Sukses

Awas, Toxic Boss Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Saat berhadapan dengan toxic boss waspadai sejumlah kondisi yang bisa memengaruhi kesehatan mental Anda.

Klikdokter.com, Jakarta Bos yang kerap bersikap buruk atau dikenal dengan toxic boss akan membuat suasana kerja tidak menyenangkan dan dapat mengganggu kesehatan mental. Sebaliknya lingkungan kerja yang positif dengan pimpinan yang baik sudah pasti dapat mendukung kinerja dan membantu Anda untuk terus berkembang.

Semua orang tentu ingin mencari tempat kerja yang kondusif dengan lingkungan yang positif. Namun sebelum Anda hengkang dari dari kantor karena Anda merasa berada di bawah bayang-bayang seorang toxic boss, Anda perlu sedikit mengenali karakter ini. Benarkah keberadaannya memengaruhi kesehatan mental orang-orang di sekitarnya?

Beragam tipe karakter atasan

Bos yang buruk adalah satu dari rentetan alasan seseorang tidak menyukai pekerjaannya. Berdasarkan hasil survei di Amerika, hampir setengah dari pekerja di negara tersebut meninggalkan pekerjaannya akibat perlakuan tidak menyenangkan yang diterima dari toxic boss.

Menurut berbagai studi ilmiah, ada dua tipe bos yang buruk. Tipe pertama adalah bos yang disfungsional. Tipe ini tidak selalu bersikap kasar, tetapi tidak memiliki kemampuan mengorganisasi tim, mengatur porsi kerja bawahannya, dan tidak efektif dalam menyusun rencana kerja.

Tipe yang kedua lebih ekstrem. Selain kurang pandai memimpin secara organisasi, bos dengan tipe kedua ini memiliki kecenderungan sarkastik, narsisistik, dan psikopatik.

Karakter atasan yang kerap disebut sebagai toxic boss atau dark boss ini memanfaatkan kuasanya sebagai pemimpin untuk menjatuhkan karyawannya, mempermalukan bawahannya ketika melakukan kesalahan, mengintimidasi

pegawainya agar bekerja lebih keras, dan bersikap berlebihan ketika mengevaluasi.

Toxic boss berbeda dengan bos yang tegas. Pemimpin yang baik tentu tetap bersikap tegas ketika bawahannya melakukan kekeliruan tertentu, tetapi tidak lupa memberikan apresiasi dan dorongan ketika timnya berhasil mencapai target kerja. Sebaliknya, toxic boss tidak akan memberikan apresiasi pada anggota tim nya yang mungkin berhasil.

1 dari 2 halaman

Pengaruhnya terhadap kesehatan mental

Perilaku destruktif dari toxic boss tentu sangat mengganggu dan merusak suasana kerja. Lebih jauh lagi, berhadapan dengan toxic boss juga ternyata dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental Anda.

Hal ini dibuktikan melalui sebuah riset di Universitas Manchester yang melibatkan sekitar 1200 partisipan untuk mengetahui dampak dari hubungan dengan pimpinan dalam pekerjaan terhadap kesehatan mental.

Hasilnya, mereka yang memiliki toxic boss akan mengalami masalah dalam berinteraksi dengan rekan kerja lainnya, cenderung murung dan tidak bersemangat. Selain itu, saat diperiksa menggunakan skala depresi, mereka umumnya menunjukkan nilai yang tinggi yang berarti lebih rentan mengalami depresi.

Tak berhenti sampai di situ, mereka yang memiliki toxic boss pun cenderung memiliki masalah tidur, stres kronik, gangguan cemas, hingga gangguan kesehatan fisik seperti risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan masalah kesehatan lainnya.

Efek tersebut dapat berlangsung dalam jangka waktu lama dan memengaruhi kehidupan pekerja hingga bertahun-tahun setelahnya.

Apa yang harus dilakukan?

Bila Anda memiliki toxic boss, tentu tak harus langsung mengajukan surat pengunduran diri dari pekerjaan. Coba telaah lebih lanjut apakah pimpinan Anda memang seorang yang kasar dan buruk sebagai pemimpin atau ada kondisi tertentu yang melatarbelakangi sikapnya tersebut.

Kemudian, kelilingi diri Anda dengan teman-teman kerja yang positif. Bos Anda mungkin kurang baik, tetapi bila rekan sekerja Anda menyenangkan, suasana kerja yang positif bukan tidak mungkin akan tetap terbangun.

Jika Anda sudah terlalu jenuh dengan pekerjaan dan perilaku si Bos, Anda dapat pertimbangkan untuk mengambil waktu cuti guna mengistirahatkan tubuh dan pikiran sejenak.

Menghadapi toxic boss memang tidak mudah dan bila berlangsung dalam waktu lama dapat mengancam kesehatan mental. Karena itu, sikapi dengan bijak dan tetap santun saat berhadapan dengan bos. Bila Anda sudah merasa lebih sering murung, berdiam diri, dan tidak sehat secara mental, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan jiwa atau psikolog untuk berdiskusi langkah yang sebaiknya Anda lakukan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar