Sukses

Tips Mengatasi Radang Tenggorokan pada Bayi

Mengatasi radang tenggorokan pada bayi tak boleh sembarangan. Bagaimana cara yang tepat? Simak cara mengatasi radang tenggorokan pada bayi di sini.

Sama halnya dengan orang dewasa atau anak yang sudah lebih besar, sakit radang tenggorokan juga bisa menyerang bayi. Cara mengatasi radang tenggorokan bayi tentu berbeda mengingat proses tumbuh kembang yang masih dini.

Radang tenggorokan umumnya disebabkan oleh infeksi virus, meski dalam kasus yang jarang bakteri juga bisa menjadi penyebab. Penyakit ini umumnya ditandai dengan demam, batuk, pilek, suara serak, meneteskan air liur lebih dari biasanya, hingga pembesaran kelenjar getah bening dan amandel.

Bayi juga bisa lebih rewel ketika menelan karena kesulitan atau ketidaknyamanan. Kemunculan gejala-gejala tersebut tergantung pada penyakit penyebab utamanya, seperti common cold atau selesma, tonsilitis, flu singapura, hingga infeksi streptokokus.

Lantas, bagaimana cara mengatasi radang tenggorokan bayi yang tepat? Berikut tipsnya untuk Anda.

1 dari 4 halaman

1. Berikan ASI

Bagi bayi berusia di bawah 6 bulan, ASI menjadi sumber makanan utama. Semua kebutuhan gizi yang dibutuhkan oleh bayi sudah terkandung di dalam ASI.

Selain memenuhi kebutuhan gizi, ASI juga mengandung imunoglobulin yang membantu dalam pembentukan sistem imun bayi. Jadi, saat radang tenggorokan menyerang, tingkatkan daya tahan tubuh si kecil dengan memberikan ASI.

Artikel lainnya: Apa yang Menyebabkan Radang Tenggorokan pada Bayi?

Pastikan juga ASI Anda berkualitas baik dengan memenuhi asupan nutrisi sehat setiap hari.

2. Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Bayi

Virus sebagai penyebab tersering radang tenggorokan umumnya akan dilawan dengan sistem imun tubuh sehingga akan sembuh dengan sendirinya. Hal inilah yang disebut dengan self-limitting disease.

Meningkatkan daya tahan tubuh bayi adalah salah satu cara mengatasi radang tenggorokan pada bayi karena virus akan dilawan oleh sistem imun.

Cara meningkatkan daya tahan tubuh bayi adalah dengan memenuhi kebutuhan gizinya sesuai dengan usianya, termasuk dengan ASI. Ingat, konsumsi madu untuk bayi tidak disarankan.

2 dari 4 halaman

3. Menjaga Kelembapan

Menjaga kelembapan ruangan menggunakan humidifier dapat menjadi cara meredakan radang tenggorokan pada bayi.

Penggunaan humidifier dapat membantu bayi bernapas lebih lega. Gejala hidung mampet atau pilek sering menjadi gejala penyerta radang tenggorokan yang diakibatkan oleh virus. 

Artikel lainnya: Apa Penyebab dan Gejala Radang Tenggorokan pada Anak?

4. Berikan Obat Pereda Nyeri

Cara mengatasi radang tenggorokan bayi berikutnya adalah dengan memberikan obat pereda nyeri sesuai usia, seperti parasetamol atau ibuprofen.

Obat pereda nyeri boleh diberikan karena gejala yang paling mengganggu adalah nyeri pada tenggorokan.

Meskipun disertai gejala lain seperti batuk dan pilek, pemberian obat batuk-pilek disarankan terlebih dahulu dikonsultasikan ke dokter anak. Gejala demam dapat diatasi bersama obat pereda nyeri.

Gunakan antibiotik hanya jika disarankan oleh dokter anak. Penyebab radang tenggorokan paling sering adalah virus, sedangkan antibiotik ditujukan untuk mengatasi infeksi bakteri.

3 dari 4 halaman

5. Jaga Kebersihan

Dengan menjaga kebersihan lingkungan si kecil, Anda dapat mencegah bertambah beratnya proses infeksi yang sedang berlangsung.

Anda bisa menghindarkan si kecil dari paparan atau sentuhan orang dewasa yang sedang sakit.

Pada bayi di bawah 3 bulan, gejala radang tenggorokan biasanya susah makan atau rewel setelah makan. Gejala lain yang harus diperhatikan adalah demam di atas 38oC, batuk terus-menerus, bengkak pada leher, sulit bernapas, atau tampak ruam pada tangan, mulut, dada, atau bokong.

Jika sudah terjadi kondisi-kondisi tersebut, segera konsultasikan ke dokter spesialis anak. Manfaatkan fitur Tumbuh Kembang Anak dari Klikdokter untuk memantau terus perkembangan si kecil.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar