Sukses

Waspadai Cara Penularan Flu Unta Saat Ibadah Haji

Flu unta mungkin jarang ditemukan di Indonesia. Tapi, waspadai penularan virus ini saat Anda berada di Tanah Suci untuk ibadah haji.

Klikdokter.com, Jakarta Flu unta merupakan jenis flu yang disebabkan oleh virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) atau sering juga disebut flu Arab. Penyakit ini pertama kali ditemukan dan dilaporkan terjadi di Arab Saudi pada bulan September 2012. Jika saat ini Anda sedang ibadah haji di Tanah Suci, waspadai penularan penyakit ini.

Penularan flu unta

Penyebaran penyakit flu unta biasanya bermula dari unta yang telah terinfeksi. Seseorang dapat terjangkit virus ini bila berdekatan dengan unta yang telah terinfeksi atau mengonsumsi produk olahan yang berasal dari unta tersebut, seperti air susu ataupun daging unta.

Flu unta ini dapat menular kepada semua kelompok usia, mulai dari anak-anak,  dewasa, hingga lansia.

Jika Anda melakukan kontak dengan seseorang yang terinfeksi MERS-CoV, segera hubungi penyedia layanan kesehatan untuk dilakukan evaluasi. Hal ini perlu dilakukan terutama saat menjalankan ibadah haji atau umroh.

Penyedia layanan kesehatan tersebut biasanya akan meminta pengujian laboratorium dan merekomendasikan pemeriksaan penunjang lainnya, tergantung pada temuan ataupun gejala klinis yang muncul. Penderita akan diminta untuk memantau kesehatannya selama 14 hari, setelah terpapar virus.

Gejala flu unta yang harus Anda ketahui

Ada beragam gejala yang menyertai penyakit flu unta ini. Agar Anda dapat lebih waspada, kenali gejala-gejala awal yang mungkin menjadi tanda infeksi flu unta.

Berikut beberapa gejala yang biasanya menyertai flu unta:

  • Demam atau menggigil
  • Gejala seperti flu / common cold
  • Batuk hingga sesak napas
  • Nyeri pada otot hampir di seluruh tubuh
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Mual atau muntah.

Jika Anda mengalami gejala tersebut, segera hubungi penyedia layanan kesehatan terdekat dan informasikan tentang kemungkinan paparan MERS-CoV. Dengan demikian pihak atau kantor kesehatan yang berwenang bisa langsung mengambil langkah-langkah untuk mencegah orang lain agar tidak terinfeksi.

Risiko tertular flu unta dan tips mengatasinya

Flu unta ditularkan oleh virus  Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV). Penularannya dari satu orang ke orang lain biasanya terjadi melalui percikan air liur penderita flu unta yang sedang batuk atau bersin.

Seseorang akan lebih berisiko tertular penyakit flu unta bila memiliki kondisi sebagai berikut:

  • Memiliki anggota keluarga dekat atau satu rumah dengan penderita flu unta.
  • Petugas kesehatan di rumah sakit yang tengah menangani kasus flu unta.
  • Tengah bepergian ke daerah yang terjangkit wabah flu unta, seperti negara-negara Timur Tengah.
  • Melakukan kontak dengan unta yang sudah terjangkit infeksi, misalnya berdekatan dengan unta yang sakit, minum air seni unta, makan daging unta, atau mengonsumsi susu unta.

Untuk mengurangi risiko terjadinya penularan virus dari flu unta, maka Anda dapat melakukan hal-hal berikut ini:

  • Rajin mencuci tangan setiap kali menggunakan fasilitas umum, seperti toilet umum, pegangan tangga, gagang pintu, lift atau kendaraan umum. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama setidaknya 20 detik. Selain menggunakan air mengalir dan sabun, Anda bisa menggunakan hand sanitizerdengan bahan dasar alkohol.
  • Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang belum dicuci.
  • Hindari kontak fisik seperti berciuman atau bergantian alat makan dengan orang lain.

Virus flu unta memang terbilang baru terdengar beberapa tahun terakhir. Hingga saat ini belum ada vaksin untuk virus tersebut. Jika Anda saat ini sedang berada di Tanah Suci untuk ibadah haji waspadai penularan penyakit ini. Lakukan kiat-kiat yang disarankan di atas. Jika Anda merasakan beberapa gejala yang mirip dengan gejala flu unta, segera periksakan diri ke dokter.

[NP/RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar