Sukses

Latihan Treadmill Bisa Mengurangi Nyeri Haid?

Ada berbagai cara untuk mengurangi nyeri haid, salah satunya adalah dengan latihan treadmill. Efektifkah?

Klikdokter.com, Jakarta Nyeri haid adalah salah satu musuh bulanan para wanita. Ada berbagai cara untuk mengurangi nyeri haid, salah satunya adalah dengan latihan di atas treadmill. Seberapa efektif cara ini untuk menggurangi nyeri haid?

Biasanya, cara paling ampuh untuk mengurangi keluhan nyeri haid adalah dengan mengenggak obat pereda nyeri yang dijual bebas. Meski demikian, konsumsi obat tersebut terus-terusan tiap bulan, apalagi tanpa pengawasan dokter, dikatakan bisa mendatangkan masalah kesehatan.

Untuk Anda yang lebih suka dengan cara yang alami sekaligus menyehatkan, Anda bisa mencoba meredakan nyeri menstruasi dengan berlatih di atas treadmill.

Lari di atas treadmill bisa redakan nyeri haid

Dilansir dari laman Medical News Today, sebuah uji klinis baru menemukan bahwa latihan treadmill dapat meringankan gejala nyeri haid atau dismenorea. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal kesehatan “Contemporary Clinical Trials”.

Nyeri haid dapat memengaruhi setidaknya 59 persen wanita. Bahkan, 20 persen di antaranya mengalami dismenorea yang parah, yang membuat mereka tak mampu beraktivitas.

Maka dari itu, Priya Kannan, Ph.D., dari School of Physiotherapy di Universitas Otago, Selandia Baru, melakukan sebuah studi tentang olahraga yang dapat membantu meredakan nyeri haid.

Studi dilakukan dengan memilih 70 partisipan wanita dengan rentang usia 18-43 tahun, lalu mereka dibagi menjadi dua kelompok.

Satu kelompok diawasi selama 4 minggu dan dilanjutkan dengan latihan treadmill tanpa pengawasan selama 6 bulan berikutnya. Pada 4 minggu pertama, partisipan wanita melakukan latihan treadmill tiga kali seminggu, dimulai pada hari pertama setelah menstruasi berakhir. Hasilnya, ditemukan penurunan intensitas nyeri setelah rutin berlatih di atas treadmill.

Secara keseluruhan, para peneliti menyimpulkan bahwa olahraga memang dapat meringankan nyeri haid, bahkan peningkatkan kualitas hidup dari aspek lainnya. Sayangnya, sebagian besar partisipan tidak mendapatkan manfaat yang signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur meski mereka sudah rutin berolahraga.

Kesimpulan dari penelitian ini sebenarnya bisa membantu mengubah pola kebiasaan kaum wanita. Sebab, menjelang dan saat menstruasi, wanita cenderung menghindari aktivitas fisik karena takut “bocor”, malas bergerak akibat nyeri, atau takut nyeri makin parah.

1 dari 2 halaman

Endorfin si penyelamat

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, latihan fisik bisa meredakan nyeri. Saat menstruasi berbagai hormon dalam tubuh wanita, seperti estrogen dan prostaglandin, melonjak tinggi.

Estrogen yang tinggi menyebabkan perut terasa kembung, sementara dismenorea disebabkan oleh prostaglandin yang menciptakan kontraksi rahim dan dinding usus. Nah, olahraga adalah salah satu cara untuk mengurangi keluhan-keluhan tersebut.

“Saat berolahraga, otak akan mengeluarkan zat beta endorfin. Endorfin tersebut memiliki efek antinyeri, memberikan rasa nyaman, serta efek relaksasi sehingga bisa mengurangi nyeri haid. Olahraga juga dapat membantu melancarkan peredaran darah sehingga sensasi kram dan pegal di tubuh dapat berkurang,” ungkap dr. Sepriani.

Selain treadmill, pilihan olahraga lain yang punya efek sama adalah jalan cepat, lari, bersepeda, yoga, dan berenang. Lakukan secara rutin (tidak hanya saat jelang menstruasi) sebanyak lima kali seminggu, dengan durasi 30 menit per hari.

Cara alami lainnya untuk mengatasi nyeri haid

Selain dengan berolahraga, ada pula beragam cara lainnya yang juga bisa mengatasi keluhan nyeri perut saat menstruasi yang masih dalam batas normal. Beberapa cara yang bisa ditempuh adalah:

  • Kompres air hangat untuk merelaksasi otot rahim.
  • Pemijatan di area pinggang.
  • Berendam air hangat.
  • Hindari makanan tinggi garam.
  • Hindari rokok dan alkohol.
  • Tidur.
  • Pertimbangkan konsumsi pil KB untuk mengatur hormon tubuh di bawah pengawasan dokter.
  • Minum minuman hangat.
  • Hindari kafein.

Beragam cara di atas bisa Anda lakukan untuk mengurangi terjadinya nyeri haid. Waspadai jika nyeri haid muncul lebih dari 2-3 hari. Apalagi jika disertai kondisi lain seperti intensitas nyeri begitu berat,mual, muntah, pingsan, dan diare. Jika sampai terjadi, segera periksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan agar bisa ditangani secara optimal.

Namun jika nyeri yang terjadi masih pada batas normal, latihan treadmill  bisa berguna untuk mengurangi nyeri haid yang datang. Tak hanya bisa meredaka nyeri, latihan fisik tersebut juga baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar