Sukses

Muncul Ketombe pada Anak, Atasi dengan Cara ini

Waspada, ketombe pada anak juga bisa terjadi. Jika anak Anda mengalaminya, atasi dengan cara di bawah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Tidak hanya dialami oleh orang dewasa, ketombe pada anak pun bisa terjadi. Meski tidak berbahaya, serpihan kecil pada kulit kepala anak bisa sangat mengganggu. Akibatnya aktivitasnya pun bisa terhambat dan kepercayaan diri si anak juga terganggu.

Ketombe terjadi ketika sel kulit mati menumpuk pada kulit kepala. Beberapa peneliti menilai bahwa ketombe dapat disebabkan oleh produksi minyak kulit (sebum) yang berlebihan oleh kelenjar minyak dan folikel rambut.

Salah satu jenis jamur yang disebut malassezia dapat tumbuh dalam sebum bersamaan dengan bakteri. Hal ini juga mungkin faktor lain yang menyebabkan munculnya ketombe.

Ketombe juga sering terjadi pada anak remaja yang mungkin disebabkan oleh peningkatan hormon, sehingga produksi sebum berlebih. Uniknya, ketombe lebih sering mengenai anak laki-laki dibanding anak perempuan.

Penyebab ketombe yang perlu Anda tahu

Dalam bahasa medis ketombe biasanya dikenal sebagai dermatitis seboroik. Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan munculnya ketombe selain dermatitis seboroik, seperti :

  • Kulit kering akibat udara yang dingin dan kering.
  • Kondisi kulit lain seperti eksim, jerawat, atau psoriasis.
  • Cuci rambut terlalu sering atau tidak cukup sering.
  • Penggunaan produk perawatan rambut atau pewarna rambut yang meninggalkan residu serpihan kering, atau penggunaannya menyebabkan reaksi.

Jika si Kecil ketombean, mungkin mereka memiliki kulit kepala yang sangat kering atau gatal. Sebab, bila Anak sering menggaruk, kulit kepala mungkin menjadi merah dan sakit, bahkan menyebabkan kerontokan.

Tips mengatasi ketombe pada anak

Ketombe dapat dibasmi segera bila dikendalikan dengan cara yang tepat. Cara mengatasi ketombe pada anak yang bisa Anda coba adalah sebagai berikut :

  • Sisir rambut anak sebelum dicuci untuk membuang serpihan-serpihan kulit mati. Tapi ingat, jangan sisir terlalu kuat agar tidak terjadi iritasi kulit.
  • Cuci rambut dengan lakukan pemijatan sampo ke kulit kepala anak, biarkan selama 5 menit, lalu bilas dengan bersih.
  • Hindari penggunaan kondisioner.
  • Hindari penggunaan produk rambut yang berminyak.
  • Hindarkan anak dari hal-hal yang memicu stres, karena dapat mencetuskan munculnya ketombe.
  • Beri anak nutrisi zink lebih banyak seperti ikan, kacang kedelai, daging, kuning telur, gandum utuh dan biji bunga matahari.
  • Beritahu anak untuk konsumsi cairan sebanyak mungkin.

Bila dengan melakukan hal tersebut keluhan ketombe pada anak masih terjadi, sebaiknya konsultasikan langsung ke dokter spesialis anak atau dokter spesialis kulit dan kelamin. Dokter mungkin akan memberi sampo atau krim obat untuk mengatasi keluhan Anda tersebut, seperti:

  • Sampo ketaconazole 2%.
  • Sampo selenium sulfida.
  • Sampo coal tar.

Saat ketombe telah dapat dikendalikan, kurangi penggunaan sampo obat. Contohnya, cuci dengan sampo biasa satu kali, kemudian gunakan sampo obat untuk pencucian berikutnya. Tak perlu cemas, Anda dapat tetap menggunakan sampo obat untuk mencegah ketombe datang kembali.

Yang harus menjadi perhatian, ada kondisi tertentu di mana Anda perlu membawa si Kecil berkonsultasi langsung dengan dokter, yakni :

  • Ketombe tidak membaik setelah 2-3 minggu perawatan.
  • Muncul bercak tebal dan bersisik (dapat menjadi tanda awal psoriasis) pada kulit kepala si Kecil.
  • Anak tetap menggaruk kulit kepala walau sudah perawatan.
  • Rambut anak mengalami kerontokan dan kulit kepalanya merah.

Munculnya ketombe pada anak dapat mengganggu aktivitasnya sehari-hari. Selain itu kondisi tersebut juga rentan membuat anak jadi kurang percaya diri. Bantu anak dalam mengatasinya dengan mengaplikasikan cara-cara di atas.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar