Sukses

Anak Sering Ngompol? Jangan-Jangan Diabetes!

Jika mendadak anak sering ngompol, Anda patut mewaspadai adanya gangguan kesehatan. Salah satunya adalah diabetes.

Klikdokter.com, Jakarta Bayi dan balita memang masih suka ngompol. Namun, jika mendadak anak sering ngompol padahal kebiasaan tersebut sudah mulai jarang, Anda patut mewaspadai adanya penyakit, salah satunya adalah diabetes.

Kecenderungan ngompol tersebut muncul karena belum sempurnanya perkembangan saraf dan otot. Kondisi ini tentu membuat si kecil belum mampu atau punya kesadaran menahan kencing. Rata-rata, anak sudah bisa mulai menahan kencing dan tak lagi wajib dipakaikan popok pada usia 2-3 tahun ke atas.

Namun, jika selama ini anak yang sudah terlatih untuk menahan kencing – atau sudah lulus toilet training jadi sering ngompol – maka Anda patut mencurigai bahwa dia terkena diabetes.

Diabetes dan hubungannya dengan sering ngompol

Diabetes (diabetes mellitus atau kencing manis) adalah penyakit yang menyebabkan tubuh tak mampu mengubah gula dalam darah menjadi energi karena faktor hormon insulin.

Normalnya, makanan yang Anda konsumsi akan dipecah dari karbohidrat menjadi glukosa (gula). Glukosa tersebut kemudian akan masuk dalam darah, diubah menjadi energi untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari oleh hormon insulin yang dihasilkan di pankreas.

Masalah muncul ketika hormon insulin yang berfungsi mengubah glukosa menjadi energi tidak bekerja dengan baik atau jumlahnya sedikit, bahkan bisa tak ada. Hal tersebut menyebabkan gula akan tetap berada dalam aliran darah, sehingga sebabkan banyak gangguan.

Lo, memangnya anak-anak bisa kena diabetes?

Jangan salah, diabetes tak hanya bisa menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Sebelum menjelaskannya lebih lanjut, Anda perlu tahu bahwa diabetes ada dua macam, yaitu:

  • Diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 adalah tipe “klasik” yang diketahui masyarakat secara luas. Penyebabnya adalah pola hidup (khususnya pola makan) yang tidak sehat. Tidak hanya pada orang dewasa, jika pola hidup anak tidak sehat (seperti banyak makan, obesitas, dan jarang beraktivitas fisik) maka ia bisa terkena diabetes tipe 2.

Insulin pada diabetes tipe 2 diproduksi dalam jumlah normal, tetapi sudah tidak lagi berfungsi normal akibat pola hidup tersebut. Biasanya, anak-anak obesitas akan mengalami diabetes tipe ini di atas usia 10 tahun.

  • Diabetes tipe 1

Diabetes jenis ini biasanya diakibatkan adanya kondisi lain yang menyebabkan kerusakan pada pankreas, yaitu organ yang memproduksi insulin. Diabetes tipe 1 membutuhkan suntikan insulin seumur hidupnya, sehingga disebut insulin dependent (ketergantungan insulin).

Penyakit autoimun, kondisi, genetik atau kecelakaan bisa menjadi penyebab kerusakan pankreas. Apabila pankreas sudah rusak, maka produksi insulin akan sedikit atau malah tidak diproduksi sama sekali. Hal inilah yang menyebabkan penyakit gula. Diabetes tipe 1 paling sering terjadi pada anak-anak.

Gejala diabetes pada anak

Sejatinya, gejala diabetes pada usia kanak-kanak sama dengan orang dewasa, karena proses yang terjadi di dalam tubuh sama. Gula dalam darah yang tidak diubah jadi energi bisa menyebabkan gejala di bawah ini:

  • Lemas
  • Pusing
  • Kelaparan
  • Meski banyak makan, berat badan anak malah turun
  • Haus, banyak minum, dan frekuensi kencing meningkatkan karena gula dalam darah menarik cairan dari sel.

Itulah alasan kenapa Anda patut mencurigai terjadinya diabetes jika mendadak anak sering ngompol. Gejala yang disebutkan di atas mungkin terlihat wajar. Namun, Anda sebagai orang tua harus jeli terhadap perubahan perilaku anak untuk mendeteksi adanya diabetes atau penyakit lain yang mungkin dideritanya. Perubahan apa pun hendaknya tidak disepelekan dan baiknya segera periksakan ia ke dokter. Jika memang ia terdiagnosis diabetes, deteksi dini berperan krusial untuk tata laksana yang tepat.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar