Sukses

Wujudkan Vagina Sehat Sesuai Tingkatan Usia

Perawatan vagina di tiap jenjang usia bisa berbeda. Jangan asal, ketahui cara tepat untuk merawat vagina di setiap tingkatan usia berikut ini.

Seiring bertambahnya usia, berbagai perubahan dalam tubuh terjadi, termasuk pada vagina. Tak hanya tampilannya saja yang berubah (seperti kulit luar vagina), tetapi elastisitas dan kerenggangan vagina juga. 

Pada setiap dekade, terdapat masalah kesehatan vagina yang berbeda-beda. Tentunya, cara merawatnya pun berbeda tergantung usianya. 

Nah, berikut ini tips merawat vagina sesuai tingkatan usia!

1 dari 5 halaman

Cara Merawat Vagina Usia 20-an

Usia 20-an adalah tahun-tahun terbaik bagi vagina Anda. Karena, puncak hormon seks, seperti estrogen, progesteron, dan testosteron sedang meningkat. 

Estrogen sendiri berfungsi menjaga vagina tetap terlumasi dan elastis. Di usia 20-an, lapisan luar (bibir vagina atau labia) mungkin tampak lebih tipis dan kecil. Tapi, libido Anda akan sangat tinggi. 

Sayangnya, tingginya hasrat seksual biasanya dibarengi juga dengan keinginan untuk melakukan hubungan seksual berisiko. Akhirnya, kemungkinan terkena infeksi menular seksual (IMS) juga semakin besar.

Untuk melindungi diri dari risiko IMS, hindari perilaku seks berisiko dan selalu gunakan kondom. 

Selain itu, sering kali wanita usia 20 tahunan menggunakan produk pembersih atau pengharum vagina. 

Padahal, membersihkan vagina cukup dengan air bersih saja agar tidak mengganggu pH vagina. 

Artikel Lainnya: Ada Benjolan di Vagina, Haruskah Panik?

2 dari 5 halaman

Cara Merawat Vagina Usia 30-an

Memasuki usia 30 tahunan, labia atau bibir vagina dapat menjadi gelap karena perubahan hormon. 

Apabila Anda hamil, intensitas keputihan juga akan meningkat dan cairan yang keluar tampak seperti susu. 

Hal ini tergolong normal selama cairan keputihan yang keluar tidak berbau dan tidak berwarna hijau atau kuning.

Elastisitas vagina pun dapat berkurang setelah wanita melahirkan, terutama bila melahirkan secara normal. Untuk itu, cara merawat vagina di usia 30-an adalah dengan melakukan senam kegel.  

Senam kegel dapat mengatasi masalah inkontinensia urine (tidak dapat menahan BAK). Lalu, juga bisa membuat Anda mengalami orgasme yang hebat. 

Latihan kegel ditujukan untuk menguatkan otot-otot dasar panggul. Tak hanya wanita, latihan kegel pada pria juga dapat mencegah ejakulasi dini.

Artikel Lainnya: Sariawan pada Vagina, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

3 dari 5 halaman

Cara Merawat Vagina Usia 40-an

Vagina akan mengalami perubahan signifikan pada usia 40-an. Ketika kadar estrogen dalam tubuh menurun, dinding vagina akan lebih tipis dan kering. 

Ya, kondisi ini dikenal sebagai atrofi vagina dan dapat menyebabkan beberapa gejala, seperti:

  • Ada sensasi seperti terbakar.
  • Kemerahan pada vagina.
  • Sakit saat berhubungan seks. 
  • Keputihan dan gatal.
  • Ada rasa panas saat buang air kecil. 
  • Saluran vagina menjadi lebih pendek.

Selain itu, kulit vulva dapat mulai menipis pada usia ini. Untuk itu, hati-hati dalam memilih produk yang akan diaplikasikan di vagina. 

Hindari menggunakan scrub yang kasar dan berhati-hatilah melakukan waxing, karena dapat merusak kulit. 

Penurunan hormon pada usia 40-an dapat mengganggu pH vagina. Lalu, juga dapat membuat Anda lebih rentan terkena infeksi vagina dan infeksi kulit di area vulva. Untuk itu, konsumsilah suplemen probiotik untuk kesehatan vagina. 

Artikel Lainnya: Tips untuk Mengatasi Vagina Gatal

4 dari 5 halaman

Cara Merawat Vagina Usia 50 Tahun atau Lebih

Di rentang usia ini, Anda mungkin sudah berhenti menstruasi dan memiliki kadar estrogen yang cukup rendah. 

Karena itu, vulva mungkin tampak menyusut dan mengalami atrofi vagina tahap lanjut. Hal ini memang menjadi kondisi umum pada wanita usia 50 tahun ke atas.

Tak cuma itu, estrogen yang rendah juga dapat mengubah keasaman dalam vagina. Akibatnya, dapat meningkatkan risiko infeksi karena pertumbuhan bakteri yang berlebihan. 

Rendahnya hormon estrogen pada wanita lanjut usia juga bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil dan meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

Selain itu, wanita usia di atas 50 tahun juga lebih rentan mengalami inkontinensia urine. Untuk itu, cobalah rutin senam kegel. 

Jika keluhan inkontinensia urine mengganggu aktivitas sehari-hari, maka Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan untuk dilakukan terapi lebih lanjut. Misalnya, tindakan laser. 

Vagina merupakan organ intim yang harus dirawat dan dijaga dengan baik kesehatannya. 

Hindari memberikan produk atau obat tertentu pada vagina tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. 

Jangan lupa juga untuk melakukan pembersihan vagina secara rutin dengan air mengalir. 

Bila ingin konsultasi lebih mudah ke dokter seputar kesehatan vagina, pakai LiveChat dari Klikdokter.

(FR/AYU)

1 Komentar