daripada pasien wanita (117 partisipan). Oleh karena itu, hingga saat ini temuan yang ada pada penelitian tersebut masih belum dapat dijadikan sebagai acuan.

Sebab, di sisi lain, dr. Sepriani berpendapat bahwa belum ada penelitian yang benar-benar sahih dan mampu membuktikan bahwa seks bisa meringankan gejala Parkinson. Katanya, Parkinson itu sendiri lebih baik dikenali gejalanya sejak dini supaya tidak bertambah parah dari waktu ke waktu.

"Memang sudah pernah ada beberapa penelitian tentang seks untuk ringankan gejala Parkinson. Namun, hasilnya masih berupa misteri hingga saat ini. Karena Parkinson itu sendiri belum jelas disebabkan oleh apa. Jadi, cara pencegahannya juga belum bisa dipastikan," tutur dr. Sepriani.

Sekarang sudah jelas bahwa seks masih belum terbukti mampu meringankan gejala Parkinson. Namun, tak ada salahnya jika penderita Parkinson ingin memiliki kehidupan seksual yang sehat. Tapi tetap ingat untuk minum obat sesuai anjuran dokter dan menerapkan gaya hidup sehat, ya!

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar