Sukses

Mata Sering Kedutan, Kenali Fakta Medisnya

Mata sering kedutan kerap dihubungan dengan beragam mitos. Padahal ada fakta medis tentang mata kedutan ini.

Klikdokter.com, Jakarta Mitos tentang mata sering kedutan banyak sekali beredar. Uniknya, sebagian kalangan masyarakat juga percaya pada mitos-mitos yang menyertai gejala mata kedutan. Kenyataannya ada fakta medis di balik kondisi tersebut, karena sebenarnya mata kedutan juga menunjukkan adanya masalah dalam tubuh.

Mata kedutan cukup sering dirasakan, terlebih ketika sedang merasa lelah atau setelah bekerja menatap layar komputer atau gawai dalam waktu yang cukup lama. Kedutan umum berlangsung selama beberapa menit, tetapi tak jarang pada beberapa orang keluhan ini bisa terjadi selama beberapa hari. Jika mata kedutan tak kunjung hilang, Anda perlu mulai waspada.

Faktor pemicu mata sering berkedut

Mata kedutan disebut sebagai miokimia. Apabila mata terus-terusan berkedut, kemungkinan terdapat gangguan neurologis atau persarafan. Meski kondisi ini jarang terjadi, tetapi sebaiknya segera periksakan ke dokter spesialis mata supaya bisa ditangani dengan benar.

Kondisi mata keduatan pada umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  • Stres
  • Mata lelah
  • Konsumsi kafein
  • Konsumsi alkohol
  • Mata kering
  • Gangguan nutrisi
  • Alergi

Lain kali jika mata Anda berkedut, coba perhatikan faktor-faktor di atas. Hindari faktor pemicunya untuk meredakan keluhan kedutan pada mata.

1 dari 3 halaman

Tips mengatasi mata kedutan

Mata kedutan memang sangat jarang menandakan sesuatu yang berbahaya. Namun, tetap saja kemunculannya bisa mengganggu aktivitas harian. Lakukan tips di bawah ini apabila mata berkedut kembali menyerang.

  • Kendalikan stres

Stres bisa memicu kedutan pada mata. Karenanya, kelola stres dengan baik. Misalnya dengan yoga atau meditasi, mengatur pola pernapasan, bertemu dengan sahabat, menonton film favorit di bioskop, melakukan hobi, dan lain-lain.

  • Pola tidur yang cukup

Jika kebutuhan waktu tidur tidak terpenuhi, tubuh jadi mudah lelah dan bisa memicu gejala mata berkedut. Hal ini bisa diatasi dengan tidur cukup dan mengatur pola tidur lebih teratur.

  • Hindari penggunaan perangkat elektronik berlebihan

Mata yang terus-terusan memelototi layar perangkat elektronik akan berusaha untuk tetap fokus, sehingga bisa memicu kedutan. Ini dapat dicegah dengan menerapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit harus berhenti menatap layar dan mata terfokus pada objek jarak jauh (dengan jarak minimal 20 kaki) selama 20 detik atau lebih.

  • Hindari konsumsi kafein

Konsumsi kafein secara berlebihan dapat memicu kedutan pada mata. Cobalah untuk membatasi konsumsi kopi, teh dan minuman bersoda selama 1-2 minggu, lalu perhatikan dampaknya terhadap intensitas kedutan.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

  • Hindari minuman beralkohol

Sama halnya dengan kafein, konsumsi alkohol juga dapat menimbulkan kedutan pada mata. Hal ini dapat diatasi dengan menghentikan konsumsi alkohol dan memperhatikan perubahan yang terjadi pada mata.

  • Hindari mata kering

Usia dewasa, khususnya di atas 50 tahun, sering mengalami keluhan mata kering. Mata kering sering dijumpai pada mereka yang sering bekerja di depan komputer, konsumsi obat-obatan seperti antihistamin dan antidepresan, pengguna lensa kontak, serta konsumsi kafein dan alkohol.

Kondisi di atas bisa diatasi dengan meningkatkan frekuensi berkedip yang disadari. Bila perlu, gunakan tetes air mata buatan.

  • Cukupi kebutuhan magnesium

Kerja otot sangat dipengaruhi oleh elemen nutrisi, khususnya magnesium. Oleh karena itu, jika kedutan merupakan salah satu bentuk spasme otot, sebaiknya Anda memperhatikan asupan magnesium.

Sumber magnesium yang baik antara lain: alpukat, pisang, sayuran berdaun hijau tua, kacang-kacangan, kedelai, biji gandum utuh, ikan salmon, hingga susu dan produk olahannya.

  • Mengatasi alergi

Pada orang-orang dengan riwayat alergi, tak jarang ditemukan gejala pada mata berupa gatal, bengkak, dan berair. Menggosok atau mengucek mata bisa meningkatkan pengeluaran histamin ke jaringan kelopak mata saat reaksi alergi berlangsung, sehingga bisa timbulkan kedutan. Dengan menghindari alergen yang dapat memicu alergi, kondisi ini bisa dihindari.

  • Botoks (botulinum toxin)

Jika keluhan mata kedutan masih muncul meski sudah mengatasi berbagai faktor pemicu di atas, penggunaan botoks bisa menjadi pertimbangan. Namun sebelum memutuskan akan mengambil tindakan ini, Anda harus berkonsultasi dulu dengan dokter spesialis mata untuk mempertimbangkan berbagai untung rugi prosedur tersebut.

Diharapkan fakta medis tentang mata sering kedutan ini bisa mencerahkan, sehingga Anda tak lagi terjebak mitos-mitos yang beredar. Dari sisi medis, mata berkedut bukan pertanda Anda akan bertemu seseorang, memperoleh keberuntungan, mengalami kesedihan, apalagi tanda akan sembuh dari penyakit! Mata berkedut adalah tanda ada yang sesuatu yang terjadi pada tubuh dan sebaiknya segera diperbaiki demi kesehatan yang optimal.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar