Sukses

Turbulensi Saat Naik Pesawat, Berbahayakah bagi Ibu Hamil?

Turbulensi saat naik pesawat sering terasa menakutkan. Jika ibu hamil berada dalam situasi ini, apa bahayanya?

Klikdokter.com, Jakarta Saat bepergian dengan pesawat terkadang Anda mungkin merasakan guncangan-guncangan. Turbulensi saat naik pesawat semacamm ini bisa membuat para penumpang merasa ketakutan dan panik. Lalu bagaimana jika ibu hamil mengalami kondisi turbulensi saat naik pesawat?

Penerbangan bagi ibu hamil

Memang sih ada semacam tips perjalanan yang khusus diperlukan untuk ibu hamil, termasuk saat bepergian dengan pesawat. Saat Anda sedang hamil, waktu teraman untuk melakukan perjalanan dengan pesawat adalah pada trimester kedua.

Pada maskapai-maskapai penerbangan di Indonesia, wanita hamil mulai dibatasi untuk tidak bisa naik pesawat ketika usia kehamilannya sudah memasuki 36 minggu ke atas.

Secara umum, tanpa adanya komplikasi kehamilan, sebenarnya sesekali melakukan perjalanan menggunakan pesawat masih terbilang aman untuk ibu hamil. Namun, kadar keamanannya bisa berbeda pada ibu hamil yang memiliki komplikasi kehamilan.

Beberapa di antara komplikasi yang dimaksud adalah:

  • Adanya gangguan letak plasenta (plasenta previa).
  • Tekanan darah tinggi selama hamil (preeklampsia).
  • Kerap mengalami flek atau perdarahan dari vagina.

Selain itu, jika Anda memiliki kondisi-kondisi khusus yang mungkin membutuhkan penanganan gawat darurat, maka hal itu juga menjadi pertimbangan lain untuk memutuskan apakah Anda boleh naik pesawat. Contohnya adalah penyakit asma berat, penyakit jantung, serta memiliki riwayat keguguran atau kelahiran prematur pada kehamilan sebelumnya.

Pada kondisi-kondisi di atas, ada risiko penerbangan yang bisa menimbulkan bahaya bagi kehamilan Anda. Maka, sangat penting untuk terlebih dahulu berkonsultasi pada dokter kebidanan dan kandungan Anda sebelum melakukan perjalanan.

Sebaliknya, jika tidak ditemukan satu pun kondisi di atas, Anda masih bisa menikmati perjalanan menggunakan pesawat dengan aman dan nyaman.

Satu lagi, radiasi yang diterima tubuh ibu hamil ketika naik pesawat juga tidak perlu dikhawatirkan.

Berdasarkan pernyataan dari International Commission of Radiological Protection, paparan radiasi kosmik bagi seseorang yang naik pesawat hanya sewaktu-waktu (termasuk ibu yang hamil tua). Radiasi tersebut bisa diabaikan dan tidak akan berefek buruk terhadap tubuh.

Turbulensi di pesawat dan kesehatan kehamilan

Akan tetapi, saat segala kewaspadaan sudah dijalankan, masih tersisa hal-hal tak terduga yang berisiko bagi ibu hamil yang naik pesawat. Salah satunya adalah turbulensi.

Turbulensi merupakan hal yang tidak dapat diprediksi. Turbulensi bisa berlangsung begitu berat, maupun secara ringan.

Untuk itu, the American College of Obstetricians and Gynecologist sangat menyarankan agar ibu hamil selalu menggunakan sabuk pengaman saat berada di dalam pesawat, sekalipun pengumuman awak kabin menyatakan sebaliknya. Kewaspadaan ini dimaksudkan untuk menghindari risiko-risiko yang bisa terjadi saat turbulensi.

Bila turbulensi yang dirasakan hanya bersifat ringan, maka hal tersebut tidak akan menimbulkan masalah bagi kehamilan.

Sedangkan bila turbulensi terjadi cukup berat dan ibu hamil tidak menggunakan sabuk pengaman, akan muncul risiko trauma (benturan fisik). Ketika mengalami trauma cukup keras di area rahim, hal itu bisa menimbulkan perdarahan, cedera pada plasenta, pecahnya ketuban, hingga kelahiran pematur (pada ibu hamil yang sebelumnya sudah memiliki kerentanan).

Untuk itu, demi menghindari bahaya yang bisa terjadi pada turbulensi yang berat, ibu hamil sebaiknya terus menggunakan sabuk pengaman. Sabuk pengaman tersebut bisa dipasang di bawah tulang panggul, yaitu antara perut yang membesar dan panggul.

Ketika akhirnya turbulensi benar-benar terjadi, lebih baik Anda tetap berada di tempat duduk. Namun, tekuk dan luruskan pergelangan kaki secara berulang untuk mencegah pembengkakan kaki karena duduk terlalu lama.

Kondisi turbulensi saat naik pesawat yang mungkin saja dialami ibu hamil perlu sangat diperhatikan. Lakukanlah saran-saran di atas demi menjaga kesehatan kehamilan Anda. Jangan lupa, konsultasikan terlebih dahulu mengenai rencana penerbangan Anda pada bidan atau dokter kebidanan dan kandungan.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar