Sukses

5 Penyebab Pingsan yang Perlu Anda Tahu

Pingsan dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Yuk, ketahui apa saja penyebab pingsan di artikel ini!

Klikdokter.com, Jakarta Setiap kalangan usia, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lansia, dapat mengalami pingsan. Penyebab pingsan yang mereka alami pun sangat beragam.

Kondisi kehilangan kesadaran secara mendadak ini juga dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Misalnya saat upacara bendera di sekolah, ketika berada di fasilitas publik, atau saat mendengar kabar yang mengejutkan.

Mengapa pingsan terjadi?

Pada dasarnya, pingsan adalah mekanisme untuk membantu seseorang bertahan hidup. Jika tubuh mendeteksi kadar oksigen dalam otak turun drastis, otak akan segera mematikan semua bagian tubuh yang tidak vital. Tujuannya agar bisa fokus pada organ-organ vital.

Ketika otak mendeteksi kadar oksigen yang lebih rendah, tubuh akan bernapas lebih cepat atau hiperventilasi, untuk menaikkan kadar oksigen kembali. Denyut jantung juga akan meningkat demi mendapatkan asupan oksigen lebih banyak ke otak.

Seseorang yang pingsan pada umumnya akan bangun atau sadar dengan sendirinya setelah beberapa detik. Jika seseorang tak kunjung sadar dari pingsan setelah 1-2 menit, sebaiknya segera cari pertolongan medis.

Seseorang yang akan pingsan biasanya merasakan rasa panas di seluruh tubuh yang diikuti dengan kelemahan mendadak dan kehilangan kesadaran. Jika sedang berdiri, orang tersebut akan tiba-tiba kolaps dan terjatuh. Sebelum pingsan, beberapa pasien dapat mengalami beberapa gejala ini:

  • Pusing berputar atau perasaan kepala ringan
  • Kebingungan
  • Mual
  • Sulit mendengar
  • Pandangan berbayang
  • Berkeringat dingin
  • Wajah pucat
  • Rasa panas di sekujur tubuh
  • Kelemahan
  • Badan bergetar
  • Nyeri kepala
  • Sesak napas
1 dari 2 halaman

Kondisi penyebab pingsan

Kondisi kehilangan kesadaran secara mendadak ini dapat disebabkan oleh beragam faktor. Beberapa yang umumnya terjadi adalah:

  • Dehidrasi

Kurangnya cairan di peredaran darah dapat menyebabkan tekanan darah menurun dan merangsang saraf vagus dan terjadi pingsan. Dehidrasi antara lain bisa terjadi karena muntah, diare, luka bakar, dan berkeringat hebat secara terus-menerus. Beberapa penyakit seperti diabetes juga bisa menyebabkan dehidrasi karena hilangnya cairan melalui urine.

  • Tekanan darah rendah

Agar tubuh dapat berdiri dan berada di posisi yang stabil, pembuluh darah perlu menjaga tonus (kekuatan). Ketika Anda mengubah posisi dari berbaring menjadi berdiri, dapat terjadi perubahan drastis yang mendadak dari tekanan darah akibat gravitasi dan perubahan postur. Pada situasi itu, pingsan pun kerap terjadi.

  • Penyakit jantung

Penyakit jantung seperti aritmia atau denyut jantung yang tidak teratur, sumbatan pembuluh darah jantung, atau gagal jantung merupakan beberapa kondisi yang dapat membuat seseorang pingsan mendadak. Untuk mengetahui apakah pingsan disebabkan oleh masalah pada jantung dapat dilakukan pengecekan nadi.

Jika nadi terlalu cepat (lebih dari 150 kali per menit) atau terlalu lambat (kurang dari 50 kali per menit), gangguan pada jantung bisa menjadi penyebabnya. Selain itu, perlu juga ditanyakan apakah pasien merasakan nyeri dada atau gejala serangan jantung lainnya.

  • Masalah psikologis

Apakah Anda atau orang yang Anda kenal mengalami pingsan saat melihat darah? Kecemasan, panik, dan stres memang dapat merangsang saraf vagus serta menyebabkan seseorang pingsan. Saraf vagus akan merangsang sistem saraf parasimpatetis, melambatkan denyut nadi, menurunkan tekanan darah, hingga terjadi pingsan.

  • Konsumsi alkohol atau obat tertentu

Beberapa orang sering kali pingsan atau kehilangan kesadaran usai mengonsumsi alkohol. Di dalam tubuh, alkohol dapat melebarkan pembuluh darah sehingga terjadi penurunan tekanan darah. Alkohol juga dapat membuat Anda buang air kecil lebih sering sehingga rentan mengalami dehidrasi.

Kombinasi kedua efek ini dapat berujung pada kehilangan kesadaran dan pingsan. Selain alkohol, konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat diuretik, nitrat, opiat, obat anti-hipertensi; dan obat-obatan jantung juga bisa menyebabkan seseorang pingsan.

Sebetulnya, kebanyakan kasus pingsan tidak mengancam nyawa dan dapat pulih dengan sendirinya. Namun, pada kasus tertentu, seperti henti jantung yang gejalanya seperti pingsan, butuh penanganan segera. Jika Anda mendapati seseorang pingsan, sebaiknya baringkan di tempat yang datar. Angkat kedua kakinya lebih tinggi sehingga aliran darah ke otak lebih lancar. Jika orang tersebut tak juga sadar dalam waktu 2 menit, segera cari bantuan medis.

Penyebab pingsan sangat beragam, dan tidak sama antara satu orang dengan orang yang lain. Agar Anda tidak mengalami kondisi ini, Anda benar-benar harus menjalankan pola hidup sehat yang disarankan di atas.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar