Sukses

Tips Siap Kembali Bekerja Setelah Melahirkan

Sebelum kembali bekerja setelah melahirkan, ada beberapa hal yang harus ibu siapkan. Apa saja? Simak tips kembali bekerja setelah melahirkan di sini.

Kembali bekerja setelah melahirkan, apalagi setelah cuti panjang, merupakan tantangan tersendiri bagi para ibu. 

Meskipun mental sudah dipersiapkan, sering kali realita yang dihadapi lebih sulit dari apa yang diperkirakan, terutama karena harus meninggalkan anak.

Perasaan sedih harus meninggalkan anak bercampur dengan tuntutan profesional pekerjaan. 

Belum lagi, berbagai kebutuhan finansial yang harus dipenuhi. Tak jarang, seorang ibu wanita karier kesulitan dalam bertransisi menata kembali kesehariannya usai cuti melahirkan.

Kondisi tersebut tak hanya berpengaruh pada ibu, tapi juga pada seberapa cepat bayi menyesuaikan diri dengan ritme keseharian yang baru. 

Karena itu, Anda yang ingin kembali bekerja setelah melahirkan, harus mempersiapkan hal ini sebaik mungkin. Berikut tips siap kembali bekerja setelah cuti melahirkan.

1 dari 5 halaman

1. Menentukan pengganti yang akan mengasuh anak

Sebelum mulai bekerja, terlebih dahulu, tetapkan siapa orang yang bisa dipercaya untuk mengasuh bayi. 

Bila tidak berencana menggunakan pengasuh, atur waktu Anda dan pasangan atau orang tua untuk merawat si kecil atau membawanya ke tempat penitipan anak.

Hal ini sungguh krusial. Pastikan si kecil dalam kondisi aman dan nyaman, sehingga Anda dapat bekerja dengan tenang selama di kantor. 

Hindari mempersiapkan hal ini terlalu mepet dengan hari Anda kembali masuk kantor agar bisa menghindari kendala di luar ekspektasi.

Artikel Lainnya: Ini Bahayanya Jika Ibu Memaksa Lahiran Normal

2. Mempersiapkan Rangkaian Rutinitas Baru

Dengan ketidakhadiran Anda di rumah, cobalah untuk menyusun serangkaian aktivitas untuk si kecil, yang nantinya akan Anda serahkan ke pengasuh atau seseorang yang Anda percaya. 

Buat jadwal yang rutin untuk dilakukan bayi saat Anda bekerja, mulai dari bangun tidur, mandi, makan, mengganti popok, dan lain-lain.

Jika pengasuh lebih dari 1 orang, Anda bisa membagi waktu jaga untuk keduanya. Momen pengasuhan pun bisa lebih optimal.

Namun sebelum membuat aturan ini, pastikan Anda sendiri telah melatih bayi untuk menjalankan rangkaian aktivitas hariannya dengan teratur.

Untuk memonitor anak, Anda juga dapat mengunduh aplikasi di telepon genggam. Aktivitas bayi setiap hari bisa terpantau dengan baik, dan Anda menjadi lebih tenang.

Jika Anda memutuskan menitipkan bayi ke daycare, kombinasikan kebiasaan si kecil terhadap jadwal yang sudah disusun di daycare tersebut.

Setidaknya, berikan informasi tentang apa saja ciri khas si kecil. Misalnya, sensitivitas terhadap sesuatu, kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan, dan lain-lain.

Artikel Lainnya: Inilah yang Terjadi pada Tubuh Pasca Persalinan

2 dari 5 halaman

3. Kuasai Teknik Memompa ASI yang Benar

Alangkah baiknya jika Anda meneruskan memberikan ASI meskipun sibuk bekerja. Berlatihlah menggunakan pompa dan mulailah menyiapkan cadangan ASI untuk hari-hari awal bekerja. 

Sebab, kesibukan pekerjaan yang sulit diprediksi sering menghambat jadwal rutin Anda untuk memompa ASI di kantor.

Jika Anda menggunakan botol, pastikan untuk menggunakan tipe botol dengan puting yang beraliran rendah. Hal tersebut bertujuan agar alirannya menyerupai susu dari payudara ibu.

Jangan  lupa, temukan tempat yang nyaman untuk memompa ASI di area kantor. Bila perlu, bawa tempat khusus untuk menyimpan ASI yang sudah dipompa. 

Anda dapat membawa kotak khusus untuk diletakkan di lemari pendingin, atau membawa cooler bag.

Artikel Lainnya: Penting! Cara Tepat Mengejan Saat Melahirkan

4. Manajemen Ekspektasi Bekerja

Kembali bekerja setelah melahirkan tentu akan membuat ritme kegiatan Anda berubah. Untuk itu, Anda perlu menyesuaikan ekspektasi baik dari diri sendiri maupun lingkungan tempat Anda bekerja mengenai ritme baru ini.

Yang pertama adalah diri sendiri. Sadarilah bahwa diri Anda yang sekarang tentunya sudah berbeda dengan diri Anda yang dulu.

Misalnya, waktu dan perhatian yang harus Anda bagi, serta energi yang dimiliki. Anda mungkin akan lebih sulit berpaku pada satu hal dalam satu waktu dengan adanya si kecil kini. 

Temukan irama kerja baru Anda secara perlahan dan carilah bagaimana situasi ternyaman untuk Anda.

Setelah diri sendiri, Anda juga perlu mengomunikasikan ekspektasi atasan dan rekan kerja saat kembali bekerja setelah melahirkan.

Misalnya, Anda mungkin akan sulit menerima panggilan terkait pekerjaan di luar jam kerja dan perlunya menyesuaikan waktu lembur.

Artikel Lainnya: Ini yang Terjadi pada Vagina Usai Melahirkan

3 dari 5 halaman

5. Berpakaian dengan Nyaman

Jika sebelum melahirkan Anda bisa berangkat kerja dengan pakaian modis plus aneka aksesori, mungkin hal ini berubah setelah melahirkan.

Selain karena ukuran tubuh yang belum kembali, tentunya faktor kenyamanan dan efisiensi waktu kini menjadi pertimbangan.

Tentunya, hal ini tidak berarti Anda tidak bisa tampil modis saat bekerja. Kini, sudah banyak label fashion khusus baju dengan akses menyusui yang model pakaiannya mengikuti tren terkini.

Model pakaian ini akan memudahkan Anda saat harus memompa ASI di kantor. Carilah model yang ternyaman untuk mengurangi rasa stres akibat penampilan.

6. Jaga Pola Makan

Saat bekerja sewaktu lajang atau belum memiliki anak, tak jarang jam makan menjadi berantakan. Kebutuhan cairan pun sering tidak tercukupi akibat padatnya aktivitas dan pekerjaan yang menumpuk.

Hal ini harus berubah saat Anda kembali bekerja setelah melahirkan. Perhatikan pola makan dan kecukupan cairan jika Anda berniat untuk tetap memberikan ASI perah pada anak.

Tak hanya untuk kualitas dan kuantitas ASI, kecukupan nutrisi juga penting bagi Anda yang menjalani dua peran: wanita karier dan ibu.

Artikel Lainnya: Tips Atasi Post Baby Bumps atau Perut Buncit Setelah Melahirkan

4 dari 5 halaman

7. Cari Titik Tengah

Sulit berkonsentrasi saat baru mulai kembali bekerja setelah memiliki anak bukanlah hal yang tabu. 

Rasa rindu melihat gemasnya si Kecil, mencium aroma tubuhnya, dan mendengar suaranya tentu menjadi sebuah pemecah konsentrasi yang tak terelakkan.

Belum lagi rasa khawatir memikirkan apakah anak sedang lapar, rewel, atau lainnya. Untuk itu, penting agar Anda menanamkan rasa percaya pada pengasuh anak baik, di rumah maupun di tempat penitipan anak.

Dengan begini, Anda bisa bekerja dengan lebih tenang sambil sesekali menanyakan kabar anak saat jam istirahat kepada pengasuhnya.

Cari titik keseimbangan antara fokus bekerja dengan tetap mencurahkan perhatian untuk anak dari jauh. Keseimbangan ini penting untuk ketenangan hati dan agar pikiran Anda senantiasa jernih dan terhindar dari stres.

Artikel Lainnya: 5 Olahraga Setelah Melahirkan yang Wajib Anda Coba

8. Bersabar dan Tidak Perlu Terburu-buru

Fase transisi dari bekerja sebelum memiliki anak, cuti melahirkan, hingga kembali bekerja setelah cuti melahirkan bukanlah hal yang mudah. Anda mungkin tidak bisa langsung beradaptasi dalam waktu yang singkat.

Bersabarlah dan maafkan diri Anda jika tidak langsung bisa beradaptasi dengan perubahan besar ini.

Itulah beberapa persiapan kerja setelah cuti melahirkan. Masa-masa ini memang tak mudah. Namun, hadapilah dengan tenang, sehingga bayi akan merasa tenang.

Jika Anda merasa memerlukan waktu tambahan untuk transisi, diskusikan dengan atasan. Carilah jalan keluar yang Anda dan keluarga rasa merupakan yang terbaik.

Manfaatkan layanan Tumbuh Kembang Anak dari Klikdokter untuk memantau perkembangan si kecil.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar