Sukses

Kenapa Saat Menstruasi Wanita Sering Sakit Kepala?

Saat menstruasi, keluhan pada wanita bisa berbeda-beda. Salah satunya adalah sering sakit kepala. Apa penyebabnya?

Klikdokter.com, Jakarta Menstruasi, “tamu bulanan” wanita ini sering kali memberikan gejala yang tidak menyenangkan, misalnya sering sakit kepala. Dari sudut pandang medis, kondisi apa yang menyebabkan gangguan kesehatan ini?

Wanita sering kali mengalami gejala dan keluhan sebelum menstruasi, yang disebut sebagai sindrom pramenstruasi (PMS). Meski demikian, gejala dan keluhan juga bisa dialami selama menstruasi berlangsung.

Perlu Anda ketahui, hormon tubuh wanita mengalami fluktuasi saat siklus haid. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan timbulnya sakit kepala.

Jenis sakit kepala yang dialami saat menstruasi

Terdapat beberapa empat tipe sakit kepala yang dapat dialami wanita.

  1. Sakit kepala tension, yang rasanya seperti ada tekanan seolah diikat kencang di dahi. Sakit kepala tension ini biasanya disebabkan oleh stres.
  2. Sakit kepala setelah menstruasi yang terjadi akibat perdarahan dan berkurangnya zat besi dalam tubuh. Sakit kepala ini biasanya terasa seperti pusing (lightheadedness).
  3. Sakit kepala hormonal.
  4. Migrain menstruasi.

Tipe ke-3 dan ke-4 adalah yang paling sering terjadi pada wanita sebelum, saat, bahkan tak jarang setelah menstruasi.

Sakit kepala tipe hormonal dan migrain menstruasi disebabkan oleh perubahan kadar hormon pada tubuh. Hormon yang mengalami perubahan saat menstruasi adalah estrogen dan progesteron.

Dampak dari penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron

Estrogen disebut sebagai hormon seks wanita. Kadarnya akan meningkat saat pertengahan siklus menstruasi, dan menyebabkan terjadi ovulasi (keluarnya sel telur dari ovarium). Progesteron juga hormon penting yang perannya adalah membantu implantasi atau menempelnya sel telur ke dinding rahim.

Setelah terjadi ovulasi, kadar estrogen dan progesteron menurun. Kedua hormon tersebut berada pada kadar terendah sebelum wanita haid. Penurunan kadar hormon inilah yang menyebabkan wanita mengalami sakit kepala.

Sama halnya dengan wanita yang mengalami menopause ketika terjadi penurunan kadar hormon, mereka mengalami sakit kepala tipe hormonal ini. Sakit kepala tipe hormonal juga dapat dirasakan ketika sedang hamil akibat perubahan kadar hormonal.

Perbedaan sakit kepala hormonal dan migrain menstruasi

Perbedaan antara sakit kepala hormonal dan migrain menstruasi adalah terletak pada deskripsinya.

Sakit kepala hormonal biasanya intensitasnya terasa ringan hingga sedang. Nyerinya digambarkan seperti berdenyut-denyut. Sakit kepala ini bisa membuat wanita tak nyaman, tetapi tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dibandingkan dengan sakit kepala hormonal, migrain menstruasi terasa lebih berat hingga dapat mengganggu produktivitas. Wanita yang sering mengalami serangan migrain akan lebih rentan terserang migrain menstruasi ini. Menurut data dari National Headache Foundation, migrain menstruasi terjadi pada 60 persen wanita.

Migrain menstruasi digambarkan sebagai denyutan hebat yang biasanya dimulai pada satu sisi, lalu menyebar ke sisi lainnya. Keparahan migrain tersebut bisa sampai membuat penderitanya kesulitan membuka mata, berpikir, apalagi bekerja! Migrain ini juga bisa memberikan gejala lainnya seperti mual dan muntah, serta sensitif terhadap suara dan sinar terang.

Migrain biasa yang terjadi pada wanita dan tidak berhubungan dengan menstruasi umumnya memiliki aura. Aura adalah tanda dan gejala awal yang dirasakan oleh penderita sebelum mengalami migrain. Aura bisa berupa kilatan cahaya, garis zig-zag, pandangan kabur, atau kehilangan penglihatan separuh (hemianopsia).

Aura pada migrain bukan hanya menyerang visual, tetapi juga dapat menyerang sensorik, motorik, atau verbal seperti rasa kesemutan atau baal di tangan dan menyebar ke wajah dan lidah, kelemahan pada satu sisi wajah atau tubuh, dan gangguan bicara.

Pengobatan untuk sakit kepala akibat menstruasi biasanya menggunakan obat antinyeri seperti ibuprofen, aspirin, dan asetaminofen. Mengonsumsi kafein dari kopi, teh, soda, dan cokelat juga dapat membantu meringankan sakit kepala hormonal asal tidak berlebihan.

Perubahan hormonal adalah dalang di balik keluhan wanita sering sakit kepala saat menstruasi. Keluhan ini tergolong wajar. Namun jika sudah sangat mengganggu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter supaya segera mendapatkan penanganan yang tepat.

(RN/ RVS)

 

0 Komentar

Belum ada komentar