Sukses

Bisakah Stroke Menyerang Tanpa Gejala?

Serangan stroke diketahui bisa berakibat fatal. Mungkin Anda bertanya-tanya, bisakah stroke menyerang tanpa gejala?

Klikdokter.com, Jakarta Stroke masih menjadi salah satu penyakit yang mematikan. Gejala stroke cenderung terjadi tiba-tiba, mendadak, seakan tanpa permisi. Lalu bisakah stroke menyerang tanpa gejala?

Stroke masih menjadi ancaman nyata. Penyakit saraf yang sering dijumpai ini dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang jenis kelamin atau usia. Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), stroke berada dalam kelompok lima besar penyebab kematian utama di dunia, demikian pula di Indonesia.

Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan grafik yang memprihatinkan. Dalam artian, hampir di semua daerah terjadi peningkatan kasus stroke. Jika melihat rerata di Indonesia, angkanya adalah 7 persen tahun 2013, dan tahun 2018 tercatat 10,9 persen.

Jenis-jenis stroke

Awam biasanya hanya mengenal stroke sebagai satu jenis penyakit yang mengakibatkan kelumpuhan pada penderita. Oleh karena itu penting untuk mengenali jenis-jenis stroke. Berdasarkan penjelasan dari dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, ada dua jenis stroke, yakni penyumbatan (iskemik) dan perdarahan (hemoragik).

Stroke iskemik terjadi akibat penyempitan pembuluh darah maupun bekuan darah yang lepas dan menyumbat pembuluh darah otak. Sedangkan stroke hemoragik terjadi akibat pecahnya satu atau lebih pembuluh darah di otak.

“Kedua mekanisme ini menyebabkan asupan darah dan oksigen menuju jaringan otak terhenti sehingga sel-sel otak kekurangan nutrisi. Dalam waktu singkat, organ ini pun mulai mengalami kerusakan,” jelasnya.

1 dari 2 halaman

Mungkinkah stroke menyerang tanpa gejala?

Sama seperti banyak penyakit lain, stroke diketahui memiliki gejala yang khas. Akan tetapi, bisakah penyakit stroke muncul tiba-tiba tanpa gejala?

Menurut dr. Valda Garcia dari KlikDokter, baik stroke ringan hingga stroke berat, selalu ada gejala yang muncul saat stroke menyerang. Dengan kata lain, tak mungkin stroke menyerang tanpa gejala.

"Ketika menyerang, stroke selalu memunculkan gejala. Bedanya terletak serangan yang dialami, apakah itu ringan atau berat. Misalnya pada stroke ringan, gejala bisa hilang. Sementara pada stroke berat, gejalanya bisa menetap,” kata dr. Valda.

"Memang tidak selalu kelemahan anggota tubuh. Tapi, biasanya ada gejala lain yang bisa mengiringi," tambahnya.

Proses penyakit stroke cukup cepat, sehingga penyakit ini tergolong sebagai kondisi kegawatan. Bila terlambat ditangani, kondisi kecacatan seperti lumpuh, bahkan kematian dapat terjadi. Jadi, bagi mereka yang berisiko tinggi, penting untuk mengetahui gejala stroke agar bisa segera ditangani.

Gejala stroke yang perlu Anda tahu

Penanganan yang cepat dan tepat dapat mencegah kerusakan otak semakin meluas, begitu juga kecacatan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala stroke supaya bisa ditangani secepat mungkin.

1. Kelemahan anggota tubuh

Ini adalah gejala umum dari stroke, baik stroke iskemik maupun stroke hemoragik. Biasanya, kelemahan terjadi pada satu sisi anggota tubuh, misalnya tangan dan kaki kanan, atau tangan dan kaki kiri.

"Pada stroke penyumbatan, kelemahan tersebut terjadi secara bertahap, sementara pada stroke perdarahan terjadi lebih cepat," kata dr. Sepriani.

2. Sulit bicara

Penderita stroke biasanya mengalami kesulitan bicara, ini karena penderita mengalami pelo, cadel, seperti bergumam atau berkumur. Selain itu, penderita juga biasanya sulit mengerti instruksi atau pembicaraan orang lain.

3. Pandangan ganda

"Gangguan saraf juga menyerang saraf penglihatan, sehingga saat melihat sebuah benda akan berbayang atau menjadi dua yang disebut dengan diplopia," ungkap dr. Sepriani.

4. Wajah tampak tidak simetris

Stroke membuat persarafan di bagian wajah juga terganggu. Akhirnya, bagian wajah penderita akan tampak tidak simetris, misalnya mulut cenderung mengarah ke satu sisi wajah, atau salah satu kelopak mata agak tertutup.

5. Sakit kepala hebat

Keluhan ini umumnya dirasakan pada stroke perdarahan. Sakit kepala hebat tersebut biasanya diikuti dengan mual, muntah, dan penurunan kesadaran.

Bisa berakibat fatal, tetapi stroke bisa dicegah

Ada beragam cara untuk mencegah munculnya gejala stroke. Salah satunya adalah dengan olahraga. Mulai detik ini, berolahragalah secara teratur. Rekomendasinya adalah 3-5 kali per minggu selama 30 menit. Selain itu, pengaturan pola makan juga tak kalah penting.

“Perbanyak konsumsi buah dan sayur, serta ganti sumber lemak dengan lemak sehat seperti minyak zaitun, minyak jagung. Hindari pula makanan tinggi gula dan garam, karena akan meningkatkan tekanan darah dan membuat Anda rentan mengalami diabetes. Jangan lupa hentikan kebiasaan yang buruk seperti merokok serta minum alkohol agar jantung dan pembuluh darah Anda tetap sehat,” ujar dr. Sepriani.

Kesimpulannya, stroke tak bisa menyerang tanpa menampakkan gejala. Catat dan ingat selalu gejala stroke yang disebutkan di atas. Mengenali gejalanya dengan tepat bisa berdampak penting dalam kecepatan dan ketepatan penanganan, sehingga penderita bisa diselamatkan.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar