Sukses

Tidak Merokok Tapi Kena Kanker Paru seperti Sutopo, Ini Faktanya

Kanker paru tetap mengintai mereka yang tidak merokok seperti yang pernah dialami Sutopo Purwo Nugroho. Berikut fakta medisnya.

Klikdokter.com, Jakarta Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dikabarkan meninggal dunia karena kanker paru yang dideritanya sejak Januari 2018. Padahal, semasa hidupnya, Sutopo tidak merokok dan selalu menjalankan pola hidup sehat.

Fakta tersebut jelas mengejutkan.  Bagaimana seseorang yang tidak pernah merokok seperti mendiang Sutopo Purwo Nugroho semasa hidupnya, bisa terserang kanker paru yang ganas? Ditambah lagi tidak ada tidak ada yang pernah mengalami kondisi serupa dalam keluarganya.

Kanker paru, pembunuh nomor satu di dunia

Di antara berbagai jenis kanker, kanker paru merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 1,8 juta kematian akibat kanker paru yang terjadi di seluruh dunia.

Pada kondisi ini, sel paru berubah sifat menjadi abnormal dan mengalami pertumbuhan yang tak terkendali. Kanker ini dapat memburuk dengan cepat dan menyebar ke organ lain, seperti hati dan tulang.

Kanker paru dapat terjadi pada siapapun, tetapi paling banyak terjadi pada pria. Selain itu, jenis kanker ini juga kerap dikaitkan dengan kebiasaan merokok dan memang benar adanya. Merokok merupakan faktor risiko utama dari kanker paru. Sekitar 80 persen kasus kanker paru berhubungan dengan kebiasaan ini.

1 dari 2 halaman

Kanker paru dapat menyerang orang yang bukan perokok

Meski demikian, mereka yang tidak merokok pun tidak berarti bebas dari risiko kanker paru. Sebab, fakta menunjukkan bahwa kanker paru dapat terjadi pada bukan perokok.

Bahkan di Amerika Serikat, sekitar 20 persen pasien kanker paru mengaku tidak pernah merokok seumur hidupnya.

Para peneliti pun telah melakukan telaah ilmiah dan menemukan sejumlah faktor risiko lain yang dapat memicu terjadinya kanker paru selain rokok, yaitu:

  • Perokok pasif

Perokok pasif atau secondhand smoker memiliki risiko kanker paru yang sama besarnya dengan perokok aktif. Setiap tahunnya, sekitar 7000 perokok pasif meninggal karena kanker paru.

Ada dua jenis asap rokok yang dapat terhirup oleh perokok pasif, yakni mainstream smoke yang diembuskan oleh perokok aktif dan sidestream smoke yang berasal dari ujung rokok yang terbakar.

Tipe kedua mengandung karsinogen (zat penyebab kanker) yang lebih tinggi dan lebih bersifat toksik bagi tubuh. Partikel asapnya pun lebih kecil, sehingga lebih mudah untuk masuk ke paru.

Selain itu, zat residu atau sisa yang terdapat pada benda-benda milik perokok seperti pakaian, jaket, atau tas juga diketahui dapat menyebabkan kanker paru dan mengancam orang-orang di sekitarnya (thirdhand smoke).

  • Radon

Sejak lama, radon telah ditetapkan sebagai karsinogen pernapasan. Radon sendiri adalah gas radioaktif yang diproduksi secara alami ketika uranium, thorium, dan radium terurai di tanah, bebatuan, serta air.

Akan tetapi, zat ini baru akan menjadi berbahaya bila dihirup dalam jangka panjang.

  • Polusi udara

Udara yang tercemar oleh berbagai zat polutan seperti nitrite oxide juga meningkatkan risiko kanker paru. WHO sendiri telah menetapkan polusi udara sebagai salah satu karsinogen.

  • Uap masakan

Meski terdengar tidak mungkin, nyatanya uap masakan pun berpotensi menyebabkan kanker paru. Penelitian di China menunjukkan bahwa wanita non-perokok yang kerap memasak menggunakan kayu atau arang sebagai bahan bakar pada suhu tinggi berisiko mengalami kanker paru, terutama jenis adenokarsinoma.

  • Paparan asbes

Mereka yang pernah bekerja di pertambangan yang terpapar asbestos akan berisiko mengalami kanker paru. Asbestos memang telah terbukti menyebabkan kanker paru.

Bila Anda yang memiliki satu atau lebih faktor risiko di atas, sebaiknya Anda mulai melakukan langkah pencegahan agar terhindar dari kanker paru. Pola hidup sehat dan rutin mengonsumsi buah dan sayur terbukti dapat mengurangi risiko kanker paru, baik pada kelompok perokok maupun non-perokok.

Seperti halnya mendiang Sutopo Purwo Nugroho yang bukan perokok, siapa saja yang tidak merokok masih mungkin terkena kanker paru. Oleh karena itu Anda harus sangat memperhatikan kesehatan paru-paru Anda, karena organ ini sangat sensitif. Lakukan pengecekan kesehatan secara rutin ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan paru Anda. Dengan demikian dapat segera dideteksi sejak dini jika terjadi gangguan kesehatan.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar