Sukses

Sering Gatal di Kemaluan? Mungkin Ini Sebabnya

Gatal di kemaluan bisa mengganggu aktivitas dan mampu menurunkan kualitas hidup penderitanya. Ketahui penyebabnya dan atasi sekarang juga!

Klikdokter.com, Jakarta Gatal di kemaluan adalah salah satu gangguan kesehatan yang bisa terjadi pada siapa saja. Kondisi ini tidak boleh disepelekan, karena bisa jadi ini merupakan kondisi medis serius yang bisa mengancam nyawa penderitanya.

Perlu Anda tahu, gatal di kemaluan bukanlah keluhan yang berdiri sendiri. Dengan kata lain, terjadinya gatal di kemaluan disebabkan oleh adanya penyakit atau kondisi medis lainnya. Beberapa kondisi yang terbukti berkaitan dengan kejadian gatal di kemaluan, antara lain:

  • Iritan atau reaksi alergi

Penggunaan bahan-bahan tertentu pada area kemaluan dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi yang menimbulkan keluhan rasa gatal.

Contoh bahan-bahan yang termasuk sebagai iritan dan pencetus alergi, misalnya detergen, pelembut kain, pemutih, sabun, krim, kain sintetik, parfum, tisu toilet, pembalut dan pelumas seks.

Apabila gatal di kemaluan terjadi akibat kondisi ini, Anda bisa mengatasinya dengan menghentikan penggunaan bahan-bahan tersebut. Pilihlah bahan-bahan yang aman dan ramah untuk area kemaluan Anda.

  • Infeksi

Infeksi bakteri dan jamur yang terjadi di kemaluan dapat menyebabkan rasa gatal di area tersebut. Kondisi ini bisa diatasi dengan obat-obatan antibiotik yang harus dikonsumsi di bawah pengawasan dokter.

  • Kutu kemaluan

Infeksi oleh kutu yang termasuk serangga parasit dapat menyebabkan rasa gatal pada area kemaluan. Ini karena mereka biasa tinggal di rambut kemaluan. Kondisi ini biasa ditularkan dari kontak seskual dengan orang yang terinfeksi.

Apabila terdapat bintik-bintik hitam di pakaian dalam, kemungkinan besar Anda mengalami masalah ini. Segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan pengobatan yang paling tepat.

  • Kudis

Kudis atau skabies adalah penyakit kulit yang sangat menular, dan disebabkan oleh tungau kecil. Penyakit ini bisa berpindah dari satu orang ke orang lainnya melalui kontak kulit dengan penderita.

  • Infeksi menular seksual

Gatal di kemaluan adalah salah satu gejala yang bisa saja terjadi akibat adanya infeksi menular seksual. Kondisi ini sangat menular, salah satunya melalui perilaku seks berisiko.

  • Diabetes mellitus

Gatal di kemaluan yang tidak kunjung sembuh dapat menjadi tanda dari adanya diabetes mellitus tipe 2. Kondisi ini biasanya disertai dengan kadar gula darah yag tinggi dan badan lemas terus-menerus.

  • Menopause

Seiring bertambahnya usia, wanita akan mengalami penurunan kadar hormon estrogen hingga akhirnya habis sama sekali saat masa menopause. Kurangnya kadar hormon estrogen berkaitan erat dengan kondisi kulit vagina yang tipis dan kering, sehingga sensasi gatal di area tersebut sangat mungkin terjadi.

  • Kanker

Meski tak pasti, beberapa penelitian pernah melaporkan bahwa gatal di kemaluan juga bisa menjadi salah satu gejala terjadinya kanker penis pada pria dan kanker vulva (bibir vagina) pada wanita.

Bila gatal di kemaluan menetap, terjadi berulang, terasa sangat berat atau diikuti dengan keluarnya cairan abnormal dari alat vital, segera konsultasikan masalah ini ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Tindakan ini dilakukan untuk mencari tahu penyebab dan cara paling tepat untuk mengatasinya. Jangan tinggal diam, karena gatal di kemaluan yang tidak segera diobati sangat mungkin mengganggu aktivitas bahkan menyebabkan kualitas hidup penderita mengalami penurunan.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar