Sukses

Pentingnya Menjaga Akses Vaskular pada Pasien Hemodialisis

Pasien hemodialisis perlu menjaga kondisi akses vaskular yang berfungsi sebagai jalur untuk melakukan proses cuci darah.

Klikdokter.com, Jakarta Penderita gagal ginjal yang sudah sampai pada fase menjadi pasien hemodialisis pasti mengetahui bagaimana sulitnya menjaga akses vaskular untuk proses cuci darah. Ada saja gangguan yang terjadi jika tidak hati-hati dalam menangani bagian ini. Mulai dari vena bengkak, infeksi hingga kebocoran 

Edukasi mengenai bagaimana menjaga akses vaskular bagi pasien hemodialisis inilah yang dilakukan oleh Klinik Rena Medika pada Sabtu (6/7) lalu di bilangan Radio Dalam Raya, Jakarta Selatan. Dalam menyelenggarakan acara ini, Klinik Rena Media bekerja sama dengan Boston Scientific dan Indonesia Kidney Care Club.

Pentingnya edukasi tentang penyakit gagal ginjal

Direktur PT. Medika Renal Ciptaprima Heru Tjahjadi, dalam sambutannya mengatakan bahwa Klinik Rena Medika memiliki komitmen yang kuat dalam mengedukasi masyarakat mengenai penyakit gagal ginjal. 

“Kalau biasanya topiknya lebih banyak tentang menangani cuci ginjal atau bagaimana metode hemodialisis yang baik, kali ini tentang akses vaskular. Dan ini sangat jarang disampaikan. Nah ini bisa jadi kesempatan yang bagus bagi para pasien yang sedang dirawat dan peserta seminar untuk menggali informasi sebanyak mungkin,” kata Heru Tjahjadi.

Senada dengan itu, Budhe Sulastri, perwakilan dari Indonesia Kidney Care Club, juga mengatakan bahwa edukasi tentang penyakit ini sangat penting dilakukan.

“Seminar awam semacam ini bisa menjadi kesempatan untuk mengedukasi masyarakat luas karena problema gagal ginjal saat ini cenderung meluas terutama di kalangan kaum muda. Karena saat ini banyak orang muda juga mulai terkena penyakit ini,” Budhe Sulastri menambahkan. 

Manajer Klinik Rena Medika dr.Sujitno Fadli MARS., juga mengamini hal tersebut. Menurutnya, masyarakat perlu lebih aware terhadap penyakit ini. Tidak hanya bagi mereka yang sudah terkena gagal ginjal tapi juga mereka yang sehat.

Hemodialisis dan akses vaskular

Menurut dr Andrew J.Yang, Sp.B(K)V, MARS – yang menjadi pembicara dalam seminar ini – ketika ginjal gagal berfungsi, tubuh tidak akan mampu mengeluarkan zat-zat dan cairan dari tubuh yang seharusnya dibuang melalui ginjal. Pada saat itulah diperlukan suatu alat yang mampu menggantikan kerja ginjal. Alat inilah yang disebut mesin dialiser.

Proses cuci darah dalam dialiser inilah yang disebut hemodialisis. Untuk membawa darah dalam jumlah besar ke dalam mesin dialiser diperlukan pembuluh darah yang besar dengan aliran yang cukup kuat. Setelah dicuci dalam mesin ini, selanjutnya darah akan dikembalikan ke dalam tubuh melalui akses vaskular.

Akses vaskular inilah yang selama ini – menurut dr.Andrew – jarang mendapat perhatian. Padahal saluran darah buatan ini juga sama pentingnya dengan mesin dialiser yang digunakan. 

Akses vaskular untuk hemodialisis sendiri ada beberapa jenis yaitu kateter vena,  AV graft dan AV Fistula/ Cimino. Menurut dr. Andrew apa pun jenis kateter yang dipilih baik pemasangan dan perawatan akses vaskular perlu sangat diperhatikan. Sebab jika akses vaskular tidak terjaga kebersihannya bisa menyebabkan infeksi akibat masuknya bakteri ke dalam tubuh melalui jalan tersebut.

Edukasi mengenai pentingnya menjaga akses vaskular pada pasien hemodialisis tidak hanya sangat penting diberikan bagi penderita gagal ginjal, tapi juga bagi keluarga pasien. Selain itu masyarakat yang sehat juga perlu mengenal pentingnya menjaga akses vaskular tersebut selain tentang memahami tentang penyakit gagal ginjal secara umum.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar