Sukses

Kenali 4 Gejala Stroke yang Diduga Dialami Tio Pakusadewo

Aktor kawakan Tio Pakusadewo dilarikan ke rumah sakit diduga akibat stroke. Kenali gejala stroke agar Anda bisa lebih waspada.

Klikdokter.com, Jakarta Berdasarkan pemberitaan, aktor Tio Pakusadewo pada hari Selasa (9/7) kemarin dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON), Jakarta, diduga akibat stroke. Agar Anda lebih waspada dan bisa melakukan antisipasi, Anda perlu mengenali gejala stroke yang diduga dialami pria berusia 55 tahun ini.

Dilansir dari CNN, asisten dan pihak keluarga mengatakan bahwa sebelumnya aktor ini baik-baik saja dan tidak ada riwayat stroke. Masih menjalani perawatan intensif, saat ini kondisi Tio diberitakan berangsur membaik.

Stroke merupakan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Stroke bisa berupa iskemik (sumbatan) maupun perdarahan (hemoragik). Pecah pembuluh darah otak yang dikaitkan dengan stroke merupakan stroke jenis hemoragik. Hampir 70 persen kasus stroke hemoragik terjadi pada penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).

Menurut laporan Badan Kesehatan Dunia tahun 2012, stroke merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia, yaitu mencapai 21 persen dari angka kematian total. Inilah kenapa stroke harus diwaspadai. Langkah awalnya adalah dengan mengetahui gejala dan faktor risikonya.

Gejala stroke yang perlu Anda tahu

Pada setiap penderita stroke, gejala yang tampak bisa beragam. Agar mudah diingat, gejala utama stroke bisa dipersingkat ke dalam istilah FAST, yaitu:

  • Face

Saat seseorang dicurigai terserang stroke, minta orang tersebut untuk tersenyum. Lihat apakah ada sisi sebelah wajah yang ‘tertinggal’ atau apakah wajah atau matanya terlihat jereng atau tidak simetris. Jika ya, kemungkinan orang tersebut mengalami stroke.

  • Arms

Mintalah orang tersebut untuk mengangkat kedua tangan. Jika ia kesulitan mengangkat salah satu sisi tangannya, bisa jadi ia terserang stroke.

  • Speech

Minta orang tersebut untuk berbicara atau mengulangi kalimat yang Anda ucapkan. Apakah bicaranya terdengar pelo dan tidak jelas? Apakah orang tersebut dapat berbicara? Apakah ia dapat memahami perkataan Anda? Jika ya, kemungkinan ia mengalami stroke.

  • Time

Jika tiga gejala di atas tampak, kemungkinan besar orang tersebut mengalami stroke. Selanjutnya, bisa dibilang penderita akan berpacu dengan waktu.

Perlu diingat, stroke adalah kondisi medis yang darurat, sehingga perlu penanganan secepat mungkin oleh tim medis. Jika tidak, stroke bisa membahayakan nyawa. Catat waktu terjadinya serangan dan segera bawa orang tersebut ke UGD rumah sakit terdekat.

Selain gejala utama seperti yang dipaparkan di atas, Anda juga perlu tahu gejala stroke lainnya seperti:

  • Pingsan.
  • Kelumpuhan pada kaki, terutama pada sisi sebelah tubuh sehingga sulitan berjalan atau pincang.
  • Kesulitan melihat dengan salah satu atau kedua mata.
  • Gangguan koordinasi atau keseimbangan.
  • Stroke bisa menyebabkan depresi atau ketidakmampuan dalam mengendalikan emosi
1 dari 2 halaman

Faktor risiko stroke

Mengetahui faktor risiko stroke juga penting supaya Anda bisa mencegahnya terjadi. Apa saja?

  • Pada stroke hemoragik 

  • Hipertensi.
  • Gangguan pembekuan darah atau perdarahan berlebihan (koagulopati).
  • Penggunaan obat pengencer darah.
  • Kelainan atau gangguan pembuluh darah seperti aneurisma dan angioma cavernosa.
  • Peradangan pada pembuluh darah yang menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh darah (vaskulitis).
  • Keganasan di otak.
  • Pada stroke iskemik 

  • Hipertensi.
  • Diabetes mellitus.
  • Penyakit jantung: atrial fibrilasi, gangguan katup, gagal jantung, dan stenosis mitral.
  • Kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia).
  • Penyempitan pembuluh darah di bagian arteri karotis (stenosis karotis).
  • Kadar homosistein yang tinggi di dalam darah (hiperhomosisteinemia).
  • Obesitas.
  • Gaya hidup tak sehat seperti konsumsi alkohol berlebih, merokok, dan narkoba.
  • Anemia sel sabit.

Menurut laporan yang dimuat dalam “Buletin Penelitian Kesehatan, Vol. 44, No.1, Maret 2016”, faktor risiko dominan penderita stroke di Indonesia adalah usia yang bertambah, penyakit jantung koroner, diabetes mellitus, hipertensi, dan gagal jantung. Meski demikian, stroke juga sudah ditemukan muncul pada usia muda (15-24 tahun) sebesar 0,3 persen. Demikian juga di negara lain.

Itulah gambaran tentang gejala stroke yang diduga dialami oleh aktor Tio Pakusadewo. Setelah membaca artikel ini, diharapkan Anda bisa lebih waspada jika ada orang di sekitar yang mengalaminya, atau jika Anda mengalaminya sendiri. Untuk mencegahnya, mulailah dengan menjalankan gaya hidup sehat, olahraga rutin, diet rendah lemak, rutin cek tekanan darah, menghindari rokok, narkoba, dan alkohol, serta periksa rutin ke dokter.

(RN/ RVS)

1 Komentar