Sukses

Efektifkah Konsumsi Buah dan Sayuran Organik untuk Cegah Kanker?

Katanya, buah dan sayuran organik lebih sehat. Jika rutin dikonsumsi, apakah efektif untuk cegah kanker? Ungkap faktanya lewat artikel ini.

Klikdokter.com, Jakarta Penggiat pola makan sehat makin hari makin bertambah. Untuk sumber makanan pun, tak sedikit yang beralih ke organik, salah satunya adalah buah dan sayuran organik yang kini makin mudah didapat. Apakah konsumsi buah dan sayur organik mampu untuk mencegah kanker?

Menurut National Organic Program dari Kemanterian Pertanian Amerika Serikat (USDA), produk organik yang berasal dari tanaman (seperti beras, sayur, dan buah) adalah produk yang ditanam menggunakan bahan yang bisa didaur ulang, tidak menggunakan pestisida kimia, dan tidak menggunakan pupuk sintetis.

Dari segi nutrisi, makanan organik dan nonorganik pada dasarnya punya nilai gizi yang sama. Dengan kata lain, pisang organik yang Anda makan tidak lebih bergizi dibandingkan dengan pisang yang Anda beli di pasar.

Lantas, apakah konsumsi buah dan sayuran organik bisa cegah kanker?

American Cancer Society (ACA) merekomendasikan diet tinggi buah dan sayuran segar untuk menurunkan risiko kaner. Lantas, apakah konsumsi buah dan sayuran organik bisa memaksimalkannya?

“Istilah organik populer digunakan untuk merujuk makanan nabati yang tanpa pestisida dan modifikasi genetik. Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menunjukkan apakah buah dan sayur organik lebih efektif dalam menurunkan risiko kanker dibandingkan makanan serupa yang diproduksi oleh metode pertanian lainnya.” Begitulah isi pernyataan dari ACA seperti dikutip di Verywell Health.

Menurut dr. Muhammad Iqbal Ramadhan dari KlikDokter, buah dan sayur organik memang dapat membantu mencegah kanker, pada dasarnya karena kandungan antioksidannya yang tinggi.

“Antioksidan itu, kan, merupakan kandungan yang bisa melawan dari stres oksidatif. Seperti yang sudah Anda ketahui, stres oksidatif itu termasuk dari gen pencetus kanker," ujar dr. Iqbal.

Ada sebuah penelitian yang dipublikasikan di “British Journal of Nutrition” tahun 2014 menyebutkan, makanan nabati organik mungkin mengandung 20-40 persen antioksidan lebih banyak dan 48 persen kandungan kadmium lebih rendah. Kadmium adalah bahan metal penyebab kanker.

Jadi, dengan kandungan antioksidan yang dikatakan lebih tinggi dan kandungan kadmium lebih rendah, mungkin saja mengonsumsi makanan organik secara rutin bisa lebih efektif melindungi Anda dari kanker. Selain itu, pada makanan nabati nonorganik, beberapa jenis pestisida terbukti dapat memicu kanker.

1 dari 2 halaman

Seberapa berbahayakah pestisida?

Sudah banyak studi yang meneliti bahan kimia dalam pestisida, yang mana banyak temuan mengatakan bahwa sayur dan buah nonorganik tidak berbahaya untuk kesehatan. Meski begitu, poin tersebut menjadi perdebatan oleh pendukung makanan organik dan orang-orang tidak percaya bahwa makanan nabati nonorganik aman dikonsumsi.

Berdasarkan data ilmiah yang tersedia, tidak ada bukti yang membuat lembaga besar seperti FDA dan USDA untuk mengubah regulasi mengenai penggunaan pestisida dan bahan kimia lainnya yang dipakai dalam produksi agrikultur.

Jika digunakan dalam kapasitas yang salah, pestisida dan herbisida dapat berbahaya bagi kesehatan. Meski begitu, jumlah residu kimia yang ditemukan di buah dan sayuran tergolong rendah, bahkan lebih rendah jika buah atau sayur tersebut dibersihkan dengan benar sesuai sebelum diolah.

Lantas, apakah buah dan sayur organik lebih bersih? Tidak juga. Anda tetap harus membersihkannya untuk menyingkirkan kotoran, potongan atau jejak serangga, dan bakteri seperti listeria, salmonela, dan E. coli. Secara keseluruhan, sebagian besar ahli sepakat bahwa manfaat nutrisi konsumsi buah dan sayuran lebih besar daripada risiko kecil jika sampai mengonsumsi residu kimia dari produk nonorganik.

Memang, sampai saat ini belum banyak data penelitian yang menyatakan bahwa makanan organik lebih unggul secara signifikan dibandingkan dengan makanan non-organik.

Namun pada tahun 2015, International Agency for Research on Cancer mengelompokkan tiga jenis pestisida yang sering digunakan dalam bidang agrikultur, yaitu malation, glifosat, dan diazinon. Ketiganya dinyatakan bersifat karsinogenik (memicu kanker pada manusia).

“Paparan okupasional malation berkaitan dengan kanker prostat. Sementara diazinon berhubungan dengan kanker paru-paru. Ketiga pestisida ini juga dihubungkan dengan kanker limfoma non-Hodgkin,” kata dr. Theresia R. Yunita dari KlikDokter ikut menambahkan.

Jadi, sebetulnya kembali lagi ke preferensi dan kemampuan masing-masing orang untuk konsumsi organik atau tidak. Dari segi nutrisi, buah dan sayuran organik maupun non organik sama-sama mengandung antioksidan yang dapat membantu mencegah kanker. Meski ada studi yang mengatakan bahwa kandungan antioksidan pada produk organik lebih tinggi, tetapi pada produk nonorganik kandungan antioksidannya pun tak kalah, apalagi jika dikonsumsi secara rutin. Namun, apa pun pilihan Anda jangan lupa untuk mencuci bersih buah dan sayur sebelum diolah, ya!

(RN/ RVS)

1 Komentar