Sukses

4 Cara Menstimulasi Anak Belajar Duduk

Perlu seni tersendiri untuk menstimulasi anak belajar duduk. Berikut kiat yang bisa Anda lakukan.

Klikdokter.com, Jakarta Anak belajar duduk termasuk momen yang ditunggu oleh setiap orang tua. Ketika sudah mulai bisa duduk, anak diharapkan bisa duduk untuk bermain dengan mainannya, atau duduk di kursi saat makan. Perkembangan tersebut menandakan anak tumbuh dengan optimal dan perlahan semakin mandiri untuk beraktivitas.

Perilaku anak pada saat duduk sedikit banyak dipengaruhi oleh kepribadiannya. Ada anak yang sangat aktif saat duduk dengan terus-menerus berusaha untuk bergerak, ada juga anak yang lebih nyaman duduk mengamati objek dan aktivitas yang terjadi di sekitarnya.

Umumnya, anak mulai mampu untuk duduk saat usianya sekitar 6 bulan. Namun jika pada waktu tersebut anak masih belum mampu, Anda tak perlu khawatir.

Pada beberapa anak, kemampuan tersebut bisa dikuasai lebih lambat. Kemampuan anak untuk duduk akan sedikit demi sedikit terlatih setelah anak mulai terampil merangkak, mengangkat kakinya hingga ke mulut, dan memutar badan untuk tengkurap. Hingga beberapa bagian tubuh mulai semakin kuat, maka anak akan mampu untuk beranjak ke posisi duduk.

Cara menstimulasi anak untuk belajar duduk

Lalu, apa yang bisa dilakukan orang tua untuk melatih kemampuan duduk pada anak secara mandiri?

Caranya adalah dengan menstimulasi dan memastikan anak telah mencapai beberapa keterampilan penunjang kemampuan duduk. Anda bisa melakukan langkah-langkah di bawah ini.

1. Gendong anak dalam posisi tegak dengan tetap menyangga tubuhnya

Pada saat Anda menggendong anak usia 0-2 bulan dalam posisi ini, ia akan belajar menggunakan otot lehernya untuk menopang kepala. Bantu latihannya sedikit demi sedikit dengan mengubah posisi tubuh yang disangga, mulai dari tubuh bagian atas, lalu berpindah ke tengah. Jika leher anak mulai cukup kuat, Anda bisa menggendong dengan menyangga pinggulnya.

Selain itu, Anda juga bisa menggendongnya dengan posisi kepala menghadap ke bawah. Cara ini akan menstimulasi refleksnya untuk menarik kepala ke atas, sehingga otot lehernya akan semakin kuat. Selalu perhatikan gerakan anak dan pastikan anak tetap aman.

2. Pindahkan anak ke posisi tengkurap di tempat tidur

Seperti pada saat digendong, posisi tengkurap di tempat tidur akan menstimulasi bayi untuk mengangkat kepalanya. Anak juga akan mulai menggunakan lengan dan sikunya untuk mendorong tubuhnya ke atas. Anda bisa meningkatkan stimulasi dengan menyentuh bagian punggung dan lehernya.

Berikan juga mainan yang ia sukai untuk memancing keinginan anak untuk meraihnya. Cara ini akan melatih kekuatan punggung anak.

3. Bermain dengan punggung di posisi terlentang

Bermain dengan anak pada saat telentang akan menstimulasinya untuk melakukan gerakan mengangkat bagian tubuhnya, dari tangan hingga kaki. Anak dapat mengangkat sendiri kedua kakinya hingga didekatkan ke mulut. Gerakan ini akan melatih otot perut anak yang juga diperlukan untuk menopang tubuh pada posisi duduk nantinya.

4. Bantu bayi berlatih memutar badan

Pada saat bergerak berputar, otot-otot tubuh anak saling berkoordinasi dan akan semakin kuat. Berikan sedikit bantuan pada saat anak mulai memiringkan badannya. Dengan latihan terus-menerus, anak akan mampu memutar badan dengan sendirinya. Perhatikan juga anggota tubuhnya yang lain, agar pada saat ia berputar tidak ada bagian tubuh yang berada pada posisi yang berbahaya.

Menstimulasi anak belajar duduk memang membutuhkan perhatian dan kesabaran. Tentu bahagia rasanya jika anak telah mencapai batu loncatan perkembangan sesuai dengan standar usianya. Jika pada akhirnya anak mampu duduk sendiri, persiapkan diri Anda untuk berbagai pencapaian tumbuh kembang berikutnya. Anak tentunya akan semakin aktif dalam menjelajahi dunianya.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar