Sukses

Sering Makan Ikan Asin Bisa Picu Kanker?

Si lauk murah meriah ikan asin katanya dapat memicu kanker kalau terlalu sering dikonsumsi. Benarkah anggapan ini?

Klikdokter.com, Jakarta Bagi sebagian orang, ikan asin merupakan salah satu sumber protein yang dapat meningkatkan selera makan, apalagi bila dipadukan dengan lalapan serta sambal terasi. Namun ada anggapan yang mengatakan bahwa sering makan ikan asin bisa memicu kanker jika dikonsumsi terlalu sering.

Dilansir dari health.detik.com, pria asal Blora, Jawa Tengah, yang bernama Ekariyana diduga mengidap kanker nasofaring akibat kebiasaannya yang selalu menyantap ikan asin. Namun, benarkah kanker tersebut hanya disebabkan oleh ikan asin? Atau sebenarnya ada beragam faktor lain yang memicu kondisi tersebut?

Ikan itu sehat, proses pengolahannya bikin tak sehat

Ikan asin biasanya dibuat dari beberapa jenis ikan, misalnya ikan gabus atau tenggiri. Proses pengawetannya dibuat dengan menggunakan garam dalam jumlah banyak, sehingga dapat disimpan di suhu ruangan selama berbulan-bulan.

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, ikan mengandung banyak nutrisi, seperti protein, vitamin, mineral, dan asam lemak omega 3. Akan tetapi, kandungan tersebut dapat berubah atau bahkan menghilang karena cara pengolahan yang tidak tepat.

Ketika ikan sudah digarami dan dikeringkan seperti ikan asin, nilai gizi dan nutrisinya akan berkurang drastis.

Ada yang diawetkan dengan boraks atau formalin

Ikan asin dikaitkan dengan kanker bermula saat sejumlah oknum mengawetkannya tak hanya menggunakan garam. Mereka juga menggunakan  bahan pengawet berbahaya – seperti  formalin dan boraks – untuk membuat ikan asin bisa disimpan lebih lama.

Menurut dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter, jika ikan asin diawetkan hanya murni dengan garam, seharusnya tak akan sampai mencetuskan penyakit seperti kanker.

“Lagi pula, kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh multifaktoral. Penyebabnya tak cuma satu. Jadi, selain ikan asin yang berpengawet kimia berbahaya, bisa juga karena dia gemar makan makanan berpengawet lainnya dan memiliki kebiasaan merokok. Kalau keluarganya ada riwayat kanker, risiko itu pun semakin tinggi,” jelas dr. Devia.

Makanan tinggi garam bisa merusak kesehatan

Jika Anda termasuk penggemar ikan asin, coba teliti lagi ikan yang selama ini Anda beli. Dokter Devia menyarankan Anda untuk mulai mengurangi frekuensi serta jumlah konsumsinya ikan asin. Sebab, bagaimanapun juga, ikan asin adalah makanan tinggi garam yang tidak baik untuk tekanan darah Anda bila dikonsumsi terlalu sering.

Garam memang dibutuhkan tubuh, tetapi jika dikonsumsi berlebih dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Untuk itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan untuk tidak mengonsumsi garam lebih dari 5 gram setiap harinya. Sedangkan, untuk ikan asin yang diolah dalam kemasan, biasanya membutuhkan sekitar 30 kilogram garam per 100 kilogram ikan asin.

Lalu, ada juga penelitian yang menyebutkan adanya peningkatan risiko kanker pada responden yang banyak mengonsumsi ikan asin dan makanan yang diasinkan lainnya. Hal ini diduga akibat adanya kandungan bahan karsinogenik N-nitroso yang terbentuk dari pengawet nitrat atau nitrit yang terkandung dalam makanan asin tersebut.

Dengan demikian, benar bahwa ikan asin dapat menyebabkan kanker bila prosesnya menggunakan bahan pengawet kimia berbahaya. Namun ingat, ikan asin hanyalah satu dari sekian banyak faktor yang mencetuskan sel kanker, sehingga Anda juga mesti menghentikan pola hidup tak sehat lainnya.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar