Sukses

Keremian Bisa Bikin Anus Gatal?

Keremian akibat infeksi usus karena cacing keremi, apakah benar bisa sebabkan anus gatal? Baca ulasannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Anda mungkin tahu – atau pernah mengalami – keremian, yaitu infeksi usus yang biasanya dialami anak-anak akibat cacing keremi (atau biasa disebut awam cacing kremi). Benarkah kondisi ini bisa menyebabkan anus gatal?

Keremian juga disebut sebagai enterobiasis atau infeksi cacing keremi. Kondisi ini adalah infeksi parasit yang terutama menyerang anak-anak. Penyakit ini muncul cacing Enterobius vermicularis tumbuh dan berkembang biak di dalam usus.

Cacing keremi adalah cacing jenis nematoda berukuran 2-13 mm yang dapat menginfeksi saluran pencernaan manusia. Cacing ini ditemukan pada sekum (kantong serupa tabung pada rongga perut bawah), apendiks (umbai cacing atau usus buntu), dan kolon asendens (usus besar) dalam sistem pencernaan.

Ciri-ciri fisik cacing keremi adalah berwarna putih, panjangnya sekitar setengah inci, setipis ukuran benang. Telur cacing kremi dapat menetas dalam usus kecil dan pindah ke usus besar bayi. Cacing betina dewasa, keluar dari usus pada malam hari untuk bertelur di luar anus.

Keremian bisa bikin anus gatal?

Salah satu penyebab gatal-gatal di anus adalah keremian. Seseorang yang terinfeksi cacing keremi biasanya ditunjukkan dengan gejala gatal-gatal di daerah dubur atau pantat. Pada anak, rasa gatal dapat dialami sepanjang hari tetapi terutama di malam hari, sehingga anak menjadi sulit tidur.

Dikatakan oleh dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, munculnya cacing kremi di saluran cerna berhubungan dengan masalah kebersihan, yang biasanya diakibatkan oleh sanitasi yang buruk dan tangan yang tidak bersih.

"Cacing kremi itu biasanya muncul karena masalah kebersihan yang tidak terjaga. Awalnya berupa telur cacing, nantinya telurnya itu bisa termakan oleh manusia. Misalnya dari kontaminasi air yang kurang bersih, tidak cuci tangan saat mengolah makanan, atau pada anak kecil yang suka memegang kotoran terus masuk ke dalam tubuh," kata dr. Theresia menjelaskan.

"Cacing (keremi) itu parasit. Itulah yang menyebabkan gatal di anus. Cara penyembuhannya adalah minum obat cacing. Jika keluhan berulang, bisa diulangi lagi minumnya tiap 6 bulan sekali,” sambungnya.

1 dari 3 halaman

Keremian Bisa Bikin Anus Gatal?

remi biasanya adalah munculnya rasa gatal atau nyeri seperti ditusuk-tusuk pada area anus. Biasanya kondisi ini terjadi pada malam hari atau subuh.

Tanda lainnya adalah penderita menjadi lebih sulit tidur. Pada wanita, cacing dapat bergerak ke vagina dan menyebabkan gatal. Tentu saja kondisi tersebut harus sangat diwaspadai.

Gangguan akibat cacing keremi bisa diketahui lewat pemeriksaan fisik dan beberapa tes, seperti:

  • Ditemukannya cacing dewasa pada area anus, 2-3 jam setelah penderita tertidur.
  • Ditemukannya telur cacing pada pemeriksaan mikroskopis. Sampel didapat dengan menempelkan selotip transparan pada area anus segera setelah penderita bangun di pagi hari. Pemeriksaan ini dapat dilakukan selama 3 hari berturut-turut dan sebelum penderita mandi.
  • Memeriksa sampel yang diambil dari bawah kuku (sebelum mencuci tangan) secara mikroskopis untuk menemukan telur cacing.
2 dari 3 halaman

Keremian bisa dicegah!

Setelah membaca penjelasan di atas, mungkin beberapa dari Anda merasa jijik. Maka dari itu, jagalah kebersihan tubuh agar terhindar dari serangan cacing keremi. Langkah-langkah pencegahan mudahnya antara lain:

  • Rutin cuci tangan, terutama sebelum makan.
  • Karena cacing keremi paling sering bersembunyi di bawah kuku yang panjang, jagalah kuku tetap pendek dan bersih.
  • Hindari dan hentikan kebiasaan menggigit kuku atau mengisap jari.
  • Hindari menggaruk area anus.
  • Mencuci seprei, pakaian, atau barang lain seperti mainan dengan detergen. Penyebaran infeksi cacing kremi juga dapat terjadi melalui pakaian dan handuk yang terkontaminasi.
  • Hindari anak mandi bersama dengan temannya anak tetangga, apalagi sampai berbagi bak mandi dan handuk.

Anus gatal adalah ciri utama dari keremian atau infeksi cacing keremi. Jika Anda mengalaminya, tak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter agar kondisi tersebut bisa segera diatasi dengan tepat. Setelahnya, selalu jaga kebersihan diri agar Anda tak lagi harus berurusan dengan cacing keremi.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar