Sukses

Perdarahan Saat Hamil Tua, Lakukan Ini

Perdarahan saat hamil tua tentunya menimbulkan kekhawatiran yang amat besar. Jika hal ini terjadi, apa saja yang perlu dilakukan?

Klikdokter.com, Jakarta Pada trimester awal kehamilan, perdarahan dapat dikeluhkan sekitar 20-30 persen wanita hamil dan bisa jadi tidak disertai masalah kesehatan serius. Di sisi lain, perdarahan saat hamil tua - pada trimester kedua dan ketiga kehamilan – umumnya  merupakan keadaan abnormal.

Perdarahan pertanda persalinan

Hal yang wajar memicu perdarahan adalah tanda akan terjadi persalinan, yaitu keluarnya lendir darah dari vagina, kram ringan pada perut (dapat disertai diare), kontraksi rutin pada perut, tekanan pada panggul atau perut bawah, dan pecah ketuban.

Perdarahan saat menjelang persalinan terjadi akibat robekan vena kecil karena pembukaan mulut rahim. Satu perlima perdarahan saat hamil tua disebabkan kondisi plasenta previa, yaitu keadaan di mana plasenta (ari-ari) menutupi seluruh atau sebagian mulut rahim.

Biasanya perdarahan terjadi akibat regangan dan pecahnya pembuluh darah plasenta, sebagai akibat penipisan dan pembukaan mulut rahim menjelang masa persalinan. Pada berbagai kasus, plasenta previa ditandai keluarnya darah berwarna merah cerah dari vagina, tanpa disertai nyeri.

Penyebab dan gejala perdarahan saat hamil tua

Banyak sekali hal yang menyebabkan perdarahan saat hamil tua. Abruptio plasenta, kondisi lepasnya plasenta dari dinding rahim sebelum waktunya, juga dapat menimbulkan perdarahan saat hamil tua.

Kondisi ini menjadi penyebab kurang lebih 30 persen perdarahan pada saat hamil tua. Gejala yang dapat ditemukan adalah perdarahan berwarna merah gelap, dapat disertai bekuan darah (berupa gumpalan), dan rasa nyeri pada perut.

Penyebab lainnya adalah ruptur uteri, yaitu robekan spontan pada rahim yang dapat menyebabkan sebagian atau seluruh bagian bayi masuk dalam rongga perut. Tanda robekan rahim umumnya berupa nyeri hebat pada perut dan perdarahan yang banyak.

Beberapa hal lain yang dapat menimbulkan perdarahan saat hamil tua adalah vasa previa (kondisi di mana pembuluh darah janin pada tali pusat menempel pada selaput ketuban di bagian bawah rahim, sehingga beresiko robek saat mendekati persalinan), plasenta akreta (kondisi dimana sebagian plasenta “tertanam” pada dinding rahim), lesi pada serviks dan vagina (seperti polip, kanker, varises), atau kondisi kelainan darah (misalnya hemofilia).

Lakukan ini saat hamil tua

Saat menjelang persalinan, ada baiknya Anda tinggal di lokasi yang dekat dengan fasilitas kesehatan, lebih baik lagi jika fasilitas kesehatan tersebut adalah tempat Anda rutin kontrol kehamilan dan tempat persalinan nantinya.

Jika akan bepergian, pastikan Anda tahu lokasi fasilitas kesehatan terdekat, sebagai langkah antisipasi apabila ada masalah semasa kehamilan.

Dengan banyaknya kemungkinan penyebab serta kondisi yang dapat membahayakan ibu dan janin, maka sebaiknya jika muncul perdarahan saat hamil tua, periksakan diri sesegera mungkin.

Pastikan Anda siap memberikan keterangan lengkap mengenai keluhan perdarahan yang dirasakan. Bila perlu, catat keluhan tersebut agar tidak lupa. Terutama, perhatikanlah keluhan berkaitan jumlah perdarahan (dapat berupa jumlah pembalut yang Anda gunakan, apakah bertambah atau berkurang atau warna darah yang keluar), serta keluhan anda secara umum (apakah ada rasa pusing, atau nyeri).

Dengan memberikan penjelasan mendetail, Anda akan membantu dokter mengenali penyebab perdarahan yang terjadi.

Usahakan untuk tetap tenang dan relaks, hindari aktivitas mengangkat benda berat dan olahraga keras. Selain itu, hindari melakukan hubungan seksual, penggunaan tampon, dan douching vagina. Usahakan juga minum yang banyak agar terhindar dari kondisi dehidrasi.

Perdarahan saat hamil tua mungkin hal yang wajar terjadi. Tapi jangan anggap sepele. Ketahui penyebab dan cara yang tepat untuk menghadapinya. Dengan demikian, Anda pun terbebas dari stress menjelang persalinan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar