Sukses

Kapan Waktu yang Tepat Memberi Air Putih pada Bayi?

Tak sedikit orang tua yang bertanya-tanya, kapan bayi boleh minum air putih? Daripada salah langkah, baca ini dulu sebelum memberi air putih untuk bayi Anda.

Pernahkah Anda diwanti-wanti untuk tidak memberikan air putih pada bayi? Hal ini tentunya menjadi pertanyaan karena bayi dan anak-anak dikenal sering mengalami kondisi kekurangan cairan atau dehidrasi. Tak heran jika ‘kapan bayi boleh minum air putih?’ adalah salah satu hal yang sering menjadi pertanyaan para orang tua.

Untuk menjawab kebingungan Anda, simak penjelasan di bawah ini!

1 dari 3 halaman

Benarkah Bayi Tidak Memerlukan Air Putih?

Sebagaimana yang kita tahu, air putih merupakan sumber minuman yang paling sehat untuk manusia. Cairan yang terdiri dari senyawa kimia H20 ini berperan penting pada kelangsungan hidup manusia.   

Hal tersebut tidaklah mengherankan karena kurang lebih 60 persen tubuh manusia terdiri dari air. Air yang umum disebut air mineral ini berperan dalam metabolisme, suhu tubuh, fungsi sel, kelembapan kulit, dan masih banyak lagi.

Artikel Lainnya: Kapan Bayi Boleh Mulai Minum Air Putih?

Namun sebelum menjawab pertanyaan kapan bayi boleh minum air putih, perlu disepakati bersama yang disebut sebagai bayi adalah anak berusia 0-1 tahun. Lalu, apakah tepat jika bayi minum air putih?

ASI merupakan makanan bayi yang paling utama selama enam bulan pertama kehidupannya. ASI mengandung 80 persen air, apalagi cairan ASI yang keluar awal. Sehingga pada kondisi ASI eksklusif, bayi sebenarnya tidak memerlukan air putih untuk memenuhi kebutuhan cairannya. 

ASI juga tetap dapat memenuhi kebutuhan cairan bayi, meski bayi Anda berkeringat saat cuaca yang panas. 

Ketahui juga bahwa bayi mempunyai sensibilitas terhadap rasa haus yang lebih rendah daripada orang dewasa dan tidak mampu mengekspresikan rasa haus sehingga sering terjadi dehidrasi. Anda dapat memberikan ASI sesering mungkin untuk mengatasinya. 

Karena selain untuk memenuhi dahaga, kandungan nutrisi dan antibodi dalam ASI penting untuk kesehatan bayi.

Artikel Lainnya: 4 Tanda Anak Kurang Minum Air Putih

2 dari 3 halaman

Di Usia Berapa Bayi Boleh Minum Air Putih?

Para ahli telah merekomendasikan kapan bayi boleh minum air putih sesuai dengan usia bayi. Berdasarkan anjuran dari WHO dan IDAI, bayi boleh minum air putih ketika berusia di atas 6 bulan. Hal ini dikarenakan saluran pencernaan bayi sudah lebih matang untuk bekerja. 

Meski sudah boleh minum air putih, jumlah asupan air putih untuk bayi disarankan hanya sedikit dan tidak terlalu banyak. Jika bayi banyak mengonsumsi air putih, maka dirinya akan merasa kembung dan kenyang sehingga keinginan untuk mengonsumsi ASI dan MPASI menjadi berkurang. 

Tentunya hal tersebut dapat mengganggu asupan nutrisi yang seharusnya didapat bayi. Ketika sudah berusia di atas 1 tahun barulah anak boleh minum air putih sesuai keinginannya.

Bayi berusia 0-6 bulan memerlukan cairan 700 mL/hari yang hanya bersumber dari ASI. Pada bayi berusia 7-12 bulan memerlukan cairan sekitar 800 mL/hari yang dapat dipenuhi dari makanan seperti MPASI maupun minuman seperti ASI, air putih, susu, atau jus buah.

Jika Anda memberi air putih untuk bayi berusia di bawah 6 bulan, hal yang paling umum terjadi adalah infeksi saluran pencernaan yang dapat menyebabkan diare dan malnutrisi. Ini karena air putih yang dikonsumsi tidak sepenuhnya steril dari kontaminasi bakteri.

Oleh karena itu, bukan hal yang tepat jika memberikan bayi minum air putih. Terutama bayi di bawah usia 6 bulan, karena ASI saja sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan mereka. 

Mengetahui kapan bayi boleh minum air putih merupakan hal yang penting untuk diperhatikan setiap orang tua. Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar nutrisi bayi atau masalah kesehatan lainnya, silakan bertanya langsung kepada dokter kami melalui fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

[FY/ RS] 

0 Komentar

Belum ada komentar