Sukses

Benjolan di Leher Raffi Ahmad, Gejala Penyakit Apa?

Benjolan di leher Raffi Ahmad menandakan ada gejala penyakit yang harus ditangani dengan serius. Gejala penyakit apa itu?

Klikdokter.com, Jakarta Beberapa hari terakhir ini tersiar kabar bahwa artis dan presenter Raffi Ahmad sakit. Muncul benjolan di leher Raffi Ahmad yang diduga karena adanya gejala penyakit tertentu. Akibat kondisinya tersebut, Raffi diharuskan untuk beristirahat sementara waktu.

Sampai sekarang, banyak orang yang bertanya-tanya, apakah benjolan di leher Raffi Ahmad merupakan gejala penyakit serius? Kira-kira, penyakit apa saja yang berhubungan dengan keluhan ini?

Dapat bersifat jinak atau ganas

Munculnya benjolan atau massa di leher sering kali membuat perasaan khawatir. Pasalnya, terdapat cukup banyak organ penting di leher, seperti kelenjar getah bening, kelenjar tiroid dan paratiroid, serta kelenjar air liur.

Benjolan di leher ini dapat muncul dan membesar sewaktu-waktu. Bahkan tak jarang benjolan tersebut tak tampak, tapi terasa saat teraba secara tak sengaja ketika memegang daerah leher. Gejala ini juga dapat menjadi tanda jika tubuh sedang mengalami kondisi yang serius.

Dalam dunia medis, adanya benjolan di suatu bagian tubuh dapat dibedakan sifatnya menjadi jinak dan ganas. Dikatakan jinak apabila tidak ada pertumbuhan ukuran yang signifikan, tidak disertai nyeri, dan pada pemeriksaan fisik, benjolan tersebut memiliki batas yang jelas.

Sebaliknya, benjolan dikatakan bersifat ganas apabila dalam periode tertentu ukurannya semakin membesar secara signifikan; muncul keluhan lain, seperti penurunan berat badan dan penurunan nafsu makan; serta pada pemeriksaan fisik, biasanya benjolan melekat erat pada jaringan dan tidak bisa digerakkan.

1 dari 3 halaman

Penyakit-penyakit yang diawali timbulnya benjolan di leher

Ada beberapa kemungkinan penyakit yang diawali dengan timbulnya massa atau benjolan di leher seperti yang dialami Raffi Ahmad. Beberapa kondisi itu antara lain:

  • Infeksi: Limfadenitis

Infeksi kelenjar getah bening atau yang sering disebut dengan limfadenitis merupakan penyebab tersering dari munculnya benjolan di leher.

Limfadenitis ini dapat terjadi karena adanya infeksi bakteri (Streptococcus beta hemolyticus, Staphylococcus aureus), virus (cytomegalovirus, Ebstein Barr Virus), parasit, dan tidak jarang pula akibat penyakit lain seperti TB paru dan infeksi di gigi maupun telinga.

Gejala yang muncul jika benjolan di leher disebabkan oleh infeksi, antara lain:

  • Benjolan terasa nyeri atau tidak nyaman di sekitar leher
  • Demam
  • Batuk pilek
  • Sesak napas, maupun
  • Badan terasa lemas

Umumnya, limfadenitis ini bersifat tidak berbahaya dan pengobatannya cukup mudah, tergantung penyebabnya.

  • Pembesaran kelenjar tiroid: Goiter atau Struma

Goiter atau sering disebut sebagai struma merupakan pembesaran pada kelenjar tiroid. Dalam bahasa awam, goiter sering disebut dengan gondok.

Pembengkakan kelenjar tiroid ini disebabkan karena adanya kelainan pada glandula tiroid yang dapat berupa perubahan fungsi maupun bentuk susunan kelenjar.

Di Indonesia sendiri, cukup banyak orang yang menderita penyakit ini karena kurangnya asupan garam yodium. Secara klinis, benjolan yang muncul di leher dapat berjumlah satu maupun banyak, tanpa disertai rasa nyeri.

Meski tak ada rasa nyeri, benjolan ini dapat menyebabkan keluhan sulit menelan, sulit bernapas, bahkan disertai dengan suara serak.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

  • Keganasan atau kanker

Keganasan atau kanker merupakan kondisi yang paling ditakuti oleh setiap orang. Munculnya benjolan di leher tidak menutup kemungkinan merupakan tanda dari suatu kanker.

Ada beberapa kanker yang sering dikaitkan dengan adanya benjolan di leher, antara lain:

  • Limfoma

Limfoma merupakan salah satu tipe kanker dari sistem limfatik yang menyebabkan kelenjar getah bening membesar.

Dalam keadaan sehat, sel-sel limfosit berguna untuk mempertahankan sistem imun. Akan tetapi, pada kondisi kanker ini, sel-sel limfosit berkembang menjadi lebih banyak dan justru menyerang tubuh sendiri.

Secara garis besar, terdapat 2 jenis limfoma, yaitu tipe limfoma Hodgkin, di mana limfoma ini bisa disembuhkan dan umumnya menyerang orang berusia muda, sekitar 30 tahun. Tipe kedua adalah limfoma non Hodgkin yang banyak menyerang di usia lebih dari 60 tahun.

Tanda dan gejala limfoma sendiri, selain muncul benjolan di leher, ditemukan pula benjolan di tempat lain seperti di ketiak atau lipat paha, demam yang hilang timbul dan menggigil. Selain itu, berat badan menurun, sesak napas, batuk, mudah lelah, bahkan terkadang muncul keluhan gatal di seluruh tubuh tanpa sebab yang jelas.

  • Kanker tiroid

Kanker tiroid merupakan keganasan pada kelenjar tiroid, di mana kejadiannya semakin meningkat setiap tahun.

Adanya riwayat kanker tiroid dalam keluarga dan adanya penyakit pada kelenjar tiroid seperti gondok dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker tiroid.

Sama halnya dengan benjolan yang bersifat ganas, benjolan pada kanker tiroid yang muncul akan teraba keras, tidak bisa digerakkan, dan tidak nyeri.

Akibat banyaknya kemungkinan penyakit karena adanya benjolan di leher, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk menentukan diagnosis dan membantu menentukan apakah bersifat jinak atau ganas.

Beberapa pemeriksaan penunjang yang dilakukan berupa pencitraan seperti USG leher, CT Scan leher, dan MRI. Jika diperlukan, pemeriksaan biopsi aspirasi jarum halus (Fine Needle Aspiration Biopsy/FNAB) pun dapat dilakukan.

Benjolan di leher Raffi Ahmad bisa menjadi gejala adanya gangguan kesehatan yang perlu perhatian serius. Ada beragam penyakit, dari yang bersifat jinak hingga ganas. Oleh sebab itu, jika Anda mengalami keluhan sama seperti yang dialami Raffi Ahmad, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan terapi yang sesuai dengan penyebabnya.

[MS/ RVS]

1 Komentar