Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Kiat Berhubungan Seks Saat Hamil Muda

Banyak pasangan takut berhubungan seks saat hamil muda. Bagaimana cara berhubungan saat hamil muda dengan aman? Berikut penjelasan lengkapnya.

Di satu sisi, hubungan intim merupakan salah satu kebutuhan pasangan suami istri. Namun, di sisi lain, kondisi kehamilan membuat banyak ketakutan muncul, mulai dari khawatir janin tidak berkembang baik hingga keguguran.

Bagaimana fakta sebenarnya? Apa boleh berhubungan seks saat hamil muda? Ketahui lebih lanjut cara berhubungan saat hamil muda yang aman berikut ini.

1 dari 3 halaman

Hindari Berhubungan pada Kondisi Ini

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, Anda perlu mengetahui beberapa kondisi ketika hubungan intim tidak disarankan saat hamil, yaitu:

  • Riwayat Keguguran Berulang pada Kehamilan Sebelumnya

Yang dimaksud dengan keguguran berulang adalah keguguran yang terjadi lebih dari dua kali pada kehamilan sebelumnya.

Apabila Anda mengalaminya, maka hubungan intim saat hamil muda akan meningkatkan risiko keguguran. Jadi, sebaiknya dibatasi atau dihindari, khususnya selama trimester pertama.

Artikel Lainnya: Tips Aman Berhubungan Seks di Trimester Ketiga Kehamilan

  • Riwayat Persalinan Prematur Sebelumnya

Apabila Anda pernah melahirkan prematur, yakni persalinan sebelum usia 37 minggu, maka sebaiknya hubungan intim saat hamil dihindari atau dibatasi.

  • Kehamilan Kembar

Jika Anda sedang hamil janin kembar, dokter mungkin akan menyarankan untuk mengistirahatkan panggul Anda. Hal ini berarti hubungan seksual saat hamil muda perlu dibatasi.

  • Mengalami Perdarahan dari Jalan Lahir

Jika Anda sedang mengalami perdarahan dari vagina yang terjadi sepanjang masa kehamilan, sebaiknya hubungan intim dibatasi terlebih dahulu.

Perdarahan dari vagina saat hamil dapat berasal dari plasenta yang letaknya di bawah atau menutupi mulut rahim (plasenta previa).

  • Mengalami Inkompetensi Serviks

Inkompetensi serviks adalah kondisi saat serviks (mulut rahim) menipis dan membuka sebelum waktunya untuk persalinan. Hal ini dapat membuat ibu rentan mengalami keguguran maupun persalinan prematur.

Bila ibu hamil mengalami inkompetensia serviks, umumnya dokter akan menyarankan untuk membatasi atau menghindari hubungan saat hamil muda.

  • Ibu Merasa Nyeri di Atas Perut Bawah

Nyeri di daerah perut bawah yang menjalar ke pinggang yang berlangsung rutin dengan intensitas semakin kuat dapat mengarah pada persalinan dini.

Jika ibu mengalami hal ini, sebaiknya membatasi atau menghindari hubungan intim saat hamil.

  • Mengalami Infeksi di Area Kewanitaan

Infeksi di area kewanitaan dapat menimbulkan gejala seperti keputihan berbau, terasa gatal dan panas, nyeri di perut bawah, demam, hingga menggigil. Bila ibu mengalami hal ini, sebaiknya menghindari hubungan intim hingga infeksi teratasi.

Kondisi-kondisi di atas membuat ibu hamil perlu menghindari atau menunda berhubungan seksual selama hamil.

Artikel Lainnya: Pasutri, Ini Posisi Seks yang Bisa Dilakukan saat Hamil

2 dari 3 halaman

Cara Berhubungan Saat Hamil Muda

Lantas, bagaimana cara berhubungan saat hamil muda dengan aman dan nyaman? Berikut beberapa kiat yang dapat Anda ikuti ketika berhubungan saat hamil muda:

1. Ketahui Waktu yang Tepat

Anda dan pasangan perlu mengetahui waktu yang tepat untuk berhubungan intim, setelah kehamilan diketahui.

Untuk itu, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan demi mengetahui apakah sudah cukup aman bagi ibu yang hamil muda untuk berhubungan intim.

2. Saat Ibu Sudah Merasa Siap dan Nyaman

Hal lain yang perlu diperhatikan sebelum berhubungan saat hamil muda adalah faktor kesiapan ibu. Dokter mungkin sudah mengizinkan, tetapi faktor perasaan dan kenyamanan ibu tetap perlu diprioritaskan.

Di trimester pertama, banyak ibu akan mengalami mual, muntah, dan mudah lelah yang tentu akan memengaruhi keinginan dan kenyamanan saat berhubungan intim.

Karena itu, pasangan perlu memahami hal ini dan bersedia menunggu, hingga ibu merasa siap dan nyaman melakukan hubungan intim saat hamil muda.

3. Perhatikan Posisi Saat Berhubungan

Saat berhubungan di masa kehamilan, posisi berhubungan seksual pun perlu diperhatikan sedemikian rupa hingga tidak menekan perut atau mengganggu aliran darah ke janin.

Karena itu, para dokter biasanya akan menyarankan posisi woman-on-top, menyamping, atau doggie-style (keempat ekstremitas menumpu tubuh). Keempat posisi ini dapat menopang perut selama hubungan intim.

Artikel Lainnya: Sederet Manfaat Berhubungan Intim saat Hamil

4. Awasi Tanda Bahaya

Anda perlu mengawasi adanya tanda bahaya saat melakukan hubungan intim selama hamil.

Tanda bahaya tersebut antara lain adanya kram perut yang menetap selama beberapa hari setelah hubungan intim dan perdarahan yang berlangsung lama. Jika salah satu terjadi, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter.

Secara umum, hubungan intim di saat hamil muda bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan berlebihan. Selama mengikuti kiat di atas, Anda boleh berhubungan saat hamil muda.

Jangan lupa selalu kontrol kehamilan rutin ke dokter kandungan untuk mengetahui kondisi janin dan kehamilan Anda. Gunakan LiveChat dokter kandungan untuk konsultasi lebih cepat dan mudah.

(FR/AYU)

Referensi:

  • The American College of Obstetricians and Gynecologists. Diakses 2022. Is it safe to have sex during pregnancy?
  • Canadian Medical Association Journal. Diakses 2022. Sex in pregnancy.

0 Komentar

Belum ada komentar