Sukses

Suplemen Vitamin D Perpanjang Harapan Hidup Penderita Kanker?

Ada yang menilai konsumsi suplemen vitamin D bisa memperpanjang harapan hidup penderita kanker. Cek fakta medisnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Selama ini, vitamin D dikenal untuk menjaga kesehatan tulang, gigi, sendi, dan sistem kekebalan tubuh. Tapi ternyata, vitamin ini punya manfaat lebih daripada itu. Baru-baru ini ditemukan bahwa konsumsi rutin suplemen vitamin D selama minimal tiga tahun berturut-turut mampu memperpanjang harapan hidup penderita kanker hidup lebih lama.

Vitamin D dan penderita kanker

Para dokter dari Michigan State University, Amerika Serikat mencoba membandingkan angka kematian akibat kanker pada 79.055 partisipan, yang rata-rata berusia 68 tahun. Partisipan dibagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama mengonsumsi suplemen vitamin D setiap hari, sedangkan kelompok kedua hanya diberikan plasebo. Kedua kelompok ini lalu diikuti selama tiga tahun.

Ditemukan bahwa risiko kematian akibat kanker berkurang sebesar 13 persen pada individu yang rutin mengonsumsi suplemen vitamin D ketimbang yang tidak.

Sebelumnya di tahun 2017, ada studi yang hampir serupa. Studi yang juga dilakukan di Amerika Serikat ini mencoba meneliti efek konsumsi suplemen vitamin D terhadap kasus kanker usus besar yang semakin memburuk hingga mencapai stadium akhir.

Sebanyak 139 pasien kanker usus besar yang belum mendapatkan pengobatan diteliti dan dibagi ke dalam dua kelompok. Setiap harinya, individu dari tiap kelompok mendapatkan obat kemoterapi standar dan suplemen vitamin D.

Yang membedakan hanyalah dosis vitamin D yang digunakan. Kelompok pertama menggunakan vitamin D dosis tinggi (4.000 IU), sedangkan kelompok kedua menggunakan vitamin D dosis rendah (400 IU).

Hasilnya didapat bahwa jeda waktu hingga terjadinya perburukan penyakit kanker pada kelompok yang mendapat vitamin D dosis tinggi lebih panjang ketimbang kelompok yang mendapat vitamin D dosis rendah. Yakni, rata-rata 13 bulan berbanding dengan 11 bulan.

Peluang terjadinya perburukan kanker maupun kematian pada individu yang mendapat vitamin D dosis tinggi pun 36 persen lebih kecil selama masa studi yang berlangsung hampir dua tahun.

Perlunya penelitian lebih lanjut

Normalnya, ketika mengalami kerusakan atau menua, sel akan mati dan digantikan oleh sel yang baru. Tetapi, kala proses ini terganggu, bisa saja terbentuk kanker. Sel-sel menjadi tumbuh berlebihan di luar kendali dan membentuk benjolan (tumor) yang kemudian dapat menyebar ke organ lain.

Melalui percobaan di laboratorium, vitamin D telah menunjukkan sifat antikanker seperti memicu kematian sel yang terprogram, menghambat pertumbuhan sel kanker, dan mengurangi potensi penyebaran sel kanker. Tetapi, di dalam tubuh manusia, prosesnya jauh lebih kompleks.

Hasil studi telah menunjukkan bahwa angka kematian dan perburukan penyakit pada penderita kanker yang rutin mengonsumsi suplemen vitamin D berbeda bermakna. Dari segi medis, hasil ini sangat menjanjikan bagi penderita kanker. Selain bermanfaat, konsumsinya juga jarang menimbulkan efek samping yang mengganggu.

Namun demikian, masih perlu studi lebih lanjut sebelum akhirnya diambil kesimpulan apakah betul konsumsi rutin vitamin D dapat memperpanjang masa hidup penderita kanker.

Perlu diketahui berapa dosis dan kadar vitamin D dalam darah yang optimal untuk mencegah kanker semakin memburuk, mengetahui berapa lama angka penderita kanker yang mengonsumsi vitamin D, serta bagaimana mekanisme persisnya.

Memperpanjang harapan hidup penderita kanker adalah hal yang patut diperjuangkan. Jika Anda mengalami kondisi ini Anda bisa mengonsumsi suplemen vitamin D. Meski demikian, efeknya terhadap kanker masih perlu diteliti. Namun, setidaknya Anda mendapatkan manfaat vitamin D lainnya yang tak kalah penting, yakni untuk kesehatan tulang dan gigi serta meningkatkan kekebalan tubuh. Yang terpenting, konsultasikan terlebih dulu dengan dokter untuk mengetahui dosis yang tepat untuk Anda.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar