Sukses

Wujudkan Vagina Sehat Sesuai Tingkatan Usia

Ingin memiliki vagina sehat hingga tua? Ini dia derajat kesehatan vagina sesuai tingkatan usia yang bisa Anda jadikan patokan.

Klikdokter.com, Jakarta Kondisi vagina sehat perlu dimiliki oleh wanita dari segala kalangan usia. Salah satu  bagian organ kewanitaan ini perlu dirawat dengan saksama agar kesehatannya selalu terjaga.

Bagi sebagian kaum wanita yang sebelumnya cuek-cuek saja dengan kesehatan organ reproduksi, adanya perubahan-perubahan pada vagina tentu jarang disadari. Jika ketidakpedulian ini terus berlanjut dikhawatirkan bisa mendatangkan gangguan kesehatan yang memengaruhi kondisi vagina.

Nah, agar kondisi vagina selalu sehat, kenali derajat kesehatan vagina berdasarkan tingkatan usia:

  • Kondisi vagina di usia 20 tahunan

Usia 20-an adalah tahun-tahun terbaik bagi vagina Anda. Ini karena puncak hormon seks seperti estrogen, progesteron dan testosteron sedang meningkat. Estrogen itu sendiri berfungsi untuk menjaga agar vagina tetap terlumasi dan elastis. Di usia 20-an, lapisan luar (bibir vagina/labia) mungkin nampak lebih tipis dan kecil, tapi libido Anda akan sangat tinggi. 

Sayangnya, tingginya hasrat seksual biasanya dibarengi juga dengan keinginan untuk melakukan hubungan seksual berisiko. Sehingga, kemungkinan untuk terkena infeksi menular seksual juga semakin besar.

Selain itu, di rentang usia ini vagina juga akan mengeluarkan cairan berwarna putih atau bening. Cairan ini berfungsi untuk menjaga kebersihan dan kesehatan organ kewanitaan Anda. Kendati demikian, bila keluarnya cairan vagina disertai dengan sakit saat berhubungan seks, gatal, aroma tidak sedap dan ada sensasi seperti terbakar, maka hal tersebut adalah keadaan tidak normal yang perlu segera diatasi.

  • Kondisi vagina di usia 30 tahunan

Memasuki usia 30 tahunan, labia atau bibir vagina Anda dapat menjadi gelap karena perubahan hormon. Apabila Anda hamil, intensitas keputihan juga akan meningkat dan cairan yang keluar tampak seperti susu. Ini tergolong normal, selama cairan keputihan yang keluar tidak berbau, berwarna hijau atau kuning.

Setelah melahirkan, vagina mungkin kehilangan elastisitas dan kerenggangannya. Namun, seiring perkembangan waktu, sebagian besar vagina akan kembali ke ukuran sebelum melahirkan.

Bila ingin mengembalikan kondisi vagina seperti sebelum melahirkan, ada baiknya Anda berlatih kegel. Sebagaimana dikatakan dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, melakukan senam kegel setidaknya 3 kali sehari secara rutin dan teratur efektif untuk melatih otot organ kewanitaan agar tetap kencang dan elastis. 

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  • Kondisi vagina di usia 40 tahunan

Vagina akan mengalami perubahan signifikan pada usia 40-an. Ketika kadar estrogen dalam tubuh menurun, dinding vagina akan lebih tipis dan kering. Ya, kondisi ini dikenal sebagai atrofi vagina dan dapat menyebabkan beberapa gejala, seperti:

  • Ada sensasi seperti terbakar
  • Kemerahan pada vagina
  • Sakit saat berhubungan seks 
  • Keputihan serta gatal
  • Ada rasa panas saat buang air kecil 
  • Saluran vagina menjadi lebih pendek.

Kabar baiknya, hubungan seks yang dilakukan secara teratur dapat membantu memperlambat perkembangan atrofi vagina. Ini karena aktivitas suami istri tersebut dapat meningkatkan aliran darah ke vagina dan menjaganya agar tetap elastis. Apabila di usia 40 tahunan vagina Anda mulai mengering, jangan lupa untuk gunakan pelumas saat hendak berhubungan seksual. 

  • Kondisi vagina di usia 50 tahun atau lebih

Di rentang usia ini, Anda mungkin sudah berhenti menstruasi dan memiliki kadar estrogen yang cukup rendah. Karena itu, vulva mungkin tampak menyusut dan mengalami atrofi vagina tahap lanjut di mana hal ini memang menjadi kondisi umum pada wanita usia 50 tahun ke atas.

Tak cuma itu, estrogen yang rendah juga dapat mengubah keasaman dalam vagina. Sehingga, dapat meningkatkan risiko infeksi karena pertumbuhan bakteri yang berlebihan. Rendahnya hormon estrogen pada wanita lanjut usia juga bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil. 

Kondisi vagina sehat perlu diwujudkan oleh wanita di segala tingkatan usia. Jadi, agar fungsi vagina senantiasa terjaga dan Anda bisa tetap menikmati momen intim dengan pasangan, cobalah untuk selalu menerapkan gaya hidup bersih dan sehat setiap saat. Jika merasakan sesuatu yang beres dengan vagina, jangan sungkan untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar