Sukses

Bukan Kecabean, Ini 6 Penyebab Telapak Tangan Panas dan Gatal

Penyebab telapak tangan panas dan gatal bukan akibat mengolah cabai atau kecabean. Ada pula beberapa kondisi medis lainnya. Apa saja?

Klikdokter.com, Jakarta Anda mungkin pernah merasakan sensasi panas dan gatal di telapak tangan setelah mengolah cukup banyak cabai, atau tak langsung cuci tangan setelah makan yang pedas-pedas dengan tangan. Bukan hanya kecabean, ternyata ada pula beberapa kondisi yang juga bisa menjadi penyebab telapak tangan panas dan gatal.

Sensasi panas dan gatal di telapak tangan juga bisa dipicu oleh beberapa kondisi medis di bawah ini.

  1. Dermatitis kontak

Salah satu kondisi yang kerap memicu keluhan panas dan gatal di telapak tangan adalah dermatitis kontak atau reaksi alergi terhadap bahan iritan.

Jika dermatitis kontak adalah biang keroknya, biasanya reaksi panas dan gatalnya akan bertahan selama 2-4 hari. Beberapa iritan yang dapat memicu dermatitis kontak meliputi logam, sabun, disinfektan, debu, tanah, parfum, dan lain-lain.

Dermatitis kontak dapat diatasi dengan mengoleskan krim antihistamin serta menghindari bahan-bahan yang dapat memicu reaksi di kulit.

  1. Alergi obat

Saat Anda mengonsumsi obat yang memiliki zat yang dianggap musuh, maka tubuh akan memberi sinyal berupa gatal-gatal dan sensasi panas, salah satunya di telapak tangan dan telapak kaki.

Jika Anda mengalami alergi obat, segera hentikan konsumsinya. Sebelum menemui dokter, Anda dapat mengonsumsi antihistamin untuk meringankan gejala alergi yang muncul. Anda harus buru-buru mencari bantuan medis jika mengalami gejala pembengkakan yang parah dan sesak napas.

  1. Carpal tunnel syndrome

Selain nyeri, sindrom ini juga dapat memunculkan gejala gatal dan panas di telapak tangan, khususnya pada malam hari. Tak cuma itu, saraf jari penderita juga akan terasa melemah dan mati rasa.

Supaya gejala tak terus-menerus muncul, Anda mesti menghindari aktivitas yang menyebabkan tangan melakukan gerakan berulang-ulang dan berat. Dokter yang menangani pasien dengan sindrom carpal tunnel mungkin akan memberikan penyangga pergelangan tangan penanganan lainnya seperti tindakan pembedahan.

Tak cuma itu, saraf jari penderita sindrom carpal tunnel juga akan terasa melemah dan mati rasa. Agar gejala tak terus-menerus muncul, Anda mesti menghindari aktivitas yang menyebabkan tangan melakukan gerakan berulang-ulang serta berat. Dokter yang menangani pasien dengan kondisi ini mungkin akan memberikan penyangga pergelangan tangan atau proses pembedahan.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Sirosis bilier primer

Sirosis bilier primer adalah penyakit autoimun yang memengaruhi saluran empedu. Normalnya, cairan empedu mengalir dari organ hati ke perut. Pada penyakit ini, cairan empedu justru menumpuk di organ hati, sehingga menyebabkan terbentuknya jaringan parut. Akibatnya, telapak tangan penderita bisa terasa panas, gatal, serta terdapat bercak-bercak.

Beberapa gejala lainnya juga bisa menyertai adalah nyeri tulang, diare, mual, urine berwarna gelap, serta berubahnya warna kulit, kuku, dan putih mata menjadi kuning.

  1. Eksem

Penyakit kulit yang tidak menular ini dapat menyebabkan telapak tangan menjadi gatal, merah, kering, serta pecah-pecah. Pada kasus eksem dishidrotik, kulit yang gatal bisa melepuh. Semakin sering penderita terpapar dengan bahan-bahan kimia, maka risiko terkena eksem semakin tinggi.

Untuk meringankan gejala yang muncul, penderita wajib menghindari bahan-bahan kimia. Jika kondisinya tak memungkinkan, optimalkan perlindungan diri misalnya dengan mengenakan pakaian lengan panjang dan sarung tangan.

  1. Diabetes

Sebuah studi melaporkan bahwa 11,3 persen penyandang diabetes mengalami gatal-gatal di kulit, tak terkecuali di bagian telapak tangan dan kaki.

“Gatal dapat disebabkan oleh kerusakan saraf yang terletak di lapisan luar kulit akibat kadar gula darah yang tinggi,” jelas dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter.

Selain itu, dr. Adeline juga mengatakan bahwa gatal juga bisa berkaitan dengan kondisi yang disebut sebagai polineuropati diabetes atau neuropati perifer, “yang mana terjadi kerusakan serabut saraf, terutama kaki dan tangan penderita diabetes,” katanya.

Keluhan gatal-gatal ini umumnya akan berkurang ketika kadar gula darah kembali stabil.

Selain itu, dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, juga menambahkan bahwa rasa panas di tangan maupun kaki juga bisa dipicu beberapa hal di luar kondisi medis di atas, misalnya penekanan saraf yang berlangsung lama, frekuensi napas cepat, serangan panik, kurangnya suplai darah, hingga dehidrasi.

Jika keluhan telapak tangan panas dan gatal, yang penyebabnya bukan karena kecabean dan sering hilang timbul, sebaiknya periksakan diri ke dokter agar penyebabnya bisa segera diketahui dan segera ditindaklanjuti.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar