Sukses

Kaldu Tulang untuk Diet, Efektifkah?

Kaldu tulang banyak disarankan bagi Anda yang mau diet menurunkan berat badan. Tapi, apakah itu efektif?

Klikdokter.com, Jakarta Jika selama ini Anda sudah sering mengonsumsi kaldu ayam atau kaldu sapi, kali ini Anda perlu berkenalan dengan kaldu tulang. Menurut sebagian kalangan, kaldu ini bisa Anda konsumsi untuk menunjang program diet. Seberapa efektifkah diet dengan kaldu tulang?

Mirip seperti pembuatan kaldu pada umumnya, kaldu tulang dihasilkan dengan merebus tulang dalam jangka waktu tertentu. Menurut beberapa kalangan, minum kaldu tulang membawa banyak manfaat, mulai dari mengurangi peradangan hingga meningkatkan kualitas tidur.

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, kaldu tulang sangat kaya akan kolagen. Salah satu fungsi kolagen adalah untuk menyehatkan kulit.

“Salah satu fungsi kolagen yang paling besar adalah sebagai penyokong kulit. Perlu diketahui bahwa kandungan kolagen dalam tubuh akan menurun sebanyak 1,5 persen setiap tahunnya saat memasuki usia 25, sehingga diperlukan bantuan asupan dari luar untuk membentuk kolagen dalam tubuh,” kata dr. Astrid.

Benarkah efektif untuk diet?

Sementara menurut Jessica DeLuise, MHS, PA-C, CCMS, pendiri Eat Your Way to Wellness, selain kaya akan kolagen, kaldu tulang sudah terbukti mengandung protein dan mineral, yang dapat mendukung jaringan sehat, mengenyangkan, dan memperbaiki usus.

Ditambah lagi, saat melakukan diet Paleo, Anda dapat menghilangkan sebagian besar makanan yang berpotensi menyebabkan kembung atau kenaikan berat badan, seperti susu, gandum, dan kacang-kacangan jika mengonsumsi kaldu tulang.

Dengan menyeruput kaldu tulang di antara waktu makan, DeLuise juga menjelaskan bahwa hal itu mungkin akan membuat para pelaku diet segan untuk mengambil camilan olahan yang sarat gula. Selain itu, karena sebagian besar terdiri atas cairan, itu adalah cara yang mudah dan lezat dalam menghidrasi tubuh.

Semua hal tersebut akhirnya dapat bekerja bersama untuk membantu menurunkan asupan kalori secara keseluruhan. "Akhirnya, kaldu tulang memang dikaitkan dengan penurunan berat badan dan meningkatkan resistensi insulin," kata DeLuise.

Meski begitu, berapa banyak berat badan yang akan turun tergantung masing-masing orang. Setiap orang berbeda, jadi tidak ada jumlah yang bisa ditentukan.

"Seseorang mungkin saja bisa kehilangan antara 2 hingga 5 kg dalam 21 hari, dengan sebagian besar dari itu adalah berat air. Tapi, saya jelas tidak merekomendasikan atau mendorong upaya penurunan berat badan yang cepat. Sebab, diet ini hanya dimaksudkan selama 21 hari, orang mungkin memperlakukannya sebagai diet kilat dan kehilangan kesempatan untuk menggunakannya sebagai pengaturan ulang untuk usus, hormon, dan kesehatan secara keseluruhan,” ujar Kellyann Petrucci, MS, ND, seorang dokter naturopati dan spesialis penurunan berat badan yang menulis buku Bone Broth Diet.

1 dari 2 halaman

Apa kata ahli?

Beberapa ahli masih belum yakin dengan efektivitas kaldu tulang untuk diet. Memang banyak yang mengatakan bahwa kaldu tulang rendah kalori, meningkatkan kemampuan Anda untuk membakar kelebihan kalori, dan menurunkan berat badan.

Selain itu, beberapa ahli percaya bahwa kandungan protein tinggi (sekitar 8 hingga 10 gram protein per 8 ons) juga membantu membangun otot dan membuat tubuh Anda merasa lebih kenyang lebih lama.

"Semakin lama seorang individu merasa kenyang, semakin rendah mereka mengidam makanan sepanjang hari. Lebih sedikit makanan, sama dengan lebih sedikit asupan kalori. Jika seseorang menggabungkan diet dengan olahraga tiga hingga empat kali seminggu, mereka akan memiliki resep sukses penurunan berat badan," kata Presicci.

Sebaliknya, Rachel Fine, RD, pemilik To The Pointe Nutrition, mengatakan bahwa diet kaldu tulang adalah diet ketat yang membatasi dan menyebutnya sebagai perbaikan jangka pendek yang tidak sehat untuk menurunkan berat badan.

Fine mengatakan bahwa selanjutnya diet itu akan menghasilkan kerentanan terhadap peningkatan berat badan di kemudian hari.

"Efek negatif jangka panjang dari diet yang terbatas melebihi potensi manfaat jangka pendek karena membatasi karbohidrat dan menyebabkan tubuh melepaskan hormon spesifik untuk melawan pembatasan tersebut, justru meningkatkan keinginan mengidam. Pada dasarnya, itu bisa menjadi bumerang," kata Fine.

Apakah ada risiko terhadap diet ini?

Mengingat masih banyak perbedaan pendapat di antara ahli diet soal kaldu tulang, cukup bijaksana jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu jika ingin melakukannya. Coba cari tahu apakah diet kaldu tulang cocok untuk Anda, terutama jika Anda sedang dalam pengobatan, menderita hipoglikemia, atau sedang hamil atau menyusui.

“Khusus untuk seseorang yang baru memulai kebiasaan makan sehat, saya sarankan menghindari puasa dan tidak memasukkan kaldu tulang ke dalam menu makan mereka,” saran Presicci.

“Kaldu tulang dapat membantu mengurangi retensi air dan peradangan, bahkan jika Anda tidak mengubah banyak hal lain dalam diet. Jika Anda bertekad untuk mencoba puasa, mulailah proses ini dengan paduan puasa intermiten," pungkasnya.

Sebenarnya, diet kaldu tulang baik dan efektif untuk menurunkan berat badan. Tapi, hal tersebut memang harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ahli gizi. Jangan sampai diet tersebut malah menganggu kesehatan Anda.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar