Sukses

Efek Samping Filler Bibir yang Perlu Anda Tahu

Kenali dulu efek samping filler bibir sebelum Anda menjalani tindakan ini untuk membuat bibir lebih seksi.

Klikdokter.com, Jakarta Efek samping filler bibir mungkin tidak pernah ada dalam benak mereka yang menjalani tindakan ini untuk membuat bibirnya tampak lebih seksi. Seperti yang tampak dari penampilan bintang K-pop, HyunA. Bibir HyunA kini terlihat jauh lebih tebal dan berisi dari biasanya.

Warganet pun mengira bahwa wanita bertubuh seksi tersebut telah melakukan filler bibir. Prosedur lip augmented atau lip augmentation adalah mengisi bibir dengan menyuntikkan filler langsung di bagian tersebut dengan asam hyaluronic yang merupakan senyawa alami dalam tubuh. Senyawa asam hyaluronic itu mampu meningkatkan volume bibir hingga terlihat lebih berisi dan seksi. 

Sering menimbulkan efek tertentu setelah penyuntikan

Dilansir dari health.detik.com, hyaluronic acid fillers terbilang lebih aman dan bertahan lama ketimbang kolagen, lemak, atau implan. Hasil suntikan tersebut mampu bertahan hingga lebih dari 6 bulan. Setelah itu, si pasien mesti mengulangi lagi suntikan itu agar volume bibir tetap terjaga.

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, meski banyak pelanggan yang puas dengan suntik filler pada bibir, metode ini memiliki risiko yang dapat berakibat fatal. Hal itu dibuktikan oleh sebuah kasus yang terjadi di Inggris. Seorang wanita berusia 29 tahun menjalani suntik filler di bibirnya saat berada di sebuah pesta. 

Bukannya mendapatkan hasil bibir yang diinginkan, bibir wanita itu justru mengalami pembengkakan, kemerahan, dan rasa sakit yang luar biasa setelah penyuntikan selesai.

Sama seperti penyuntikan vaksin, obat, dan lain sebagainya, suntik filler demi meningkatkan kualitas penampilan fisik tidak boleh dilakukan sembarangan. Siapa pun yang mau melakukannya mesti berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu agar efek samping bisa diminimalkan. 

Bukan tak mungkin efeknya berubah menjadi infeksi bakteri 

Sementara itu, salah satu hal yang kerap terjadi setelah penyuntikan filler berlangsung adalah timbul reaksi tertentu di lokasi penyuntikan. Seperti kemerahan, kebiruan, bengkak, dan gatal.

“Namun, tak perlu khawatir. Biasanya, efek itu akan hilang setelah beberapa hari asalkan dibantu dengan kompres es. Tapi, jika efek samping tersebut justru semakin parah dan tak kunjung mereda, segera periksakan ke dokter sebelum terjadi infeksi lanjutan,” tutur dr. Dyan Mega. 

Kabar baiknya, infeksi di bekas penyuntikan memang jarang dialami, tapi bukan berarti tak mungkin sama sekali. Jika infeksi sampai terjadi, hal itu wajib diobati dengan pemberian antibiotik.

“Sumber infeksi dapat berasal dari bakteri permukaan kulit, seperti Staphylococcus epidermidis atau Propionibacterium acnes yang masuk melalui lubang tempat jarum disuntikkan,” ucap dokter yang kerap disapa Ega itu. 

Salah teknik bisa bikin bisul

Prosedur suntik filler yang salah, misalnya penyuntikan yang dilakukan terlalu dangkal dan dipraktikkan oleh orang yang tidak profesional, dapat memunculkan reaksi berupa bisul. Selain benjolan seperti bisul, suntikan yang terlalu dangkal juga dapat membuat si pasien gatal, kemerahan, hingga terbentuknya jaringan parut di bibir.

Tak berhenti di situ, kedalaman penyuntikan filler yang tidak tepat akan melukai pembuluh darah dan menyebabkan kebiruan di lapisan bawah kulit. Menurut dr. Ega, untuk mengatasi benjolan yang telanjur terbentuk, perlu dilakukan penyedotan maupun pembedahan ringan untuk mengeluarkan isi filler.

Oleh karena itu, kenali terlebih dahulu efek samping filler bibir sebelum Anda memutuskan untuk menjalaninya. Beberapa kondisi kesehatan, seperti penderita diabetes, lupus, orang dengan masalah pembekuan darah, dan orang yang punya riwayat alergi, tidak disarankan menjalani prosedur ini. Pilih juga dokter ahli dan klinik kecantikan tepercaya untuk meminimalkan efek sampingnya.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar