Sukses

Tips Mudah Menurunkan Hipertensi sebelum ke Dokter

Hipertensi adalah faktor risiko banyak penyakit serius yang akibatnya bisa fatal. Ini cara mudah menurunkan tekanan darah sebelum pergi ke dokter.

Klikdokter.com, Jakarta Butuh penanganan dokter, tetapi sayangnya hipertensi kerap diabaikan. Sebelum memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, Anda bisa menerapkan cara mudah untuk menurunkan tekanan darah tinggi, lho!

Hipertensi banyak dialami oleh orang Indonesia. Sayangnya, kondisi yang sering kali tidak menimbulkan gejala ini tidak dikelola dengan baik. Tekanan darah bergantung pada beberapa faktor. Mulai dari volume darah yang harus dipompa oleh jantung, serta hambatan terhadap aliran darah dalam pembuluh darah. Semakin sempit pembuluh darah (misalnya jika ada sumbatan), maka tekanan darah pun cenderung meninggi.

Jika Anda punya masalah hipertensi, apa saja yang bisa dilakukan di rumah sebelum memeriksakan diri ke dokter?

  1. Menjaga pola makan

    Pola makan yang disarankan bagi penderita hipertensi adalah diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Pola makan ini menekankan konsumsi makanan rendah garam, buah dan sayur, susu rendah lemak, whole grain, ikan, unggas, kacang-kacangan, serta membatasi makanan manis dan daging merah. Pada mereka dengan tekanan darah tinggi, pola makan ini dapat membantu menurunkan tekanan darah hingga 11 mmHg.

    Bahkan hanya dengan mengonsumsi makanan rendah garam, penderita hipertensi bisa mengurangi tekanan darahnya sebanyak 5-6 mmHg. Tindakan yang bisa Anda lakukan adalah:

    • Membaca label makanan dan minuman yang akan dibeli. Jika memungkinkan, pilih opsi bebas atau rendah garam. Waspadai juga makanan dengan label rendah lemak, karena sering kali makanan ini mengandung banyak gula dan garam untuk menggantikan lemak yang hilang.
    • Kurangi atau hindari makanan kalengan dan sudah diproses, misalnya kornet dan sosis. Kurangi juga makan di restoran karena seringnya banyak ditambahkan gula dan garam.
    • Bumbui masakan dengan bijaksana. Tak cuma mengurangi garam, tetapi juga bumbu lain seperti kecap atau penyedap. Cobalah bereksperimen dengan rempah-rempah untuk membumbui masakan agar tidak bergantung pada garam.

    Perubahan drastis dan mendadak memang tidak mudah. Namun, Anda bisa mengurangi penggunaan garam secara bertahap, sehingga lidah bisa beradaptasi dengan rasa baru ini.

    Anda juga bisa mengonsumsi makanan yang tinggi akan kalium seperti pisang, kiwi, alpukat, kentang yang tidak dikupas, kacang-kacangan, atau yoghurt. Zat ini dapat mengurangi efek garam pada tubuh sembari mengurangi tegangan pada pembuluh darah.

    Sumber makanan tinggi kalium dianggap lebih efektif menurunkan tekanan darah daripada suplemen kalium. Namun, Anda yang punya penyakit ginjal tidak disarankan mengonsumsi makanan yang tinggi kalium.

    Konsumsi cokelat diperbolehkan. Bisa dengan dark chocolate atau memilih bubuk kakao instan yang dapat diaplikasikan ke berbagai makanan dan minuman.

    Pilih bubuk kakao yang murni dan rendah gula, karena mengandung antioksidan tinggi yang baik untuk kesehatan jantung. Flavonoid dalam cokelat juga bisa membantu menurunkan tekanan darah.

  1. Berolahraga dan rutin bergerak

Olahraga rutin meningkatkan detak jantung dan laju pernapasan, sehingga melatih jantung agar kuat dan dapat memompa darah dengan efektif. Hasilnya, tekanan pada pembuluh darah menurun, sehingga tekanan darah berkurang.

Pada penderita hipertensi, olahraga rutin dapat menurunkan tekanan darah sebanyak 5-8 mmHg. Perlu diingat, olahraga harus dilakukan secara rutin dan konsisten. Jika tidak, tekanan darah bisa kembali naik.

Anda disarankan melakukan olahraga selama 40 menit per sesi, sebanyak 3-4 kali per minggu. Jika sulit, sebagai langkah awal Anda dapat membaginya menjadi 10-15 menit per sesi sebanyak 3-4 kali per hari.

Lakukan juga usaha untuk lebih aktif bergerak setiap harinya. Misalnya dengan melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga, memilih naik tangga lift atau eskalator, memilih untuk jalan kaki atau bersepeda ke lokasi yang tidak jauh ketimbang pesan ojek online atau menyetir, dan lain-lain.

  1. Berhenti merokok

Merokok, terutama dalam jangka panjang, membuat tubuh terpapar zat kimia yang merusak dinding pembuluh darah. Akibatnya, terjadi peradangan dan penyempitan pembuluh darah, sehingga timbul hipertensi karena pembuluh darah mengeras.

Tak hanya perokok pasif, sayangnya perokok pasif juga bisa merasakan efek tersebut. Karenanya, jika menyayangi diri dan orang-orang di sekitar Anda, segeralah berhenti merokok.

Untuk Anda yang tidak merokok, hindari paparan asap rokok. Misalnya dengan memilih lokasi bebas asap rokok saat makan di restoran atau beraktivitas, atau menegur orang terdekat yang merokok.

Itulah tiga cara mudah untuk menurunkan hipertensi sebelum memeriksakan diri ke dokter. Namun, jika kondisi hipertensi tak juga membaik, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Tiga cara di atas juga sebaiknya diterapkan penderita hipertensi yang sudah mengonsumsi obat antihipertensi, begitu juga orang-orang dengan tekanan darah normal agar terhindar dari kondisi yang disebut-sebut sebagai salah satu silent killer ini.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar