Sukses

Kenali Metastasis Kanker Paru seperti Pernah Dialami Sutopo

Metastasis kanker paru yang sempat dialami Sutopo Purwo Nugroho melemahkan kondisinya. Apa saja yang terjadi saat kanker paru bermetastasis?

Klikdokter.com, Jakarta Metastasis kanker paru bisa merambat hingga ke tulang bahkan menyebabkan gejala tingkat lanjutan. Kondisi itu pula yang sempat dialami oleh Sutopo Purwo Nugroho,  Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sutopo yang pada Januari 2018 didiagnosis menderita kanker paru stadium 4B sempat mengalami bagaimana kanker yang menyerangnya itu mengalami mestatasis ke tulang. Pada bulan Juni lalu ia memutuskan untuk berobat ke Guangzhou China, hingga akhirnya Sutopo meninggal pada Minggu (7/7) lalu.

Metastasis kanker, apa itu?

Perlu diketahui, metastasis – seperti yang pernah dialami Sutopo – adalah penyebaran sel kanker dari satu organ atau jaringan ke organ atau jaringan lainnya. Penyebaran tersebut bisa mengarah ke bagian tubuh mana saja, tergantung dari lokasi pertama sel kanker berasal.

Merujuk kasus yang dialami Sutopo, sel kanker awalnya tumbuh di paru dan membelah serta memperbanyak diri di organ tersebut. Setelah jumlahnya bertambah namun tidak mendapat “makanan”, sel kanker tersebut kemudian mencari tempat baru di organ lain.

Sel kanker tersebut menyebar melalui pembuluh darah, saluran limfatik atau menembus lapisan penutup rongga organ agar dapat bertahan hidup. Karena berjumlah sangat banyak, sistem kekebalan tubuh kesulitan untuk membasmi seluruhnya sehingga terbentuklah kanker sekunder.

1 dari 2 halaman

Metastasis kanker paru

Pada proses mestatasis kanker paru pada akhirnya sejumlah organ dan jaringan di dalam tubuh ikut terserang. Keadaaan inilah yang kerap kali menyebabkan penderita kanker melemah.

Berikut adalah beberapa bagian tubuh yang sering diserang kanker ketika bermetastasis:

  1. Kelenjar getah bening

Kelenjar getah bening sering menjadi target utama sel kanker untuk dapat bertahan hidup. Keadaan ini dinamakan kanker kelenjar getah bening sekunder.

Meski awalnya sempat mendapat perlawanan dari sistem kekebalan tubuh, sel kanker tersebut terus membandel hingga akhirnya benar-benar mengalahkan, menginvasi dan berkembang di dalam kelenjar getah bening.

  1. Tulang

Deteksi sel kanker paru yang menyebar ke tulang dapat dilakukan dengan pemeriksaan bone scan atau magnetic resonance imaging (MRI).

Tanda kanker paru sudah menyebar ke tulang, yaitu rasa nyeri pada tulang dan dirasakan terus-menerus. Selain itu, tulang juga akan menjadi rapuh karena sel kanker akan merusak jaringan dan mengampil asupan kalsium yang terdapat pada organ tersebut.

  1. Otak

Sel kanker paru juga dapat menyebar hingga ke otak. Apabila kondisi ini terjadi, sel-sel saraf yang terdapat di otak akan mengalami kerusakan dan menimbulkan gejala gangguan keseimbangan, gangguan penglihatan dan gangguan gerak anggota tubuh.

  1. Liver

Sel kanker paru dapat menyebar ke bagian liver (hati). Pada kasus ini, gejala yang terjadi adalah rasa tidak nyaman di perut, mual dan muntah, mudah lelah serta berat badan yang menurun drastis.

Pentingnya deteksi dini kanker

Pada kasus kanker, hal yang harus diperhatikan adalah stadium atau derajat keparahan penyakit tersebut. Ini karena stadium kanker dapat menentukan tingkat keparahan sel ganas yang sedang menggerogoti tubuh, juga turut membantu dokter untuk memahami seberapa parah kanker dan peluang hidup pasien guna merencanakan pengobatan maupun perawatan lanjutan.  

Pengobatan kanker itu sendiri diberikan tergantung dari stadium kanker dan lokasi penyebaran. Tujuan dari pengobatan ini adalah untuk menghentikan atau memperlambat pertumbuhan kanker agar gejala yang muncul bisa berkurang, dan agar dapat membantu mempertahankan kelangsungan hidup pasien. Adapun perawatan dan pengobatannya, yaitu kemoterapi, terapi radiasi, prosedur pembedahan dan ablasi.

Keberhasilan pengobatan kanker paru dan kanker jenis lain cenderung sangat tinggi jika penyakit bisa dideteksi sejak dini. Karenanya, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala adalah tindakan yang sangat dianjurkan mengingat kanker sering hadir tanpa gejala.

Mewaspadai terjadinya metastasis kanker paru – seperti yang sempat dialami Sutopo semasa hidupnya – memang penting, tapi akan ebih penting jika Anda juga menerapkan gaya hidup sehat dengan rutin makan sayur dan buah, berolahraga, cukup istirahat, dan menghindari rokok maupun minuman beralkohol juga perlu dilakukan agar risiko terjadinya kanker dan penyakit mematikan lainnya bisa benar-benar ditekan.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar