Sukses

7 Manfaat Buah Delima bagi Jemaah Haji

Selain rasanya yang manis dan segar, manfaat buah delima bagi kesehatan juga luar biasa, termasuk bagi jemaah haji. Apa saja khasiatnya?

Klikdokter.com, Jakarta Jemaah haji yang sedang menunaikan ibadah haji perlu menjaga kesehatan dengan pola makan yang sehat termasuk mengonsumsi buah. Salah satu buah yang direkomendasikan adalah delima. Manfaat buah delima bagi kesehatan sangat besar, itu mengapa buah ini bisa dijadikan pilihan.

Delima, yang memiliki nama ilmiah Punica granatum, merupakan buah yang dibudidayakan di Iran, Arab Saudi, Afganistan, India, termasuk Indonesia. Di Tanah Suci, buah delima pun cukup banyak dijajakan dalam bentuk buah utuh maupun jus.

Sederet manfaat buah delima

Rasa buah delima yang manis dan segar, memang membuat banyak orang menggemarinya. Berikut ini adalah beberapa manfaat buah delima untuk kesehatan.

  1. Melindungi dari penyakit jantung

Menurut dr. Muhammad Iqbal Ramadhan dari KlikDokter, buah delima mengandung flavonoid yang baik untuk kesehatan jantung.

“Dalam buah delima itu kan ada kandungan flavonoid, nah, itulah yang berfungsi untuk melancarkan sirkulasi darah. Sirkulasi darah yang lancar sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang memiliki aktivitas tinggi termasuk para jemaah haji. Ketika sirkulasi darah lancar, maka aktivitas jantung pun akan terjaga dengan baik,” terangnya.

  1. Mengurangi nyeri sendi

“Kandungan antioksidan dalam buah delima juga bisa mengatasi peradangan sendi dalam tubuh. Tidak hanya kandungan antioksidannya, tapi kandungan lainnya seperti kalium, magnesium, dan zink juga mampu meredakan peradangan sendi pada jemaah haji yang melakukan banyak aktivitas fisik,” tambah dr. Iqbal.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

  1. Menurunkan kadar kolesterol

Dengan alasan takut tidak cocok dengan makanan lokal di Tanah Suci, banyak jemaah yang memilih untuk membawa makanan awetan atau kemasan dari Tanah Air.

Menurut dr. Iqbal, makanan yang sudah diawetkan dan mengandung lemak banyak dapat menimbulkan kolesterol saat menunaikan ibadah haji.

“Dalam buah delima itu juga ada kandungan polifenol, yang dapat memperlambat pertumbuhan plak dan penumpukan kolesterol di arteri. Tidak hanya itu, polifenol sendiri juga mampu melindungi sel-sel dalam tubuh dari radikal bebas, ” ujar dr. Iqbal.

  1. Melawan obesitas

Mengutip dari laman Medical News Today, studi tahun 2016 yang dilakukan para peneliti di Universitas Queen Margaret di Skotlandia memberikan partisipan suplemen delima setiap hari. Selain itu, mereka juga diberi segelas jus buah delima sebelum makan. Hasilnya, mereka yang diberi suplemen kenyang lebih lama merasa kenyang lebih lama dan keinginan untuk makan berkurang daripada kelompok lainnya.

  1. Antiinflamasi

Jus buah delima merupakan agen antiiflamasi yang kuat karena kandungan antioksidannya yang tinggi. Fungsinya adalah untuk mengurangi peradangan di seluruh tubuh dan mencegah stres oksidatif.

  1. Melawan artritis

Artritis – awam menyebutnya reumatik – merupakan penyakit yang banyak dialami populasi dunia. Dalam sebuah studi 2016, peneliti menemukan bahwa ekstrak buah delima mampu menurunkan biomarker artritis reumatoid dan stres oksidatif.

Selain itu, kandungan flavonol dalam buah delima juga dapat membantu mencegah peradangan yang berkontribusi terhadap osteoartritis dan kerusakan tulang rawan.

  1. Melancarkan pencernaan

Sembelit banyak dialami oleh jemaah haji. Untuk itu, mereka perlu mengonsumsi buah-buahan yang mengandung serat tinggi untuk melancarkan pencernaan. Salah satu buah yang bisa jadi pilihan adalah delima.

2 dari 3 halaman

Waspadai interaksi buah delima dengan obat-obatan

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, beberapa jenis obat bisa terganggu penyerapannya bila dikonsumsi dengan makanan atau minuman tertentu. Salah satunya adalah buah delima.

Makan atau minum jus buah delima sebaiknya dihindari bersamaan dengan obat-obatan ini:

  • Obat antikonvulsan

Jika jemaah sedang mengonsumsi obat antikonvulsan (umumnya digunakan untuk mengatasi kejang) seperti carbamazepine, sebaiknya hindari minum obat bersamaan dengan delima.

Peneliti di Miyazaki Medical College Hospital di Jepang dalam jurnal “Drug Metabolism and Disposition: The Biological Fate of Chemicals”, menemukan bahwa minum jus buah delima bersamaan dengan obat carbamazepine dapat mengganggu metabolisme obat di dalam hati. Efek samping dari obat pun bisa meningkat.

  • Obat hipertensi

Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal “Complementary Therapies in Clinical Practice”, konsumsi buah delima juga dapat membantu menurunkan tekanan darah.

“Oleh karena itu, konsumsi buah delima tidak dianjurkan bersamaan dengan obat hipertensi karena bisa membuat tekanan darah Anda turun drastis, dan menimbulkan berbagai gejala seperti pusing berputar, pandangan kabur, lelah, dan bahkan pingsan,” jelas dr. Nadia.

  • Obat antikoagulan

Obat antikoagulan (pengencer darah) seperti warfarin dimetabolisme dan dipecah di dalam tubuh. Berdasarkan riset dari Imperial Healthcare NHS Trust London yang dipublikasikan di “Emergency Medical Journal”, konsumsi delima bersamaan dengan obat pengencer darah bisa mengurangi kecepatan pemecahan obat pengencer darah di dalam tubuh, sehingga efek samping obat bisa meningkat.

  • Obat kolesterol

Obat kolesterol golongan statin jika dikonsumsi bersamaan dengan buah delima dapat meningkatkan risiko toksisitas di dalam tubuh. Bahkan, penelitian dari divisi kardiologi di Rumah Sakit Hartford, Amerika Serikat, yang dipublikasikan di “American Journal of Cardiology” menemukan, konsumsi delima bersamaan dengan obat rosuvastatin (penurun kolesterol) dapat meningkatkan risiko rhabdomyolysis, yaitu kondisi terjadinya pemecahan otot dan bisa menyebabkan gagal ginjal.

Manfaat buah delima bagi kesehatan memang cukup banyak, termasuk bagi jemaah haji. Namun, konsumsinya juga harus diperhatikan, apalagi jika sedang mengonsumsi obat-obatan yang disebutkan di atas. Selain delima, jemaah haji juga disarankan untuk perbanyak konsumsi buah dan sayuran lainnya, minum air secara cukup, serta menjaga pola makan keseluruhan tetap sehat demi meningkatkan kesehatan selama ibadah haji.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar