Sukses

Tips Atasi Kulit Kering bagi Jemaah Haji

Kulit kering adalah masalah yang sering dialami jemaah haji ketika berada di Tanah Suci. Simak tips untuk mengatasinya berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Ibadah haji dipenuhi oleh serangkaian aktivitas fisik yang sangat menguras fisik. Berbagai masalah kesehatan pun rentan dialami jemaah calon haji ketika berada di Tanah Suci. Salah satunya adalah masalah kulit kering.

Kondisi kulit kering seperti itu bisa terjadi akibat cuaca ekstrem yang mencapai 50 derajat celcius dan disertai angin kencang. Paparan suhu panas dalam waktu lama akan menyebabkan kulit kehilangan kelembapannya.

Suhu panas serta udara kering dapat menguapkan cairan pada lapisan kulit, sehingga kulit menjadi dehidrasi. Jika dibiarkan, kulit kering bisa menyebabkan kulit pecah-pecah hingga terkelupas, sehingga akan muncul rasa nyeri atau perih. Kondisi ini tentu akan sangat mengganggu ibadah Anda.

Kiat mengatasi kulit kering

Maka dari itu, para jemaah haji perlu memperhatikan apa saja yang perlu dipersiapkan untuk mencegah terjadinya kulit kering selama berada di Tanah suci.

Berikut adalah sejumlah tips yang bisa Anda lakukan:

  • Banyak minum air putih

Sebagian besar jemaah haji sering lupa untuk mengonsumsi lebih banyak air putih. Padahal, dengan cuaca ekstrem di Tanah Suci, tubuh akan membutuhkan lebih banyak asupan cairan dari biasanya agar terhindar dari dehidrasi.

Dehidrasi juga bisa membahayakan Anda jika sampai menyebabkan heatstroke. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh memanas tidak hanya dari luar karena paparan cuaca terik, tapi juga dari dalam.

Saat suhu meningkat, darah dapat mengalami pembekuan, sehingga darah pun tidak bisa dipompa ke otak, yang memiliki fungsi utama dalam mengontrol sistem tubuh.

Ada baiknya, hindari juga minuman berwarna seperti kopi, teh dan soda.

  • Gunakan pelembap

Selama berada di Tanah Suci, usahakan untuk selalu menggunakan pelembap pada kulit, termasuk moisturizer wajah, body lotion dan lip balm.

Hal tersebut sangat penting untuk menambah kelembapan pada kulit serta menahan penguapan air dari lapisan kulit yang terjadi akibat suhu panas dan kering. Gunakan pelembap segera setelah mandi, minimal 2 kali sehari dan dapat diulangi sesering mungkin.

  • Gunakan face mist

Face mist berbentuk air dapat digunakan untuk menambah kelembapan kulit. Produk ini biasanya digunakan dengan menyemprotkan cairan ke wajah dengan jarak 20 cm.

Selain menambah kelembapan kulit, hal ini juga akan membuat kulit terasa lebih segar. Hindari penggunaan face mist yang mengandung alkohol karena justru akan membuat kulit semakin kering dan iritasi.

  • Gunakan sabun yang memiliki pelembap

Banyak merek sabun yang dijual di pasaran. Akan tetapi, ketika akan pergi ke Tanah Suci, usahakan untuk membawa sabun yang tinggi pelembab.

Hal ini dapat membantu melembapkan kulit selama berada di lingkungan dengan suhu panas. Hindari penggunaan sabun antiseptik karena justru akan membuat kulit menjadi semakin kering.

  • Hindari mandi dan cuci muka dengan air panas atau hangat

Usahakan mandi dengan air suhu ruangan atau dingin. Sebab, hal ini akan membuat kulit tidak kehilangan banyak air.

Terlalu sering atau lama mandi dengan air panas juga akan membuat kulit menjadi semakin kering.

Selain tips di atas, jangan lupa juga untuk menambahkan sayur dan buah pada menu makanan sehari-hari. Jika masalah kulit kering sudah tidak bisa diatasi sendiri dan cukup mengganggu aktivitas ibadah, segeralah berkonsultasi dengan dokter koleter Anda atau di fasilitas kesehatan terdekat.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar