Sukses

9 Tips Sehat untuk Jemaah Haji yang Hamil

Ibadah haji menuntut perjalanan jauh dan aktivitas yang padat. Bagi jemaah haji yang hamil, jaga kehamilan Anda dengan tips sehat ini.

Klikdokter.com, Jakarta Apabila memenuhi persyaratan, jemaah haji yang hamil bisa diizinkan untuk berangkat beribadah haji di Tanah Suci. Namun jangan keburu lega, karena selain khusyuk beribadah, wanita hamil harus tetap menjaga kondisi tubuh. Ada tips yang bisa diterapkan agar kehamilan tetap sehat.

Perlu diingat, jemaah calon haji harus melalui perjalanan yang cukup lama untuk sampai di Mekah dan Madinah. Jadwal aktivitas pun cukup melelahkan fisik, sehingga jemaah yang sedang hamil dituntut untuk ekstra perhatian pada kesehatan diri dan janin dalam kandungan.

Harus sudah waspada semenjak menempuh perjalanan udara

Perjalanan ke Arab Saudi memakan waktu paling cepat 9,5 jam. Perjalanan pesawat yang panjang ini dapat berisiko bagi calon haji yang hamil. Peraturan pesawat mengenai penumpang hamil berbeda-beda, tetapi kurang lebih sebagai berikut.

  • Untuk kehamilan yang normal tanpa komplikasi, ibu hamil diperbolehkan terbang hingga usia kehamilan 32 minggu.
  • Untuk kehamilan dengan komplikasi, dibutuhkan sertifikat medis dari pemeriksaan di tempat maskapai minimal 7 hari sebelum berangkat.
  • Jika sangat terpaksa, usia kehamilan 32-36 minggu boleh melakukan perjalanan pesawat dengan adanya sertifikat medis dari pemeriksaan di tempat maskapai minimal 7 hari sebelum berangkat.
  • Usia kehamilan lebih dari 36 minggu tidak boleh melakukan perjalanan dengan pesawat.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji sendiri menyatakan bahwa wanita hamil diizinkan berangkat haji asalkan usia kandungan tidak di bawah 14 minggu dan tidak lebih dari 26 minggu, serta sudah melakukan vaksin meningitis.

Saat berada di dalam pesawat, pilihlah kursi yang dekat lorong untuk memudahkan akses Anda ke toilet. Para ahli juga menyarankan untuk menggunakan stoking khusus, yang dapat meningkatkan sirkulasi perdarahan dan mencegah terjadinya pembekuan darah yang dapat menyebabkan sumbatan. Ibu hamil sebaiknya juga menghindari posisi diam dalam waktu lama dan melakukan peregangan secara berkala.

1 dari 2 halaman

Hal lain yang harus diperhatikan agar kehamilan tetap sehat

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan Saudi Arabia, sebetulnya wanita hamil direkomendasikan untuk menunda haji karena beberapa alasan berikut ini:

  • Bisa mengalami komplikasi seperti peradangan atau rentan terhadap infeksi karena defisiensi imun dan aktivitas haji yang penuh sesak jemaah.
  • Ada potensi mengalami heatstroke.
  • Rentan kelelahan akibat jalan kaki jarak jauh, sehingga bisa menyebabkan kontraksi di perut bagian bawah dan sakit punggung.
  • Rentan mengalami cedera fisik karena padatnya jemaah, yang mana bisa sebabkan komplikasi yang dapat memengaruhi keselamatan kehamilan dan hidup janin.
  • Dehidrasi karena kekurangan cairan.

Selain itu supaya kehamilan saat ibadah haji tetap terjaga selalu sehat, ikuti langkah-langkah ini:

  1. Konsultasi dengan dokter spesialis kandungan untuk mengetahui apakah Anda mampu beribadah haji tanpa mengalami komplikasi kesehatan.
  2. Konsultasikan juga untuk mendapatkan vaksin meningitis dan influenza paling tidak 10 hari sebelum berangkat haji.
  3. Memastikan untuk membawa semua obat-obatan yang diperlukan sesuai rekomendasi dokter selama periode haji.
  4. Mengenakan pakaian dan sepatu yang nyaman.
  5. Selalu mencukupi kebutuhan cairan. Pada kondisi biasa, orang dewasa membutuhkan air 2 liter per hari. Namun di Tanah Suci, cuaca lebih panas sehingga sebaiknya sang ibu hamil minum lebih banyak air agar terhindar dari dehidrasi.
  6. Berjalan pelan setiap 1 atau 2 jam untuk menghindari trombosis vena pada kaki.
  7. Hindari area yang penuh sesak jemaah dan pilih waktu yang tepat untuk melakukan ritual ibadah.
  8. Jika mengalami perdarahan, kontraksi perut, migrain, atau demam, segera cari fasilitas kesehatan terdekat.
  9. Untuk menghindari kerja fisik yang berlebihan, pertimbangkan penggunaan kursi roda selama Tawaf dan Sa’i ketika merasakan ketegangan atau ketidaknyamanan.

Asal kondisi kehamilan sehat, bebas komplikasi, dan memenuhi persyaratan, jemaah haji yang hamil tetap diizinkan untuk beribadah haji ke Tanah Suci. Namun ibu hamil harus ekstra perhatian dengan kesehatan dirinya dan janin. Lakukanlah tips di atas agar kondisi tubuh tetap sehat. Jika mengalami keluhan sekecil apa pun, segera cari petugas kesehatan kloter.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar