Sukses

Awas, Salah Cara Memperbesar Penis Bisa Berakibat Fatal!

Pria sering penasaran dengan cara memperbesar penis. Mereka yang tak puas dengan ukurannya, perlu hati-hati karena tak semua cara aman.

Klikdokter.com, Jakarta Banyak pria ingin memiliki ukuran penis besar. Bagi yang merasa miliknya kecil, akan mencari berbagai cara memperbesar penis. Bahkan termasuk dengan memakai metode yang tak masuk akal.

Pada dasarnya memang ada beberapa cara untuk memperbesar penis. Namun jika Anda salah memilih, akibatnya bisa sangat fatal.

Sebenarnya, anggapan bahwa kejantanan pria diukur dari besar atau tidaknya penis adalah pemikiran kuno yang harusnya telah ditinggalkan. Sebab, sama sekali bukan itu indikatornya.

Terkadang, para pria yang masih berpikiran seperti itu akan berusaha keras untuk bisa membuat penis mereka menjadi besar. Namun bahayanya, banyak juga yang melakukan cara yang tak masuk akal.

Cara-cara yang dimaksud mulai dari minum pil penumbuh penis, krim, latihan peregangan yang berat, alat yang tampak mengerikan seperti vakum penis, filler penis, sampai operasi penis. Khusus di Indonesia, terkenal juga usaha memperbesar penis dengan cara tradisional, seperti datang ke dukun urut "Mak Erot" atau sampai mengoleskan minyak lintah.

Beberapa pendekatan yang mereka lakukan sayangnya kerap gagal. Dalam beberapa kasus, bahkan mereka sampai terkena efek samping yang serius.

Seberapa serius? Dalam beberapa kasus, disfungsi ereksi bisa terjadi.

Namun, akal sehat tidak cukup untuk menghentikan pria yang terobsesi ukuran untuk mencoba perawatan yang belum terbukti benar hasilnya dan terlalu banyak mengambil risiko dalam prosesnya.

1 dari 3 halaman

Cara memperbesar penis dan risikonya

Ada beberapa jenis atau cara untuk memperbesar penis yang cukup dikenal masyarakat. Beberapa yang ditempuh oleh sebagian pria adalah:

1. Menggunakan bantuan alat, pil, dan krim

  • Pompa vakum

Layaknya vakum yang menyedot, cara kerja alat ini adalah dengan menyedot penis Anda. Anda memasukkan penis ke dalam alat itu dan kemudian seperti divakum, sehingga membuatnya ereksi dan sedikit lebih besar. Lalu, Anda menjepit penis dengan alat seperti cincin ketat untuk mencegah darah kembali ke tubuh.

Apa kekurangannya? Efeknya hanya berlangsung selama Anda mengaktifkan cincinnya. Menggunakannya selama lebih dari 20 hingga 30 menit pun dapat menyebabkan kerusakan jaringan.

Terkadang, alat ini juga digunakan sebagai pengobatan disfungsi ereksi, tetapi belum terbukti benar-benar meningkatkan ukuran penis.

  • Memperbesar dengan beban

Latihan beban atau peregangan tak akan memperbesar penis Anda karena penis bukan otot. Ya, dalam cara ini, penis diberi beban dengan maksud agar memanjang. Akan tetapi, cara ini cukup berisiko, termasuk robeknya jaringan, pecahnya pembuluh darah, dan masalah lainnya.

  • Pil, suplemen, salep, dan krim

Sayang sekali, ketiganya tidak membuat perbedaan. "Saya pikir aman untuk mengatakan bahwa semua itu omong kosong," kata Jennifer Berman, MD, seorang ahli urologi di Beverly Hills dan penulis buku Secrets of the Sexually Satisfied Woman.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

2. Operasi

Bagaimana dengan operasi? Menurut dr. Alvin Nursalim SpPD dari KlikDokter, satu-satunya cara memperbesar penis adalah dengan operasi, meskipun tentu ada risikonya.

"Sampai saat ini, satu-satunya jalan memperbesar penis memang harus operasi. Kalau pakai minyak lintah, pil, krim, dan segala macamnya, itu tidak benar," katanya.

Terkait proses pembesaran penis lewat operasi, ada dua cara dasar, yakni:

  • Memperpanjang penis

Prosedur paling umum adalah memotong ligamen yang menghubungkan penis ke tulang panggul. Ligamen ini melekatkan penis ke area kemaluan dan memberikan dukungan selama ereksi.

Jika ahli bedah memotong ligamen, ini mengubah sudut penis, yang dapat membuatnya terlihat lebih panjang. Untuk mencegah ligamen menempel kembali, seorang pria biasanya akan membutuhkan beban atau alat peregangan setiap hari selama sekitar enam bulan.

  • Pelebaran penis

Bagi pria yang menganggap diameter penisnya terlalu kecil, prosedur yang lebih kontroversial adalah menyuntikkan sel-sel lemak ke dalam penis. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ketebalan atau membuat lebar.

The American Urologic Association menyatakan bahwa prosedur ini belum terbukti aman atau efektif untuk meningkatkan ketebalan atau panjang penis pada orang dewasa.

Sebelum Anda mengambil jalan pintas untuk memperbaiki penis, lebih baik pertimbangkan risikonya. Sejauh ini sebenarnya belum ada cara yang benar-benar ampuh.

Selain itu, tak ada organisasi medis besar yang menyetujuinya. Apalagi, efek samping dari pemanjangan penis lewat cara operasi pun cukup banyak, termasuk infeksi, kerusakan saraf, sensitivitas berkurang, dan kesulitan ereksi.

Bekas lukanya pun mengganggu, bisa membuat Anda memiliki penis yang lebih pendek daripada sebelumnya. Pelebaran penis bahkan lebih kontroversial. Efek samping dapat menjadi tidak sedap dipandang, penis menjadi tidak rata dan bergelombang.

Belum puas dengan ukuran penis Anda? Jangan sembarangan mencari cara memperbesar penis. Jika Anda memiliki keinginan untuk memperbesar organ ini, Anda benar-benar perlu konsultasi dengan dokter spesialis untuk menentukan apakah hal itu perlu dilakukan atau tidak. Jadi, jangan gegabah mengambil keputusan jika tidak ingin mengalami hal yang fatal ya.

[MS/ RVS]

1 Komentar