Sukses

Bullying di Tempat Kerja Akibatkan Hal Ini pada Korban

Perundungan alias bullying di tempat kerja berdampak tidak ringan pada korban. Apa saja yang bisa dialami korban akibat tindakan ini?

Klikdokter.com, Jakarta Siapa bilang kasus bullying di tempat kerja tidak pernah ada? Bullying di kantor bisa jadi tidak sama dengan kasus perundungan lainnya. Faktanya, bullying di tempat kerja tak melulu berurusan dengan fisik, seperti yang Anda saksikan di televisi. Tindakan seperti itu mungkin sudah sangat jarang ditemui.

Bullying di tempat kerja yang sangat mungkin terjadi saat ini lebih mengarah pada kondisi psikis atau mental korban. Para pelaku bullying lebih fokus untuk “menjatuhkan” mental korban dengan cacian atau makian, merendahkan nama baik, selalu memberikan kritik negatif secara sepihak, fitnah dan lain-lain.

Beragam cara dan kondisi perundungan di kantor semacam itulah yang perlu diwaspadai.

Bullying bukanlah candaan

Parahnya lagi, ada beberapa orang yang menganggap bahwa hal-hal yang berkaitan dengan bullying sebagai sebuah candaan untuk ditertawakan. Kondisi seperti ini memang tidak terlihat nyata, namun mampu membuat korban berpikir berlebihan tentang diri sendiri yang belum tentu benar. Pada akhirnya, korban bisa merasa sedih, cemas, depresi, bingung, dan terisolasi dari lingkungan sekitar.

Selain itu, korban bullying juga akan mengalami penurunan performa di tempat kerja. Korban akan kehilangan kemampuan untuk membuat keputusan dengan tepat, tidak mampu berkosentrasi dengan baik, rasa percaya diri menurun, loyalitas pada perusahaan berkurang, dan frekuensi bolos kerja meningkat tajam.

Korban bullying juga akan mengalami penurunan motivasi kerja, karena pola pikirnya hanya terfokus untuk mempertahankan diri, menghindari pelaku bullying, mencari perlindungan atau dukungan, serta mempersiapkan rencana untuk menghadapi situasi tersebut. Alhasil, korban bullying akan terbebani oleh pikiran-pikiran tersebut, yang pada akhirnya akan menurunkan kualitas dirinya sebagai seorang pekerja.

Tak berhenti di situ, bullying juga berdampak pada kesehatan fisik si korban. Mereka yang menjadi korban bullying di tempat kerja atau ruang lingkup lain bisa mengalami stres, cemas, serangan panik, kesulitan tidur dan tekanan darah meningkat. Semua kondisi tersebut rentan membuat korban menjadi lebih berisiko mengalami tukak lambung, penyakit jantung koroner dan stroke.

1 dari 2 halaman

Menyikapi bullying di tempat kerja

Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam menyikapi perilaku bullying di tempat kerja:

  • Sebagai atasan

Jika Anda berposisi sebagai atasan, berikan perhatian yang serius terhadap kasus bullying di tempat kerja. Pasalnya, tindakan tersebut bisa menciptakan suasana kerja yang tidak kondusif, sehingga mampu menurunkan produktivitas dan meningkatkan masalah kesehatan para pekerja.

Anda wajib menjauhi sikap bullying dan berani menindak tegas siapapun yang melakukan perilaku tidak terpuji tersebut di tempat kerja.

  • Sebagai sesama pekerja

Sementara itu, apabila Anda adalah seorang pekerja, ingatkan kepada siapa pun yang menjadi rekan kerja untuk tidak melakukan perilaku bullying. Anda bisa memulainya dari diri sendiri, agar orang lain bisa tergerak untuk menghindari perilaku bullying.

Kalaupun ada seseorang yang sudah terlanjur menjadi korban bullying di tempat kerja, berpihaklah padanya dengan memberikan dukungan secara psikologis tanpa melawan pelaku. Hal ini bertujuan agar korban tidak telanjur terpuruk akibat kondisi yang dialaminya. Selain itu juga bisa mencegah pelaku melakukan bullying lanjutan karena Anda membela korban.

  • Sebagai korban

Jika Anda adalah korban, hal pertama yang mesti dilakukan adalah mencari tahu pelaku bullying. Jika pelaku adalah atasan Anda, sebaiknya pertimbangkan untuk keluar dari tempat kerja tersebut. Sebab, atasan yang gemar melakukan bullying tidak akan membuat Anda berkembang.

Namun, jika pelakunya adalah rekan kerja, maka Anda perlu berdiskusi dengan atasan untuk mencari solusi terbaik agar masalah bisa segera selesai.

Bullying di tempat kerja atau di mana pun tidak bisa ditoleransi dan harus benar-benar dihindari. Demi membangun situasi kerja yang kondusif, Anda dan rekan-rekan kerja di kantor perlu menciptakan suasana positif, di mana semuanya saling menghormati dan menghargai agar tercipta suasana kerja yang nyaman dan produktif.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar